Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Senin, 18 Juni 2018

Serba-serbi Cedera Olahraga pada Sepakbola

Serba-serbi Cedera Olahraga pada Sepakbola - Musim olahraga sepakbola kembali menuju puncaknya dengan World Cup yang sedang berlangsung saat ini. Namun tahukah anda ? ternyata olahraga sepakbola adalah penyumbang cedera terbanyak dibandingkan dengan olahraga lain. Data statistik menunjukan bahwa setiap tahun ada sekitar 22 juta cedera karena olahraga. Sepakbola menyumbang jumlah paling banyak, yaitu 32%-nya, sementara rugbi berada pada peringkat dua dengan 13%, dan olahraga lari 8%.
Sumber kaskus.co.id


Rawan dengan benturan dan kontak fisik dengan pemain dalam olahraga sepakbola, sehingga timbul risiko cedera pada tingkat yang bermacam-macam dan dapat dialami seluruh pemain. Dari sekian banyak jenis cedera, beberapa di antaranya terjadi karena tidak disengaja karena kesalahan pemain yang menderita cedera tidak cepat melakukan antisipasi. Selain karena benturan fisik dengan pemain lain, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan cedera seorang pemain.
Beberapa faktor eksternal antara lain kondisi lapangan dan cuaca, pemilihan peralatan pertandingan (sepatu, kaos kaki, dan lain-lain) yang tidak tepat, dan kesalahan pada pemanasan. Sementara itu, faktor internal adalah faktor mental pemain, kondisi kebugaran pemain, kondisi fisiologis atau faktor keturunan, dan riwayat cedera sebelumnya.
Cedera yang bersumber dari internal justru membuat pemain pemula tidak bisa menakar beban yang mampu diberikan pada tubuh. Inilah salah satu faktor yang bisa menimbulkan cedera. Masalah pada persiapan atau pemanasan. Pada masa kecil dulu, jika diajak untuk bermain sepakbola, berapa banyak dari kita yang akan langsung pergi ke lapangan tanpa persiapan? Bahkan tidak memakai sepatu sekalipun.
Kebiasaan ini kemudian berlanjut saat dewasa, sehingga pemanasan jadi hal asing bagi kita. Padahal, pemanasan sangat penting untuk menyiapkan jaringan-jaringan dan otot kita dari aktivitas yang berat. Ini karena sepakbola adalah olahraga yang berbeda dari olahraga lainnya. Jika dibandingkan dengan lari, olahraga yang sedang marak di Indonesia saat ini, perbedaan saat latihan dan pertandingan (perlombaan) akan terlihat sangat kentara.
Misalnya kontras awal mula cedera. Dalam olahraga lari, tiga dari empat cedera yang diderita adalah hasil cedera ketika latihan. Sementara pada sepakbola, latihan sangat jarang menyebabkan cedera. Ini karena pemain bola biasanya akan mengurangi intensitas dan usaha yang mereka lakukan, dibandingkan saat bertanding. Pada sisi lain, pelari adalah atlet yang jenis olahraga-nya tergantung sekali dengan pola latihan.
Tingkat ketat kompetisi juga mempengaruhi peluang terjadinya cedera. Sebagai contoh, pada Premier League, risiko cedera tertinggi terjadi pada tingkat First Team (pertandingan-pertandingan yang biasa kita saksikan di layar kaca), kemudian tingkat Youth Team, dan yang terakhir adalah tingkat Reserves.
Cedera yang secara umum terjadi adalah cedera yang berkaitan dengan otot yang keseleo dan atau tertarik, memar, dan juga robeknya tendon atau ligamen.
Faktor utama penyebab cedera pada sepakbola adalah jaringan lunak (otot dan tendon) dan sendi. Biasanya, cedera terjadi pada bagian bawah tubuh (bagian perut sampai kaki) dengan sendi yang paling banyak mengalami cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Cedera otot adalah cedera yang dihasilkan dari pergerakan pemain pada saat berlari ataupun saat kontak fisik dengan pemain lain. Sedangkan cedera pada persendian dihasilkan dari akumulasi pergerakan maupun kontak pada sendi yang spesifik. Biasanya, cedera terjadi karena beban yang diterima lebih besar daripada kemampuan sendi tersebut.
Selain pada bagian bawah tubuh, ternyata bagian atas tubuh juga bisa berisiko cedera. Bahkan cedera punggung tercatat sebagai cedera dengan waktu penyembuhan yang paling lama yang diderita oleh pemain sepakbola profesional. Cedera pada daerah wajah juga sering terjadi. Kebanyakan cedera bermula dari penggunaan siku oleh lawan, atau saat duel bola udara.

Sumber
kaskus.co.id
detik.com

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar