Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 06 Juli 2018

Stres Dapat Menyebabkan Rambut Rontok

Mengalami stres adalah salah satu awal yang menjadi tanda akan gangguan kesehatan, jika Anda tidak mampu mengatasinya. Masalah yang diakibatkan stres, sering berhubungan dengan rambut rontok dan rambut menipis. Selain itu, kerontokan rambut yang terjadi pada wanita, akan membuat lebih panik karena rambut sehat merupakan mahkota yang sangat penting bagi penampilan wanita.

Hindari stres untuk menjaga kesehatan rambut


Secara umum kejadian rambut rontok adalah gangguan yang banyak dialami pria dan wanita. Pemakaian produk perawatan rambut yang mahal untuk mencegah kerontokan, kadang tidak 100% dapat mengatasi dengan sempurna. Kerontokan rambut yang berhubungan dengan stres merupakan salah satu penyebab yang menjadi alasan rambut tidak sehat. Sehingga jika rambut rontok akibat stres, jika dibiarkan tanpa dilakukan pengobatan, dapat menjadi stres karena rambut rontok.

Stres dan pengaruh rambut rontok

Rambut yang rontok pada seorang bisa ditimbulkan banyak faktor, salah satunya stres. Saat seorang berada dalam dunia stres, hal ini akan membangkitkan produksi hormon testosteron. Hormon yang bertanggung jawab pada kebotakan pada pria, gejala yang mudah dikenali ketika Anda ada dalam dunia stres seperti tegang beberapa bagian tubuh, diantaranya syaraf leher dan bagian bahu yang mengeras, ini akan menghambat sikulasi darah yang membawa oksigen untuk nutrisi kulit kepala. Selain itu, stres memberikan kerusakan pada folikel dan berakibat rambut mudah rontok karena lemah tanpa dicukupi nutrisi rambut. Jika berlangsung lama, dipastikan akan mempercepat rambut rontok dalam jumlah yang lebih besar.

Mengutip laman Mayo Clinic, Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater menjelaskan, stres dan rambut rontok memang punya keterkaitan satu sama lain. Daniel memaparkan, ada tiga kondisi penyebab rambut rontok yang dikaitkan dengan stres tingkat tinggi.

Kondisi stres dan pemicu rambut rontok

1. Alopecia areata
Alopecia areata adalah suatu kondisi rambut rontok yang umumnya terjadi pada daerah yang berbatas seperti kulit kepala. Banyak faktor penyebab alopesia areata, termasuk salah satunya stres berat. Orang dengan alopecia areata, sel darah putih akan menyerang folikel rambut, menghentikan pertumbuhan rambut, sehingga membuat rambut rontok.

2. Telogen effluvium
Telogen effluvium adalah bentuk alopesia yang ditandai dengan kerontokan rambut secara difus, kerontokan rambut dapat terjadi secara akut maupun kronis. Dalam kondisi ini, stres emosional atau stres fisik turut mendorong pertumbuhan rambut masuk ke dalam fase istirahat. Dalam beberapa bulan, rambut-rambut yang terkena efeknya akan tanggal secara tiba-tiba. Misalnya, saat Anda sedang menyisir atau sedang keramas.

3. Trikotilomania
Trikotilomania adalah gambaran kondisi kejiwaan di mana orang memiliki kecenderungan menarik rambut, alis atau bagian lain dari tubuh mereka sendiri. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya sedang mengalami masalah dengan perasaannya (tidak nyaman), seperti stres, cemas, tegang, kelelahan, kesepian, atau frustrasi. Stres dan rambut rontok tidak selalu membawa dampak serius jika Anda mampu mengendalikan stres.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar