Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Senin, 24 Agustus 2020

Bandara Dubai siapkan Anjing Pelacak Deteksi Covid-19

Setelah penelitian pada anjing pelacak untuk mendeteksi Covid-19 sukses dengan presentasi  akurasi lebih dari 90 persen. Bandara Internasional Dubai, dikabarkan sudah menggunakan anjing pelacak K9.

Ilustrasi foto: anjing pelacak K9, Pixabay.com


Anjing pelacak K9 yang terlatih mendeteksi lebih dari 400 tes dengan akurasi hingga 91 persen, kini ikut membantu melacak calon penumpang saat kedatangan di Uni Emirat Arab.

Setiap kedatangan di Uni Emirat Arab diwajibkan melakukan tes Covid-19 minimal 4 hari sebelum berangkat. Jika hasil tes Covid-19 negatif, maka boleh melanjutkan perjalanan dengan pesawat udara.

Jika hasil tes Covid-19 menunjukkan indikasi terinfeksi melewati jalur penerbangan Bandara Dubai, mereka harus di uji ulang dengan memberi sampel keringat miliknya.

Sampel keringat ini akan di deteksi oleh anjing pelacak K9 yang berada di tempat khusus. 

Waktu yang diperlukan mengetahui hasil deteksi oleh anjing pelacak tersebut hanya beberapa menit dengan melihat perilaku anjing pelacak tersebut.

Jika anjing pelacak Covid-19 duduk, dinilai sampel yang diendusnya positif mengandung Covid-19, ucap Direktur Unit K-9 Inspeksi Keamanan Polisi Dubai, Mayor Salah Khalifa Al Mazrouei seperti keterangan di Fox News.

Dari pengendusan yang memiliki akurasi tinggi anjing pelacak K9 terhadap Covid-19 terhadap sampel keringat yang diduga positif, petugas melanjutkan pemeriksaan yang lebih lengkap, berupa tes Polymerase Chain Reaction atau PCR.

Al Mazrouei mengatakan Uni Emirat Arab adalah negara pertama yang menggunakan anjing polisi unit K-9 dalam mendeteksi Covid-19. 


"Kami bekerja sama dengan sejumlah ahli di Inggris dan Prancis untuk melatih anjing dalam mendeteksi virus," ujarnya.


Kehadiran manusia di bandara internasional Dubai dalam berbagai kalangan, tidak seluruhnya diambil sampel untuk di deteksi oleh anjing pelacak K9.

Biasanya sampel akan digunakan pada sosok yang dianggap memiliki resiko tinggi karena pertimbangan tertentu. Misalnya dari negara dengan kasus Covid-19 yang tinggi, bermasalah mengalami gangguan kesehatan dengan suhu badan yang lebih 37,3 derajat celcius.

Hal terpenting lainnya disampaikan adalah tidak ada kontak langsung sampel yang digunakan dengan anjing pelacak tersebut, Demikian juga tidak ada kontak langsung sosok yang diuji sampel dengan anjing pelacak Covid-19.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar