Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 21 Februari 2019

Gejala Penyakit Leptospirosis, Dari Deman, Muntah dan Mata Merah

Leptospirosis 


Leptospirosis mungkin kata yang kurang begitu dikenal oleh masyarakat umum. Leptospirosis atau kencing tikus adalah gangguan kesehatan yang dialami manusia dan mahluk hidup lain karena bakteri leptospira interrogans. Proses penularan pada manusia, terjadi akibat urine hewan terinfeksi maupun pada lingkungan terinfeksi saat bersentuhan dengan tubuh secara langsung.

Sumber Pexels.com

Dalam proses penularan yang sering terjadi pada manusia, beberapa hewan seperti anjing, kucing dan sebagian kelompok ternak sering menjadi tempat bakteri. Bakteri leptospira interrogans ada dalam hewan terinfeksi mampu bertahan hidup di organ ginjal.

Dimana awal bakteri Leptospirosis 


Memiliki kemampuan bertahan hidup yang cukup lama, bakteri leptospira interrogans menetap dalam ginjal makhluk yang terinfeksi, sehingga bakteri banyak berasal dari urine atau air kencing tersebut.

Sumber Pexels.com


Bakteri ini dapat bertahan berbulan-bulan pada hewan, untuk manusia mampu hidup selama 60 hari, hal ini disebabkan manusia sebagai induk semang terakhir sehingga sangat jarang terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Siapa paling beresiko


Penularan penyakit leptospirosis yang paling dominan dilakukan oleh hewan tikus. Hewan pengerat sering menjadi sumber penularan penyakit tersebut.
Penyakit leptospirosis cenderung dijumpai di area sawah, lingkungan yang kotor dan banjir dan tempat yang menjadi sarang tikus.

Sumber Pexels.com

Dalam penyebutan umum, leptospirosis sering dikenal sebagai penyakit kencing tikus yang banyak terdapat pada tempat yang kotor dan banjir yang telah tercemar bakteri, sehingga sering disarankan pakar kesehatan untuk membiasakan hidup bersih dengan mencuci tangan dan kaki dengan sabun, terlebih mengalami banjir atau terpapar air di luar rumah.

Proses penularan


Dalam proses penularan penyakit kencing tikus yang mengandung bakteri, leptospirosis sering menginfeksi manusia setelah terkena paparan air dan kontak pada bagian yang terinfeksi.

Bakteri leptospirosis sendiri adalah penyakit menular yang bekerja lambat, perlu berjam-jam untuk memasuki tubuh manusia. Luka yang terdapat di tubuh, sering menjadi pintu masuk penyakit ini.

Sumber Pexels.com


Dalam gejala awal, penyembuhan penyakit leptospirosis terbilang mudah saat penderita mengalami flu. Pasien harus segera melakukan konsultasi pada dokter untuk memastikan jenis flu yang dialami, saat diketahui flu karena leptospirosis maka dapat menggunakan antibiotik. Terlebih lagi dalam perkembangan teknologi saat ini, tersedia alat untuk mendeteksi leptospirosis dengan cepat.

Beberapa gejala yang sering dialami ketika terindikasi leptospirosis, diantaranya:


  1. Mual
  2. Muntah
  3. Meriang
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri otot
  6. Sakit perut
  7. Diare
  8. Kulit atau area putih pada mata yang menguning
  9. Demam
  10. Ruam


Umumnya, gejala leptospirosis mulai terasa dalam kurun 2 minggu pada awal penderita mengalami infeksi. Namun pada beberapa catatan kesehatan, gejala leptospirosis bisa dialami setelah 1 bulan.

Sumber Pexels.com


Selama proses penyembuhan saat penderita leptospirosis terdeteksi di awal gejala, pasien diperkirakan dapat pulih untuk 1 minggu saat sistem kekebalan tubuh mampu mengusir bakteri yang ada didalam tubuh.

Pengabaian gejala awal saat terkena infeksi awal, penderita akan memasuki tahap kedua dengan sebutan penyakit Weil. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit Weil, pasien mulai merasakan nyeri di bagian dada dan terdapat pembengkakan di bagian tangan dan kaki. Dalam kondisi tertentu, tahap kedua dari penyakit kencing tikus bisa menyerang bagian tubuh lain.

*

Penyakit leptospirosis atau kencing tikus yang dapat menular kepada manusia, menjaga kebersihan tubuh dan memperhatikan konsumsi minuman yang akan di minum sangat penting dalam pencegahan.

Sumber Pexels.com


Tikus yang sering menjadi sumber penyebaran penyakit dengan air kencing ataupun kontak langsung, sikap menjaga kebersihan lingkungan agar tidak kotor menjadi langkah antisipasi mengusir hewan pengerat tersebut tinggal.

Hal terpenting lain saat tubuh terkena paparan air dan terendam banjir, membersihkan tubuh dengan sabun sangat perlu untuk mencegah kemungkinan bakteri leptospirosis menempel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar