Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 05 Juli 2018

10 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui

Mengucapkan Selamat menjadi Ibu untuk Anda...  setelah menghabiskan sembilan bulan terakhir dengan perasaan khawatir tentang makanan dan minuman agar perkembangan bayi sehat, kuat dan cerdas. Dalam masa menyusui, seorang ibu harus mengenali jenis makanan yang harus dihindari saat memberikan susu alami pada bayi untuk menghindari kemungkinan reaksi yang tidak sehat.

Kenali Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui


Kegiatan menyusui pada bayi adalah penting bagi para ibu untuk menjaga makanan reguler, ketika menyusui untuk memberi nutrisi penting perkembangan otak dan pertumbuhan bayi, juga untuk meningkatkan kadar ASI perlu diperhatikan. Tidak semua bayi bereaksi terhadap makanan yang sama, berikut 10 makanan yang mungkin menyebabkan masalah.

Seorang ibu menyusui perlu perhatikan reaksi bayi, terlebih jika ibu menyusui makan sesuatu, disarankan untuk bertanya kepada dokter anak jika memiliki kekhawatiran.

Dilansir laman perawatanbayi, 2016,   menjelaskan lengkap tentang beberapa makanan yang seharusnya dihindari oleh ibu menyusui

Makanan yang Harus Dihindari ketika Ibu Menyusui


1. Kafein
Beberapa ibu menyusui memiliki kegemaran akan kafein, setelah melewati masa kehamilan, mungkin ibu menyusui membutuhkan kopi karena alasan tertentu. Beberapa kandungan dalam kafein mungkin baik-baik saja, namun ibu menyusui perlu mengetahui bahwa kafein beresiko tercampur di dalam ASI. Tubuh bayi tidak siap untuk memproses kafein secepat tubuh orang dewasa, jadi jika seorang ibu menyusui berharap bayi akan tidur, menunda minuman kopi sampai bayi tertidur.

2. Ikan
Ibu yang sedang menyusui tidak perlu menghindari makanan ikan secara total, tetapi seseorang ibu menyusui harus selektif tentang jenis makanan laut yang akan di makan. Beberapa ikan bisa mengandung merkuri yang tinggi, yang dapat tercampur ke suplai susu untuk bayi. Ikuti aturan yang sama untuk makan ikan seperti yang Anda lakukan ketika Anda hamil dan semuanya harus beres.

Makanan coklat salah satu Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui

3. Cokelat
Meskipun ibu menyusui tidak harus menghilangkan kegemaran makan cokelat secara total, karena makanan jenis coklat merupakan sumber kafein. Beberapa ibu menyusui juga menemukan bahwa makan cokelat memiliki efek pencahar pada bayi. Perhatikan perilaku bayi Anda, jika bayi menjadi rewel atau buang air kecil setelah Anda makan cokelat, itu berarti sudah waktunya untuk berhenti atau menghilangkan sama sekali.

4. Peppermint
Peppermint adalah memberi sensasi rasa untuk beberapa minuman dalam rumah tangga. Kadang-kadang masalah dengan herbal ini adalah memiliki risiko mengurangi suplai ASI untuk bayi Anda. Jika digunakan dalam jumlah kecil, mereka seharusnya tidak menyebabkan masalah, tetapi waspadai penurunan ASI setelah konsumsi bahan pelengkap ini, terutama jika Anda pertumbuhan bayi memerlukan banyak kebutuhan akan makanan sehingga menjadi lebih lapar dibandingkan dengan orang dewasa.

Produk olahan susu mungkin tidak cocok untuk ibu menyusui


5. Susu
Susu dapat menjadi salah satu makanan yang membuat masalah yang paling umum untuk bayi ketika dalam memberikan ASI. Jika bayi Anda sangat rewel setelah menyusui, memiliki eksim atau masalah kulit lainnya, atau memiliki masalah tidur, Meskipun menghindari semua produk susu sulit dilakukan, untuk menyingkirkan alergi susu, Anda harus bebas susu selama beberapa minggu. Jika Anda melihat peningkatan setelah masa percobaan, alergi susu adalah penyebab untuk bayi Anda.

6. Alkohol
Minuman yang mempunyai kandungan alkohol seharusnya tidak perlu disebutkan karena banyak orang tahu tentang resiko pada kesehatan, terlebih jika ibu yang sedang menyusui bayi. Tetapi suatu keharusan untuk memberitahu kembali, minuman alkohol masuk ke ASI dan dapat berdampak negatif pada anak Anda. Meskipun sebaiknya hindari minum alkohol, jika ibu menyusui memilih untuk minum satu atau dua gelas, diperlukan 1-2 jam agar alkohol dapat bermetabolisme. Alkohol tidak tinggal di dalam ASI lebih lama dari yang ada di aliran darah, jadi segera setelah Anda merasa benar-benar sadar, Anda akan baik-baik saja untuk melanjutkan menyusui.

7. Jeruk
Saluran pencernaan bayi Anda masih belum tumbuh sempurna untuk melakukan proses makanan yang rumit, dan beberapa senyawa dalam buah jeruk bisa sangat mengganggu. Jeruk bisa menyebabkan lecet, rewel, atau bahkan ruam popok. Jika Anda mengidam untuk makan beberapa vitamin C, cobalah makan nanas atau mangga.

8. Kacang kacangan
Jika ada riwayat alergi kacang dalam keluarga Anda, pastikan untuk menghindari makan kacang sampai setelah bayi Anda tumbuh kuat dan sehat. Senyawa alergen pada kacang tanah dapat mengalir melalui ASI. Jika ibu menyusui tidak yakin tentang bayi memiliki alergi kacang, perhatikan bunyi mengi, ruam, atau gatal pada bayi, ini bisa menjadi tanda-tanda reaksi alergi.

Makanan yang menimbulkan aroma tajam kurang baik dikonsumsi ibu menyusui


9. Bawang putih
Anda sudah tahu untuk menghindari bawang putih jika Anda mengharapkan untuk dicium, tetapi apakah Anda tahu bahwa bau bawang putih dapat masuk ke dalam susu Anda juga? Jika Anda menemukan bahwa bayi Anda kadang-kadang enggan untuk menyusui, atau menarik diri saat menyusui dengan memalingkan wajah, perlu ibu menyusui mengingat kembali makanan yang mungkin menggunakan bahan bawang putih sudah dikonsumsi. Sementara sebagian besar dari kita berpikir bahwa bawang putih baik untuk kesehatan, namun bayi belum cukup siap untuk melakukan proses ini.

10. Gandum
Tubuh yang peka dengan gluten mungkin akan menjadi penyebab ketika bayi Anda mengalami feses yang mengeluarkan darah. Kerewelan dan sakit perut yang diungkapkan bayi bisa menunjukkan masalah dengan gandum.

Beberapa makanan yang sering kita kenal sehat untuk manusia dewasa, belum tentu akan bekerja dengan baik pada tubuh bayi. Pertumbuhan dan perkembangan fungsi yang belum sempurna untuk bayi, beberapa ibu menyusui perlu memilih menghilangkan makanan yang mungkin menjadi penyebab masalah umum ketika sedang menyusui.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar