Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Sabtu, 25 Agustus 2018

Minat Beli Motor Matic Honda PCX150, Kenali Untung Ruginya

Mesin motor matic makin terlihat bergeser dan terprogram secara tidak Anda sadari. Beberapa peluncuran motor yang membawa kapasitas besar pada variasi matic saat ini semakin menjamur di Indonesia. Misalnya saja, produsen Honda yang mengeluarkan Honda PCX 150. Sepeda motor matic Honda yang diprogram meluncur dari 2017 mempunyai dua perbedaan yang sangat penting diketahui. Yakni tipe CBS (non ABS dan ABS). Apa perbedaan antara dua variasi tunggangan tersebut?


Referensi pihak ketiga

Sejauh landasan yang disematkan sebagai jantung untuk memacu kecepatan kedua PCX 150, variasi motor matic sama saja. Motor 150 cc membatasi 4 tahap SOHC dengan kerangka pasokan bahan bakar PGM-FI. Mesin ini menggunakan cairan pendingin yang dapat melepaskan intensitas 14,7 PS pada 8,500 rpm dan torsi paling ekstrim 13,2 Nm pada 6.500 rpm.

Mereka berdua memanfaatkan suspensi teleskopik di depan dan kembar di belakang. Sejalan dengan itu, ban menggunakan jenis konservatif berukuran 100/80 - 14 M / C di depan dan 120/70 - 14 M / C di belakang.

Hanya saja sepeda motor yang datang dengan desain dan ukuran 1.923 x 745 x 1.107 mm memiliki berat alternatif. Jika CBS non-ABS memiliki berat 131 kg, ABS terdiri dari 132 kg. Kedua variasi memiliki perbedaan berat 1 kg.

Perbedaan dari dua variasi PCX diakui dalam mekanisme penghentian saat menggunakan sistem rem. Memanfaatkan mekanisme Combi Stopping (CBS) dan mekanisme perlambatan yang dipantau secara elektronik (ABS).


Referensi pihak ketiga

Kedua mekanisme untuk perlambatan ini memiliki kapasitas beragam. Kerangka kerja CBS bekerja dengan menyebarluaskan kapasitas ke dua segmen, tuas ungkit dan roda belakang. Dengan tujuan pengetuk knocker menekan penggerak tekanan yang responsnya akan menggerakkan rem cakram depan. Daya CBS dengan kaliper 3 silinder akan memisahkan daya pengereman pada dua roda, depan dan belakang di tengah prosedur pengereman.


Referensi pihak ketiga

Sementara kerangka ABS adalah kerangka untuk menghentikan penguncian roda ketika rem ditarik tiba-tiba atau terlalu keras. Mekanisme penghentian ini memungkinkan prosedur pengereman terjadi secara bertahap tanpa mengunci roda secara langsung.

Dalam kasus jika mengalami penguncian terjadi, kerangka ABS akan mengidentifikasi sensor, akan mengirim sinyal ke modul dan membuat silinder pinston untuk melepaskan. Pada titik ketika tekanan roda berkurang, silinder rem akan meningkat lagi.

Kedua mekanisme rem untuk perlambatan ini memiliki poin yang menarik. Dalam kerangka CBS, pengereman dipandang lebih ideal karena dilakukan secara langsung oleh rem depan dan belakang. Sistem ABS, memungkinkan kendaraan tidak mengalami slip saat pengereman.

Diperkirakan harga kisaran Honda menjual PCX 150 sekitar Rp. 27,8 juta untuk CBS (non-ABS) dan Rp. 30,8 juta untuk variasi ABS.


Referensi pihak ketiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar