Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 17 Agustus 2018

7 Cara Menjaga Kebersihan Sebelum Sabun Terkenal

Bisnis pembersih untuk tubuh mulai menjadi bagian kebersihan ketika seseorang mandi. Sabun kebersihan yang mulai tumbuh secara global di abad ke 16 M ini, memiliki beberapa tradisi dari berbagai negara untuk membersihkan diri ketika mandi. Sebelum ada pembersih sejenis sabun, ada beberapa hal yang sering digunakan orang tua jaman dulu untuk mandi membersihkan tubuh dan mencuci.

Cara Menjaga Kebersihan Sebelum Sabun Terkenal

1. Aliran air


Aliran air digunakan untuk membersihkan kotoran dan aroma bau yang melekat. Jaman dulu, semua orang terutama wanita bersama-sama membersihkan noda dan bau dengan air sebagai cara ideal. Beberapa sumber yang digunakan saat itu sepertibatu-batu untuk menggosok dan sebagai pengilas pakaian yang dicuci, Kemudian dikeringkan di cabang-cabang memanfaatkan sinar matahari.

2. Air mendidih


Untuk individu tinggal di lokasi jauh dari sungai, prosedur pencucian mudah dilakukan hingga selesai dengan menyerapnya pakaian pada wadah penampung yang panaskan dengan kompor. Setelah waktu tertentu, pakaian yang dicuci akan di peras dan juga dibersihkan dengan kayu sembarin memukulnya untuk menghilangkan noda yang melekat. Selanjutnya melakukan bilasan menggunakan air bersih.

3. Air cucian beras


Di tengah-tengah pemerintahan Kaisar Qin (221-206 SM), orang-orang menggunakan air bekas pencuci beras sebagai metode membersihkan pakaian dan juga untuk mandi sekaligus membasahi rambut.

4. Lumpur, batu apung, pasir dan bubuk


Pada zaman kuno, individu-individu yang tinggal di dekat air dan memahami fungsi kebersihan menggunakan alat pembersih, mereka mencuci dan membersihkan pakaian menggunakan .

Penduduk Yunani kuno gemar menggunakan air, tanah, batu apung, pasir dan bubuk.

Orang-orang Romawi memiliki tradisi yang hampir sama, ketika membersihkan badan saat mandi, selalu menggosok tubuh mereka dengan pasir dan batu apung.

5. Bahan-bahan nabati


Budaya Cina menggunakan bahan-bahan nabati sebagai ramuan untuk menjaga kerapian dan kecerahan pakaian. Seperti serbuk serangga nektar yang dihancurkan untuk diambil untuk menghilangkan tanah dan noda. Nama Mandarin untuk cara ini adalah Fei Zao (baca fei cao), yang terus dimanfaatkan dalam situasi saat ini sebagai pembersih.

6. Pankreas babi


Pembersih yang disebut kacang mandi digunakan di tengah-tengah kekuasaan Dinasti Utara dan Selatan (420-589). "kacang" diproduksi menggunakan pankreas babi yang disiapkan, ramuan ini akan melepaskan senyawa dan membuat efek buih bersama dengan saponin dan lesitin terdaoat dalam kacang.

7. Produk alami Lerak


Populasi umum dari masyarakat Malang dan Jawa kuno mencuci pakaian mereka dengan produk alami Lerak, benih pohon lerak menciptakan buih yang kapasitasnya berguna untuk mencuci dan membersihkan.

Produk organik ini mengandung campuran Saponin, zat yang membuat buih, saponin sendiri dapat membersihkan dan mencuci bersih berbagai kotoran.

Saat ini banyak penjual dan pedagang emas lebih sering menggunakannya sebagai pembersih daripada senyawa sintetis untuk mengusir warna gelap dengan tujuan agar emas terlihat baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar