Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 30 Mei 2019

Air Kemasan atau Air Dimasak Lebih Sehat?

Air minum yang Anda konsumsi setiap hari, bisa bersumber dari banyak supplier. Mulai dari air yang dimasak langsung untuk menghemat pengeluaran atau bisa juga dengan cara membeli dalam bentuk kemasan. Saat ini berbagai kemasan praktis untuk air minum tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bentuk cup dan botol plastik hingga kebutuhan air yang lebih besar dalam bentuk galon.
unsplash.com

Mengutip hellosehat.com, bagi Anda yang perduli kesehatan, penyediaan air sehat untuk anggota keluarga, tentunya sangat penting. Pada umumnya, air yang diminum bisa bersumber pada dua penyedia, seperti air keran yang dimasak sendiri di rumah atau menggunakan kemasan air kemasan yang tersedia dalam berbagai merek.

Diantara Air Kemasan dan Air Masak Sendiri, Mana yang Lebih Sehat ?


Pertanyaan soal air minum yang dianggap lebih sehat bisa mendatang ragam pendapat dari masing-masing individu. Masing individu bisa memiliki pendapat berbeda soal air yang dianggap sehat diantara air kemasan dan air yang dimasak sendiri di rumah.

Tips Memilih Air Kemasan


Bagi sebagian orang yang beranggapan air kemasan lebih sehat, pendapat tersebut tidak salah secara keseluruhan. Umumnya, masyarakat awam memandang air kemasan dalam bentuk galon dan botol yang tersedia sudah di proses berdasar ketentuan kesehatan yang disyaratkan.

Air minum kemasan yang baik, umumnya sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sudah lolos untuk dijual di tengah masyarakat melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk mendapatkan air kemasan sehat dan bermanfaat untuk tubuh, ada beberapa tips yang perlu Anda ketahui dalam memilih air kemasan. Diantaranya:


  1. Suhu air kemasan
  2. Bentuk kemasan
  3. Tanggal kedaluwarsa
  4. Warna dan Bau
  5. Terdaftar di Departemen Kesehatan


Suhu air kemasan


Suhu air kemasan berkaitan erat dengan penempatan dalam penyimpanan. Cara penyimpanan yang tidak tepat seperti air kemasan yang terkena langsung sinar matahari, dapat mempercepat kualitas air.

Paparan sinar matahari yang dibiarkan mengenai air kemasan dalam waktu lama, selain merusak kualitas air di dalamnya, juga terkait dengan kemasan masing-masing produk tersebut. Secara umum, kemasan air minum yang menggunakan plastik tidak selalu sama dalam menggunakan standar plastiknya.


Bentuk kemasan


Untuk mendapat air kemasan yang baik, bentuk kemasan merupakan bagian penting yang perlu diketahui. Banyaknya merek air kemasan yang dijual di masyarakat, masing-masing kekuatan botol dan gelas bisa bermacam-macam.

Bentuk kemasan air minum yang terlihat penyok, sebaiknya pelu dihindari untuk menjaga kemungkinan bocor.


Tanggal kedaluwarsa


Tanggal kedaluwarsa air kemasan selalu dicantumkan dibagian tertentu. Seperti halnya kemasan makanan yang dibungkus plastik, air kemasan dalam gelas dan botol juga menempelkan tanggal kedaluwarsa.

Air kemasan yang sudah kedaluwarsa sebaiknya tidak dikonsumsi lagi karena sudah tidak layak di minum.


Warna dan Bau


Air minum dalam kemasan pada umumnya berwarna bening dan mudah dilihat dengan mata secara langsung.

Cara mendapatkan air kemasan yang baik untuk kesehatan, hindari air kemasan yang terlihat berubah warna, menimbulkan bau khas atau terasa ada rasa tertentu ketika di minum.

Air sehat dan berkualitas, tidak menimbulkan bau seperti air khas yang muncul dari zat kimia.

Cara lainnya adalah Anda bisa mengocok air kemasan yang akan diminum, jika ragu kualitasnya. Air kemasan yang dikocok dan saat dilihat dari cahaya, tidak terdapat serat putih seperti benang atau kapas di dalamnya. Air kemasan yang terdapat serat putih menandakan kualitas air sudah berkurang sehingga kurang layak dikonsumsi oleh manusia.


Terdaftar di Departemen Kesehatan


Label air kemasan memiliki tanda khusus dari Departemen Kesehatan. Umumnya kemasan air sehat di awali dengan kode MD atau ML No untuk menandakan jenis produk kemasan.

Air Rebusan Sendiri Boleh Diminum?


Berbeda dengan air kemasan yang mendapatkan SNI dan uji kesehatan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), maka air rebusan yang Anda masak sendiri dirumah, tentunya tidak ada standar baku dan telah diuji oleh Badan Kesehatan terkait.

Air rebusan yang Anda masak di rumah, bisa bersumber dari dua tempat, yakni air tanah yang menggunakan pompa yang ditampung di wadah penampungan. Atau menggunakan sumber lainnya, yakni air yang berasal dari PAM melalui jaringan instalasi.

Air yang berasal dari tanah langsung, pada umumnya tidak terjamin kualitas kesehatan airnya. Pemasangan pipa air tanah yang tidak sesuai aturan kesehatan, rentan terkontaminasi bakteri dan kemungkinan lain seperti pipa yang sudah lama terpakai.

Sumber air PAM standarnya sudah aman dikonsumsi karena sudah melewati proses kesehatan yang menjadi syarat penyaluran, sehingga tidak jarang ada keran air PAM yang sudah layak di konsumsi langsung tanpa harus dimasak.

Dalam penyaluran air PAM yang didistribusi ke rumah, beberapa kemungkinan bisa terjadi seperti penurunan kualitas pemasangan dalam penyalurannya. Terlebih lagi jika ada kebocoran di titik tertentu, sehingga tidak memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi langsung. Oleh karenanya, butuh pengujian ke lembaga untuk mendapatkan hasil terkini soal kelayakan air PAM yang didistribusi ke rumah Anda, apakah layak di konsumsi sebagai air minum atau tidak?

Memasak Air Bisa Menghilangkan Kuman dan Bakteri ?


Sementara ada syarat yang menyebutkan, bahwa air keran sebelum dikonsumsi maka perlu dimasak terlebih dahulu. Syarat tersebut ada benarnya jika untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang mungkin ada dalam air.

Namun tidak semua kuman dan bakteri bisa mati dengan cara dimasak, meski sudah direbus pada suhu mendidih.

Umumnya kuman yang bisa hidup diatas suhu mendidih diatas 100 derajat adalah bakteri yang ada dalam tanah, sungai dan danau. Jenis bakteri seperti Clostridium botulinum adalah salah satu contohnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar