Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 04 Juli 2018

Punya Motor Matik? Baca Cara Merawat Motor Matic

Jika Anda memiliki motor matic, ketika pembelian baru pasti mendapatkan buku pedoman dan petunjuk yang perlu diketahui pemiliknya. Saat Anda membaca buku pedoman tersebut, secara tidak langsung Anda sudah mendapatkan pengetahuan berguna untuk memahami aturan pakai hingga larangan yang dapat membahayakan pengemudi dan orang lain.
Baca Cara Merawat Motor Matic Agar Mesin Selalu Ngacir

Mengutip laman finansialku.com, minimal ada bagian penting ketika Anda ingin melakukan perawatan motor matic secara mandiri.

Perawatan motor matic yang perlu diperhatikan


1. Memanaskan Motor Matic Setiap Hari
Sebelum Anda menggunakan motor matic, setiap harinya Anda harus memanaskan mesin motor. Entah pada hari itu Anda akan memakainya atau tidak. Tujuannya untuk membuat mesin motor matic tetap awet, durasi dalam memanaskan mesin motor matic sekitar 5 hingga 10 menit. Se;ain itu, gunakan tuas kick starter ketimbang starter elektrik ketika akan memanaskan pada pagi hari.

2. Gunakan Kecepatan Gas yang Stabil
Ketika menggunakan motor matic, Anda disarankan untuk tidak memacu kecepatan tinggi pada mesin motor matic dan kemudian menurunkan kecepatan secara tiba-tiba. Hal ini akan sangat mempengaruhi usia dari mesin Anda. Tentu akan membuat mesin motor matic Anda menjadi tidak awet dan juga karet van belt yang juga gampang putus.

3. Cek Isi Tangki Bensin
Jangan biarkan mesin motor matic Anda bermasalah hanya karena terlalu sering kehabisan bensin. Isi tangki bensin dan usahakan tidak sampai kehabisan dan mogok di tengah jalan.

Rutin service berkala Cara Merawat Motor Matic


4 Rutin Ganti Oli
Usahakan agar speedometer motor matic Anda selalu berfungsi. Jika speedometer Anda tidak berfungsi, ada baiknya Anda segera ke bengkel untuk memperbaikinya. Melalui speedometer, selain mendapatkan keterangan mengenai isi tangki bensin, juga jumlah kilometer yang telah ditempuh oleh motor matic.

Jika motor matic Anda sudah melaju hingga kilometer 1.000 km, Anda perlu mengganti oli transmisi motor (oli gardan) dan maksimal pada total 5.000 km. Untuk pengantian oli gardan kurang lebih 2 hingga 3 bulan sekali, perlu mengganti oli tersebut.

5 Perawatan Aki (Accu)
Selalu rutin ganti aki motor matic Anda setiap 7 hingga 8 bulan sekali. Pengguna motor matik mungkin pernah mengalami mesin tiba-tiba matik saat berkendara. Padahal, bensin masih cukup dan motor baru saja diservis beberapa waktu lalu. Saat mesin coba dinyalakan dengan menggunakan starter elektrik, tidak ada respons. Ketika mesin dihidupkan menggunakan starter engkol, sempat hidup sebentar namun kembali mati. Jika Anda pernah mengalami kejadian seperti itu, bisa jadi masalah ada pada aki. Aki yang soak bisa menyebabkan mesin motor matik mati mendadak.

6. Ganti V-belt setelah mewat masa pakai
Pernahkah Anda mengalami putusnya van belt ketika Anda sedang berkendara dengan motor matic Anda? Jangan sampai hal ini terjadi karena tentu akan sangat menghambat perjalanan Anda.
Dengan putusnya tali van belt yang terbuat dari karet tersebut, maka motor matic Anda tidak akan bisa melaju.
Van belt layaknya rantai pada motor bebek. Setiap kali Anda ke bengkel, selalu tanyakan kondisi van belt dan roller apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selalu gunakan suku cadang yang original agar menghindari kerusakan spare part lainnya yang akan menyusahkan Anda.

Lakukan penggantian untuk membuat motor matik bertenaga


7. Servis Berkala
Lakukan servis berkala mengganti oli, Anda juga dapat mengecek kondisi dan performa dari motor matic Anda. Dengan melakukan servis secara berkala, Anda juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika ternyata motor matic Anda sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

8. Periksa Busi Motor
Walaupun busi motor hanya bagian kecil dari sebuah motor matic, namun tanpa busi motor yang baik, maka motor matic Anda juga tidak akan bisa digunakan. Usahakan secara rutin untuk cek busi pada motor matic Anda

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar