Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Minggu, 01 Juli 2018

Arti Kode Pada Simbol Kemasan Botol Plastik

Arti kode pada simbol yang dicantumkan dalam botol kemasan plastik adalah sebuah pemberitahuan yang perlu Anda ketahui dengan benar. Hal ini sangat penting untuk kesehatan. Kode yang tercantum yang bisa dilihat pada bagian bawah botol memiliki beragam simbol. Jika Anda salah menggunakan plastik yang tidak sesuai untuk penggunaannya, dalam jangka panjang dapat memicu penyakit berbahaya.

Dalam arti kode tertentu, ada alat plastik yang sebaiknya digunakan untuk peralatan bayi. Seperti mengutip keterangan yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Cara Melihat Kode dan Mencetak Simbol untuk Plastik

Dalam standar yang sudah ditetapkan, Anda dapat menemukan kode-kode yang menjelaskan beberapa simbol untuk digunakan. Biasanya beberapa tanda umum untuk mencirikan jenis plastik dapat Anda lihat seperti :
1. Berada atau terletak di bagian bawah plastik, seperti gelas plastik, botol plastik.
2. Menggunakan simbol segitiga yang disesuaikan untuk penggunaan.
3. Selalu tertulis angka dalam kode.
4. Umumnya menyertakan jenis dan nama plastik tidak jauh dari segitiga.

Arti Kode Kemasan Botol Plastik Yang Perlu Anda Tahu

Arti Kode Pada Kemasan Botol Plastik

Jenis Plastik Kode 1 Bahan PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate)



Tanda jenis plastik PETE banyak terdapat pada kemasan yang mencetak logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang menggunakan warna jernih dantransparan, sehingga mudah diketahui secara langsung karena tembus pandang. Umumnya botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.


Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester

Jenis Plastik Kode 2 Bahan HDPE (High Density Polyethylene)

Jika Anda melihat kode lain dibagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Secara umum penggunaan kode dan simbol ini untuk dipakai pada botol susu warna putih, Tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain-lain.

Perbedaan yang ada dalam botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi, namun bukan untuk penggunaan suhu rendah. Plastik kode HDPE dengan kode segitiga angka 2 merupakan bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia. Umumnya kemasan plastik simbol yang menggunakan HDPE dengan makanan dan minuman.

Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan untuk pemakaian masa pakai tertentu karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

Jenis Plastik dengan kode 3 Bahan PVC (Polyvinyl Chloride)

Tulisan untuk simbol jenis plastik PVC dapat berbentuk warna merah disertai angka 3 di bagian tengah serta tulisan V.

Arti dari huruf V yang tercetak dalam plastik menjelaskan jenis PVC (polyvinyl chloride). PVC adalah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Beberapa contoh produk plastik yang sering ada kode PVC ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.


Jenis Plastik Dengan Kode 4 LDPE (Low Density Polyethylene)

Kemasan plastik yang aman untuk digunakan adalah menggunakan kode dengan simbol logo daur ulang dan tercetak angka 4 di tengahnya, selain itu ada tulisan LDPE. Proses olah yang digunakan untuk LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic). Jenis ini dari minyak bumi dan dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.


Sifat keamanan yang diberikan kode LDPE relatif lebih kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat peka dengan reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat di daur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan wadah penyimpanan yang kuat.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.


Jenis Plastik Yang Menggunakan Kode 5 Bahan Dasar PP (polypropylene)

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

Jenis Plastik Yang Menggunakan Kode 6 Bahan PS (Polystyrene)

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit di daur ulang. Bila di daur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.

Jenis Plastik Yang Menggunakan Kode 7 Bahan Campuran OTHER (Polycarbonate)

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia n suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi.

Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC (polycarbonate) dpt ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula.

Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan n minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat dan kanker testis bagi laki-laki. Sedangkan bagi perempuan dampak yang ditimbulkan oleh BPA (Bisphenol-A) antara lain: ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau di tuang air panas.

Hal Penting Yang Perlu Anda Ketahui Dengan Kode Pada Simbol Kemasan Plastik

• Hati-hati dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai.
• Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS)

Saran penggunaan kemasan plastik botol susu untuk bayi Menggunakan kode Aman

1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
5. Hindari penggunaan botol polikarbonat yang mengandung BPA. Sebagai gantinya gunakan botol bebas BPA, atau botol yang terbuat dari gelas/kaca.
6. Ketika membeli botol plastik, pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene, yang tidak keras dan tidak mengkilat.
7. Carilah tanda "BPA-free" pada kaleng atau botol susu yang Anda beli.
8. Belajar membaca kandungan dalam plastik. Singkirkan produk plastik yang mengandung bahan-bahan seperti DBP dan DEP, DEHP, DMP. Gunakan polyethylene, dan hindari polikarbonat.
9. Cucilah botol dgn menggunakan spons yang halus agar tidak merusak lapisan plastiknya.
10. Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah TERGORES/RUSAK atau kusam
11. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik karena dapat memicu pelepasan BPA. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah gelas/kaca atau keramik.
12. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
13. Berikan ASI langsung dari sumbernya. Dijamin 100% BPA-free
14. Jika si kecil sudah bisa menggenggam dan memegang, ajarkan dan biasakan minum dari gelas atau training cup yang aman material dasarnya.
15. Untuk menyuapi si kecil, mangkok makanan dari bahan yang aman, misalnya keramik, plastic BPA-free, atau melamin kualitas baik
Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum.
Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.

Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum

Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Sumber  : anehdidunia.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar