Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 24 April 2019

Asam Urat, Manfaat Tersembunyi dan Cara Mencegahnya saat Berlebihan

Apa itu Asam Urat?

pixabay.com/cnick

Asam urat merupakan penyakit yang timbul dari penumpukan kadar asam urat diatas normal yang tidak mampu lagi dikeluarkan tubuh. Metabolisme tubuh dalam keadaan normal, rutin membuang zat kimia dalam bentuk urin dan feses.

Ketidakmampuan tubuh untuk membuang uric acid yang tinggi, dapat diakibatkan pola makan berlebihan yang mengandung purin sehingga tubuh menerima banyak zat kimia.

Masuknya purin jumlah besar dari konsumsi makanan, tubuh bekerja ekstra membuang sisa dari kelebihan yang diterima lewat urin dan feses.

Pada tahap ketidakmampuan tubuh mengelola kadar purin yang banyak, zat kimia yang tertinggal akan berubah menjadi kristal di area sendi.

Bagian sendi seperti lutut, pergelangan tangan dan kaki serta jempol kaki merupakan wilayah yang rentan terkena penyakit asam urat.

Makanan Penyebab Asam Urat


Makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu sumber penyebab kadar asam urat meningkat cepat. Jenis konsumsi makanan tinggi purin, perlu dikelola dengan baik jika mengetahui memiliki masalah oleh penyakit ini.

Secara alami, tubuh dapat menghasilkan purin. Purin merupakan zat kimia yang berubah menjadi asam urat, dapat bermanfaat bagi tubuh jika batas kadarnya tidak berlebihan.

Asam urat dalam tubuh bermanfaat sebagai antioksidan, Neuroprotektif, mempercepat perekrutan progenitor sel endotel dan berperan dalam sistem imun meningkatkan sel limfosit T untuk melawan tumor dengan menginduksi sel sitotoksik.

Beberapa makanan yang diketahui tinggi purin dan perlu dibatasi atau dihindari, seperti:

Pixabay.com


  • Jeroan (hati, babat, usus, paru, dll)
  • Kaldu daging
  • Sosis atau produk daging lainnya
  • Bebek
  • Burung
  • Ikan sarden dan ikan makerel
  • Makanan laut (kerang, udang, dan kepiting)
  • dll


Pada beberapa makanan lain, masih bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes namun dalam jumlah terbatas.

Untuk mendapatkan bahan makanan yang perlu dihindari dan dibatasi, kunjungan ke dokter akan sangat membantu Anda.

Penderita uric acid perlu menghindari dan membatasi makanan tertentu yang memiliki purin tinggi untuk mencegah penumpukan semakin tinggi, sehingga mengatur menu makanan yang dikonsumsi merupakan bagian penting mencegah gangguan penyakit muncul kembali.

Mereka yang Beresiko Asam Urat

PxHere

Mengutip ncbi.nlm.nih.gov, resiko penyakit bisa terjadi pada siapapun tanpa dibatasi umur, gender, dan tingkat ekonomi tertentu.

Sementara ada anggapan pria lebih sering mengalami uric acid, hal ini bisa terjadi disebabkan wanita lebih produktif menghasilkan hormon esterogen sehingga mencegah pembentukan asam urat. Namun wanita juga bisa mengalami uric acid saat memasuki usia menopause.

Beberapa kebiasaan lebih cenderung meningkatkan resiko uric acid, seperti:

pixabay.com

1. Minuman yang mengandung alkohol akan meningkatkan resiko uric acid.
2. Makanan tertentu seperti daging, makanan laut, minuman ringan yang menggunakan pemanis dan makanan tinggi fruktosa.
3. Untuk jenis obat dengan zat tertentu, juga disebutkan meningkatkan uric acid.
4. Penderita riwayat penyakit hipertensi, diabetes, obesitas dan penyakit tertentu lainnya, juga beresiko pada asam urat.


Cara Mencegah Asam Urat

flickr.com

Cara mencegah penyakit uric acid adalah menghindari dan memberi batas pada makanan tertentu seperti saran dokter.

Uric acid yang terjadi dari kadar purin yang tinggi, selain makanan dan minuman yang disebutkan, beberapa jenis sayuran dan buah-buah yang dikonsumsi dapat meningkatkan kadar uric acid.

Sayuran Penyebab Asam Urat
1. Sayuran Asparagus
2. Bayam
3. Nasi kembang kol
4. Kacang-kacangan
5. Jamur

Buah Penyebab uric acid
1, Durian
2, Nangka

Makanan Pencegah Asam Urat

Pexels.com

Makanan tinggi purin menyebabkan uric acid meningkat secara berlebihan, akibatnya tubuh sulit membuang zat kimia ini secara maksimal agar tidak menumpukan pada sendi.

Untuk mencegah uric acid, cara terbaik adalah kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan, jika diperlukan.

Beberapa makanan pencegah uric acid, diketahui dapat mengurangi dan mengobati asam urat, seperti:

1. Ceri
Buah ceri sebagai pengobatan uric acid telah dibuktikan dari penelitian yang sudah dilakukan. Kandungan allopurinol yang terdapat dalam ceri bekerja efektif menggurangi penumpukan kadar asam urat dalam tubuh.

Pengobatan asam urat dengan ceri dilakukan secara rutin setiap hari dengan mengkonsumsi sekitar 15 hingga 20 buah. Jika jumlah tersebut dianggap terlalu banyak dan merepotkan, dapat dibuat menjadi jus ceri.

2. Sari Cuka Apel
Sari cuka apel banyak manfaatnya untuk kesehatan dan perawatan. Kandungan sari cuka apel yang memiliki anti inflamasi, juga bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit saat uric acid kambuh.

Cara mengurangi sakit akibat asam urat dengan sari cuka apel adalah mencampurkan 1 sendok makan sari cuka apel, madu dan air hangat segelas. Minum setiap pagi efektif mencegah sakit yang timbul karena uric acid.

3. Pisang
Buah pisang dikenal makanan multifungsi untuk banyak orang. Buah ini selain bermanfaat sebagai sumber kalori, juga berkhasiat mengubah kristal asam urat menjadi cair karena mengandung potasium.

Cara pengobatan uric acid dengan pisang adalah makan minimal 2 pisang setiap hari.

4. Jahe
Jahe sering dipakai sebagai bahan utama untuk minuman dan makanan tertentu. Kandungan zat anti inflamasi jahe bermanfaat mencegah peradangan dan mengurangi bengkak akibat asam urat.

Cara pengobatan asam urat dengan jahe bisa dibuat sebagai minuman hangat, minum setiap pagi satu gelas untuk mencegah peradangan sekaligus mengempeskan bengkak akibat uric acid.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar