Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 13 Agustus 2020

Cara Hidup Sehat tentang Mitos dan Fakta Olahraga, Apa Saja?

Sumber mobraz.com.br

Cara manusia menjaga kesehatan tubuh memiliki standar umum, seperti pola makan sehat, diet seimbang hingga olahraga teratur. Diluar 3 cara hidup sehat ini, faktor lain yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental adalah istirahat dan mencegah stres berlebihan.

Bicara hidup sehat lewat olahraga, sebagian dari kita mungkin pernah mendengar cerita orang lain tentang suatu yang tidak boleh dan boleh dilakukan selama olahraga. Bagaimana mitos dan fakta tentang olahraga?

Namun beberapa cerita ini, sebagian hanya mitos yang tidak tepat dan sebagian adalah fakta yang didukung penelitian dan saran organisasi dibidang kesehatan.

Pola kegiatan olahraga manusia seperti keadaan sekarang ini, sebagian berubah karena masa pandemi Covid-19. 

Dalam situasi normal sebelum virus corona menyebar, kita bisa memilih tempat lokasi umum menyalurkan hobi olahraga tanpa khawatir menularkan atau tertular Covid-19. Ditambah lagi peraturan pemerintah untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19 mengharuskan warga menerapkan protokol kesehatan, mau tak mau metode olahraga rutin di tempat umum sebaiknya di kurangi dan di hindari jika memungkinkan.

Mengutip suara.com tentang cara hidup sehat tentang mitos dan fakta olahraga yang dilansir pakar kesehatan, spesialis kedokteran olahraga dan direktur Slim & Health Sport Center Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO. Ada beberapa mitos dan fakta olahraga yang perlu Anda tahu di masa pandemi Covid-19.


Apa saja cara hidup sehat tentang mitos dan fakta olahraga itu?


1. Mitos dan fakta, Olahraga yang aman di tengah Covid-19 adalah dalam rumah


Sumber : altoastral.com.br

Jika Anda mendengar cerita tentang hidup sehat melakukan olahraga yang aman adalah dalam rumah, saran yang sama diberikan American College of Sports Medicine (ACSM). Menurut ACSM sebagai langkah pencegahan penularan virus corona dalam masyarakat luas, menghindari tempat-tempat umum yang mengumpulkan banyak orang.

Selain mengurangi dan menghindari tempat umum jika tidak dinilai tak terlalu penting, saat berpergian menggunakan protokol kesehatan seperti saran pemerintah. Diantaranya: memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak fisik dengan orang lain, meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Mengutip situs web Kesehatan Indonesia, kemkes.go.id, penguatan tentang cara hidup sehat di masa pandemi Covid-19 dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada 19 Juni 2020.

Dalam penjelasan yang disampaikan Menkes Terawan Agus Putranto mengenai tempat dan fasilitas umum yang digunakan masyarakat beraktivitas sosial dan kegiatan lainnya, potensi penularan Covid-19 di tempat seperti ini memiliki potensi cukup besar karena berkumpul berbagai manusia.


“Masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan COVID-19,” katanya.


Beberapa jenis tempat dan fasilitas umum yang termasuk dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, misalnya pasar, mall, pertokoan, hotel dan penginapan, asrama dan sejenisnya, rumah makan dan sejenisnya, sarana prasarana pendukung olahraga, moda transportasi, terminal stasiun dan sejenisnya, kegiatan keagamaan dan beberapa kriteria lainnya yang bisa dilihat langsung di situs Kementerian Kesehatan Indonesia disini.

Melihat keterangan resmi yang telah disampaikan pakar kesehatan diatas, cerita hidup sehat tentang olahraga yang aman di tengah Covid-19 di dalam rumah adalah benar.

Sumber

2. Mitos dan fakta, Olahraga memakai masker beresiko menganggu kesehatan

Sumber : Pixabay.com

Sebelum kita mencari tahu tentang cara hidup sehat olahraga, mitos atau fakta soal masker yang dipakai selama olahraga beresiko menganggu kesehatan, ada baiknya kita memahami cara penyebaran virus corona.

Mengutip covid19.go.id menerangkan, penyebaran virus corona bisa terjadi dari manusia ke manusia lainnya, saat droplet berasal dari hidung atau mulut orang terjangkit melakukan batuk dan bersin.

Droplet yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terjangkit covid-19 menempel di benda atau permukaan sekitarnya.

Oleh karena itu, droplet yang tersentuh orang lain, kemudian menyentuh area mata, hidung, hingga mulutnya sendiri, beresiko terjangkit virus corona.

Setelah kita tahu cara penularan virus corona dari manusia ke manusia lain, penerapan protokol kesehatan di masa pandemi sangat penting dilakukan. Selain mencegah droplet yang menempel di area muka, masker berfungsi ganda untuk penghalang cairan asing dari luar masuk langsung ke hidung.

Cara hidup sehat dalam olahraga selama bermasker tidak terbukti menganggu manusia bernapas dalam intensitas olahraga ringan hingga sedang. 

Dengan demikian, cerita tentang olahraga menggunakan masker menganggu kesehatan adalah mitos.

Sumber

3. Mitos dan fakta, Acara CFD lebih aman untuk olahraga karena lingkungan terbuka dan sirkulasi udara bagus

Sumber: theodysseyonline.com

Untuk membuktikan cerita cara hidup sehat olahraga di acara CFD, katanya lebih aman karena lingkungan dan sirkulasi udara mudah berganti. Anda perlu tahu bahwa udara terbuka di kawasan zona hijau yang dinyatakan instansi berwenang, memang aman.

Namun jumlah manusia yang berkumpul dalam jumlah besar saat melakukan aktivitas olahraga dan kegiatan sosial lainnya, akan mempersempit dan menimbulkan gerombolan orang.

Resiko lainnya saat ikut CFD di masa pandemi Covid-19 adalah sebagian masyarakat yang terlibat di CFD sering mengabaikan protokol kesehatan yang harus digunakan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang berkumpul ini tidak menggunakan masker sama sekali dan tidak menjaga jarak seperti saran pemerintah.

Dengan demikian, cara hidup sehat olahraga di acara CFD dibilang lebih aman adalah tidak benar dan hanya mitos jika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar