Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 13 Februari 2019

Dampak Polusi Udara Untuk Kesehatan yang Dilupakan

Sehat - Makin bertumbuh peradaban dan peningkatan teknologi yang memudahkan manusia dalam kehidupan, menjadi salah satu pencapaian gemilang yang berhasil dilakukan hingga saat ini. Peningkatan penggunaan barang dan peralatan modern, maka kenaikan polusi udara mulai memberi dampak yang patut diperhatikan, khususnya di sektor kesehatan.
Sumber pixels.com

Ruang lingkup masyarakat yang tidak terlepas dari polusi udara. Dimulai sejak pagi hari hingga menjelang malam, perlahan-lahan memicu efek kesehatan.

Beberapa dampak polusi udara pada kesehatan. Kini sejumlah penyakit mulai bermunculan akibat buruknya udara di sekitar manusia.


1, Memperlemah fungsi tulang

Dalam penelitian jurnal The Lancet Planetary Health menjelaskan, pengaruh polusi udara yang dirasakan manusia, secara tidak langsung telah meningkatkan resiko osteoporosis dan kecenderungan untuk mengalami patah tulang. Studi dalam penelitian dengan sampel masyarakat di tempat tinggal yang diketahui memiliki polusi tinggi, resiko masyarakat lebih mudah mengidap masalah tulang yang cepat keropos dibandingan dengan sosok yang sedikit terpapar polusi udara.

2. Pengaruh kesuburan pria

Jarang terungkap tentang penelitian terhadap pengaruh kesuburan pria, dalam penelitian yang ditulis oleh Xiang Qian, PhD, asisten profesor di Jockey Club School of Public Health and Primary Care di Chinese University of Hong Kong menganalisis sperma dari 6.475 pria berusia 15 hingga 49 tahun, dan menemukan bahwa pria yang menghirup lebih banyak polusi lebih cenderung memiliki sperma yang lebih kecil dan berbentuk tidak normal. Dalam penelitian tersebut, pengaruh polusi udara memiliki hubungan erat dengan kualitas kesuburan pria menjadi semakin buruk.

3. Resiko penuaan dini

Paparan polusi udara yang tinggi pada manusia di suatu wilayah. Sejumlah studi yang dilakukan untuk mencari hubungan dengan penuaan dini sangat berkaitan erat. Masyarakat perkotaan yang lebih mudah terpapar kotornya udara, membuat percepatan menjadi tua di bagian kulit akibat perubahan susunan pigmentasi.

Adam Friedman, MD, profesor Dermatologi dan direktur dari Oncodermatology Clinic di George Washington School of Medicine and Health Sciences, Washington menjelaskan, pengaruh polusi yang membawa zat-zat buruk pada kulit dan sel-sel, selain menganggu kinerja kulit secara optimal juga menggurangi kemampuan kulit untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Gejala yang timbul pada kulit dari polusi udara, bagian kulit memperlihatkan bintik-bintik dan kerutan yang tampak membuat longgar menjadi lipatan.

4. Efek organ dalam

Pengaruh polusi udara lain yang berpengaruh pada manusia, banyak terjadi di bagian dalam tubuh. Penelitian dari Duke University menemukan bahwa paparan polusi udara yang terdapat di perkotaan dapat menghilangkan efek positif dari olahraga yang dilakukan pada orang-orang berusia 60 tahun.

5. Tingginya resiko autisme

Masa mengandung yang dialami seorang ibu yang berada di wilayah polusi tinggi. Menjadi salah satu penyebab perkembangan janin tidak maksimal. Beberapa resiko yang dapat dialami bayi pada sektor kesehatannya, periode trimester ketiga wanita hamil diketahui lebih tinggi dua kali lipat cenderung melahirkan anak autisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar