Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Selasa, 03 Juli 2018

6 Penyebab Jerawat yang Muncul

Penyebab jerawat yang sering muncul pada bagian wajah dapat karena menumpuknya kotoran dan kulit berminyak, selain itu, faktor pengaruh hormon dari tubuh merupakan salah satu pemicu lain yang tidak dapat dipisahkan.


Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.

Mengutip laman grid.id 2018, menerangkan, sedikitnya ada 6 penyebab yang perlu diketahui tentang jerawat muncul tanpa berakhir, diantaranya disebabkan oleh hormon.

Penyebab Jerawat yang Muncul


1. Disebabkan oleh minyak

Jerawat yang di picu dari rangsangan hormon bisa berbentuk komedo putih dan hitam, pada tingkat infeksi dan peradangan sering warna jerawat menjadi merah. Beberapa sumber yang mengundang jerawat disebabkan karena terlalu banyaknya minyak yang menumpuk di pori-pori. Penyebab lainnya bisa karena bakteri dan sel kulit yang menempel karena makeup, dan beberapa sebab malas mencuci muka ketika melakukan berolahraga. Penyebab meningkatnya kadar minyak pada kulit yaitu karena hormon.

Kebiasaan sehari-hari dalam gaya hidup ketika makan dapat menjadi alasan mengapa hormon penyebab jerawat sering lebih banyak. Beberapa jenis-jenis makanan yang memicu jerawat seperti dilansir Hubpages.com, Selasa (8/1/2011):


  • 1. Makanan berlemak, terlalu berlemak adalah salah satu jenis yang banyak dikonsumsi, namun kebiasaan makan yang tidak seimbang dan berakibat banyak mengkonsumsi lemak akan menghambat transportasi oksigen dan nutrisi ke sel. Salah satu gangguna yang sering ditimbulkan dari makanan lemak berlebihan, gangguan metabolisme  sehingga kadar gula dalam darah akan mudah mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis. Pada saat terjadi peningkatan, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat. 
  • Susu dan produk olahan, kandungan lemak dalam susu dan produk olahan selain dapat menyehatkan dan sering dianjurkan, namun sangat tinggi sebagai pemicu hormon terhadap jerawat. Dari beberapa asupan favorit yang sering dijumpai menggunakan bahan dasar susu seperti es krim, keju dan produk olahan susu sebaiknya dihindari pemilik wajah berjerawat untuk mendapatkan wajah mulus.
  • Gula olahan, pelengkap rasa yang sering dikonsumsi beberapa orang, gula yang memberi rasa manis hampir ada pada semua makanan termasuk buah-buahan. Hal berbeda jika Anda konsumsi buah-buahan secara utuh, jenis gula yang dikandungnya adalah gula kompleks berupa serat dan karbohidrat dengan resiko tidak terlalu meningkatkan kadar gula darah. Gula olahan yang sering menjadi masalah bagi jerawat jika berubah ke bentuk yang lebih sederhana, melalui proses pengolahan. Gula pasir merupakan bentuk gula sederhana yang memicu jerawat dan banyak dipakai dalam permen maupun berbagai jenis kue. 
  • Kafein, minuman jenis kopi, teh, minuman bersoda dan beberapa jenis obat untuk menghilangkan rasa nyeri merupakan sumber yang sering tidak mendapat perhatian. Dalam kandungan yang bersumber dari minuman kafein bisa makin membuat pertumbuhan jerawat tidak terkendali. Minuman jenis kafein merangsang kelenjar adrenalin, sehingga bisa meningkatkan kadar stres yang menjadi pemicu jerawat selalu ada pada kulit.
  • Makanan olahan, produk makanan cepat saji dan produk makanan olahan sering mengandung bahan tambahan termasuk pengawet. Konsumsi yang tidak sehat dan berlebihan dari bahan-bahan olahan akan membuat sulit pencernaan tubuh dan bisa meningkatkan peradangan jerawat yang sudah mengalami infeksi.

Kenali Enzim Penyebab Jerawat


2. Enzim hormon jerawat

Banyaknya hormon jerawat dalam tubuh salah satu penyebab jerawat sulit disembuhkan, umumnya  hormon akan membuat warna jerawat menjadi merah dan letaknya lebih dalam daripada jerawat biasa sehingga sulit untuk diobati. Beberapa orang yang sering mengalami gangguan jerawat, memiliki enzim di dalam minyak sehingga membuat pori-pori terluka dan memicu peradangan.

3. Peningkatan hormon alami tubuh

Pada beberapa penyebab jerawat yang muncul pada seseorang tidak selalu karena kotoran yang menumpuk dari faktor luar. Masa menstruasi, stress yang terlalu tinggi dan kurang tidur membuat hormon menjadi tidak normal dan mempengaruhi kesehatan kulit. Stress tekanan tinggi akan membuat lonjakan fluktuasi hormon kepada kelenjar adrenalin untuk memproduksi hormon kortisol. Setiap kali tubuh mengeluarkan kortisol, biasanya diikuti dengan hormon testosterone (yang banyak dimiliki laki-laki) dan akan memicu produksi minyak penyebab munculnya jerawat.

Kulit Yang Tidak Sehat Penyebab Jerawat Muncul


4. Menjaga tetap bersih

Menjaga kebersihan kulit ketika masalah jerawat datang adalah hal penting yang sering terabaikan. Dari beberapa orang yang mengetahui, kebiasaan memencet jerawat adalah cara yang kurang tepat. Kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar sehingga memencet jerawat untuk dikeluarkan akan membuat jerawat semakin meradang dan memerah. Akibat kebersihan dari sentuhan tangan dan masuknya bakteri melalui lubang luka, akan membuat jerawat makin menghitam dan menimbulkan bekas luka.

5. Pengobatan

Dalam kondisi kulit yang selalu dipenuhi jerawat, menjaga pori-pori tetap bersih memang jadi tahap penting untuk mendapatkan kulit yang bersih.

6. Kunjungi dokter kulit

Ada banyak pengobatan tradisional alami untuk membantu Anda menghilangkan jerawat. Namun ada batas waktu yang perlu diperhatikan supaya jerawat tidak membuat infeksi dan peradangan dalam kulit. Cara efektif dan banyak dilakukan adalah konsultasi ke dokter kulit untuk mendapat pengobatan, itu merupakan pilihan yang tepat. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik jika diperlukan, lebih jauh ketika Anda berkunjung ke dokter kulit, Anda akan mendapatkan banyak informasi seperti jenis kulit serta seberapa banyak dosis yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah jerawat hormon ini. Dalam kunjungan dokter kulit, disarankan Anda untuk aktif bertanya segala hal terkait jerawat, sehingga dapat melakukan pencegahan yang lebih baik pada masa mendatang.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar