Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Minggu, 02 Agustus 2020

Apakah Raw Food untuk Kucing Sehat dan Aman?

Memilih makanan yang sehat untuk kucing peliharaan di rumah bisa membuat majikan menjadi bingung. Pengalaman ini lebih sering pada pemilik belum lama memelihara meong. Ditambah lagi istilah Raw Food atau Dry Food Kucing akibat belum mengerti kelebihan dan kekurangan tiap produk.

Apa arti Raw Food Kucing?

Definisi dari Raw Food Kucing adalah metode memberi makanan untuk hewan peliharaan dengan menganut prinsip makan mentah. 

Artinya, kurang lebih kucing yang Anda rawat mendapat makanan bersumber dari hewani mentah. Misalnya dari daging, otot, hingga tulang.

Istilah populer pada Raw Food Kucing sering disebut BARF, yang berarti kepanjangan dari tulang dan makanan mentah lain.

Fakta Raw Food Kucing Masih Ada

Disadari atau tidak secara langsung, pemilik peliharaan seperti kucing atau anjing masih memberi hewan berupa daging mentah sebagai makanan utama mereka.

Ide Raw Food bersumber pada pendapat beberapa pemilik menilai kucing hingga anjing, wajar memberi daging mentah karena insting dan naluri alamiah sebelum menjadi hewan rumahan.

Penyebab lain yang menguatkan Raw Food Kucing adalah kucing kelompok karnivora, yang artinya perlu makan makanan berasal dari hewani agar tetap hidup normal.

Pro dan kontra makanan daging mentah untuk kucing masih ada hingga sekarang. Misalnya keyakinan pemilik kucing tentang daging mentah dimasak akan mengubah dan mengurangi zat penting yang ada dalam makanan.

Apalagi kehidupan kucing liar sudah biasa makan mangsa kecil seperti hewan pengerat dan jenis hewan mamalia lain, yang bertubuh lebih kecil dari mereka. Seperti ikan, burung, serangga dan lainnya.

Menurut pendapat yang setuju dengan kucing perlu makanan daging mentah lainnya, yakni manfaat kesehatan yang didapat hewan, mulai dari mantel bulu bebas kusam, kesehatan gigi hingga mencegah obesitas.

Perbedaan Dry Food dengan Raw Food Kucing

Dry food kucing adalah jenis makanan dibuat secara khusus sebagai makanan berkualitas tinggi untuk kucing. Seluruh kebutuhan dasar yang diperlukan hewan, di formulasi secara tepat menyesuaikan kebutuhan gizi, nutrisi dan protein kucing. Selain 3 Zat penting tadi, biasanya makanan jenis dry food menggunakan tambahan bahan lain, dari mineral hingga asam amino untuk keperluan tubuh mereka.

Sementara Raw Food seperti kita tahu, bersumber dari hewani dalam bentuk daging. Makanan seperti ini dipastikan punya kandungan protein tinggi untuk hewan peliharaan. 

Kebutuhan dasar lain selama dari daging, kadang tak cukup atau sama sekali nihil dari nutrisi tambahan seperti mineral, vitamin hingga asam amino.

Apakah Raw Food untuk Kucing Sehat dan Aman?

Pemilik kucing yang baru merawat kucing atau masih bingung jenis makanan yang cocok, sering bertanya tentang keamanan raw food bagi kucing mereka untuk waktu panjang. 

Pertimbangan kesehatan dan keamanan mengonsumsi jenis makanan, menandakan Anda pemilik yang perduli pada hewan.

Beberapa kasus tertentu, saat makanan mentah jadi menu utama untuk kucing. Kemungkinan resiko dari makanan tersebut bisa mengandung patogen berbahaya. Jenis patogen seperti Salmonella hingga E. coli membuat kesehatan kucing menurun dan menimbulkan infeksi yang serius.

Inilah alasan mengapa makanan kucing kurang baik dalam kondisi mentah dan cara menghilangkan patogen tersebut dari memasak dengan benar.

Penyebab lain menjadi alasan kucing pelihara kurang tepat diberi raw food

Pengalaman kucing liar dalam konsumsi daging mentah memang lebih baik dalam pencernaan mereka dibanding manusia. Penyebabnya, kucing liar ada saluran pencernaan lebih pendek dan lebih asam dari manusia sehingga tetap sehat meski bertahun-tahun makan daging mentah.

Sementara beberapa dari kucing liar punya kemungkinan lain saat tak mampu makan makanan raw food, yang rata-rata ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Melihat hal ini, mereka mau tak mau butuh makanan yang lebih bersih melalui masakan.

Berbeda dengan kucing rumahan yang dikenal sebagai hewan peliharaan dalam rumah, meong mengonsumsi raw food lebih tinggi resiko menularkan patogen di permukaan. Misalnya pup, wadah makanan atau dari jilatan kucing di muka manusia.

Alasan lain Raw Food Kucing kurang tepat diberikan, pertimbangan anggota keluarga seperti wanita hamil, bayi hingga manula.

Faktor Pencegahan saat Raw Food Kucing 
Beberapa pertimbangan memberi Raw Food Kucing, jika tetap dilakukan. Anda bisa mengurangi faktor penularan dan pencegahan penularan patogen. Antara lain:
-menggunakan sarung tangan pelindung selama kontak dengan daging mentah hingga proses makan selesai
-wadah tempat makanan diletakkan di area yang bersih dan segera membersihkan setelah usai dipakai
-prioritaskan pada bahan daging yang masih beku untuk diolah
-pilih wadah tempat makan yang mudah dibersihkan, tidak memakai alas karpet dan sebagainya

Bahan diperlukan untuk mengolah raw food kucing:
daging hewani
tulang
telur 
suplemen tambahan 

Alat diperlukan mengolah raw food kucing:
alat giling daging
alat pemotong daging
wadah bahan stainless steel
sarung tangan pelindung

Selanjutnya, olah sumber hewani daging mentah dengan alat dan pelengkap yang tersedia menjadi sumber protein kucing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar