Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 21 Juni 2018

Penyebab Gusi Bengkak dan Mengatasinya

Penyebab gusi bengkak dapat terjadi karena beberapa kemungkinan, sebab membengkaknya gusi seperti karena infeksi, iritasi makanan, kerusakan pada gigi, kekurangan gizi, dan masalah mulut lainnya. Untuk mengatasi penyebab gusi bengkak akan mudah diatasi dengan mengetahui penyebabnya sehingga dapat ditemukan sumber masalah utamanya.
ilustrasi gigi bengkak (triviaries.blogspot.com)

Ada banyak cara mengatasi gusi bengkak, masalah gusi sering merupakan bagian peka karena tipisnya permukaan rongga dalam mulut. Beberapa contoh yang menimbulkan infeksi gusi menjadi bengkak seperti cara menyikat gigi yang salah. Mungkin terdengar aneh, namun menyikat gigi adalah salah satu penyebab gusi bengkak karena tidak bersihnya saat menyikat sehingga plak dan karang gigi menyebabkan peradangan gusi. Cara menyikat tidak tepat seperti terlalu kuat, menyikat berlebihan, atau menggunakan sikat yang kasar, dapat membuat gusi menjadi bengkak. Gingivitis dan Periodontitis. Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang disebabkan oleh infeksi, sedangkan periodontitis adalah infeksi pada struktur pendukung gigi yang bisa menyebabkan gigi koyak hingga lepas.



Penyebab Gusi Bengkak dan Akibatnya


Banyak sumber yang dapat menyebabkan terjadinya gusi bengkak dan muncul nanah, pada infeksi yang tidak terobati terkadang disertai dengan badan demam. Beberapa gejala dan penyebab yang membuat gusi bengkak, seperti :

1. Penyakit Sariawan
Penyakit sariawan dapat muncul pada gusi karena luka yang menimbulkan pembengkakan.

2. Merokok
Kebiasaan merokok dan menggunakan produk tembakau lainnya juga bisa membuat gusi sakit dan bengkak.

3. Hormon
Perubahan hormon tubuh dalam manusia dapat membuat gusi menjadi bengkak. Beberapa keluhan yang muncul ketika Anda dalam masa pubertas, menstruasi, kehamilan dan menopause.

4. Peridontitis adalah penyakit gusi bengkak dengan nanah didalamnya (abses) Menggunakan obat bebas hanya mengobati rasa sakit akibat peradangan, dalam pemulihan diperlukan bantuan dokter untuk menyembuhkan gusi terdapat nanah.


Pencegahan Sementara saat Gusi Bengkak


Beberapa cara untuk mencegah sakit yang ditimbulkan gusi bengkak adalah bersifat sementara. Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan dan menyembuhkan sumber utamanya. Beberapa cara pencegahan yang dapat Anda lakukan mengurangi rasa sakit antar lain :

1. Kompres 
Kompres menggunakan air dingin atau es batu yang dihaluskan dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan nyeri, Caranya bungkus dengan plastik atau kain lalu tempelkan pada pipi tepat di mana gusi bengkak berada. Ini merupakan cara alami untuk meredakan rasa sakit.

2. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam adalah cara yang banyak dilakukan penderita sakit gigi. Hal ini dimungkinkan akibat larutan garam memiliki kandungan untuk menghilangkan anti-bakteri dan meredakan sakit peradangan gusi. Cara membuatnya air garam sebabgai berikut : sipakan air hangat 1 cangkir sekitar 250 ml, tambahkan 1 sendok teh garam dapur lalu aduk hingga rata. Kumur dengan  larutan asin selama 30-60 detik beberapa kali sehari, pastikan bagian gusi yang bengkak terkena larutan ini. Larutan ini juga berfungsi mengatasi radang tenggorokan dan sariawan.

3. Minyak Cengkeh 
Mengatasi gusi bengkak dapat menggunakan minyak cengkeh. Minyak cengkeh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti pengobatan gusi bengkak. Cara menggunakan minyak cengkeh sebagai pengobatan dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Caranya : oleskan minyak cengkeh sedikit ke bagian gusi yang bengkak tiga kali sehari.

Jika tempat gusi yang bengkak sulit di jangkau, ada cara alternatif lain yang dapat Anda gunakan, misalnya tetes minyak cengkeh ke dalam secangkir air lalu digunakan untuk berkumur. Minyak cengkeh dapat ditemukan di sebagian besar toko obat dan toko makanan kesehatan.

4. Pakai Sikat Gigi Lembut 
Sikat gigi dengan teratur akan menghilangkan plak dari mulut, sehingga mencegah timbulnya karang gigi dan membantu mengurangi penyakit gusi.. Kebiasaan sikat gigi teratur dipercaya dapat mencegah masalah kesehatan mulut. Cara sikat gigi yang baik adalah saat selesai makan, hal ini bertujuan untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal pada gusi dan gigi, namun jika Anda kesulitan menjalani kebiasaan sikat gigi saat makan, cara sikat gigi yang harus dilakukan minimal 2 kali dalam sehari. Gunakan waktu pagi hari dan malam hari sebelum tidur.
Pilih permukaan sikat yang memiliki tekstur lembut sehingga tidak menimbulkan trauma pada gusi.

5. Flossing 
Flossing adalah membersihkan sisa makanan yang tertinggal dalam gigi dan rongga mulut. Flossing dapat menjadi alternatif ketika Anda sulit membersihkan gigi setelah makan, terutama makan siang. Membersihkan kotoran atau sisa makanan pada sela-sela gigi dengan menggunakan benang yang khusus dapat Anda beli di toko dan apotok kesehatan.

6. Makanan Bergizi 
Makanan yang memiliki pengaruh besar pada gusi dan gigi banyak terdapat dalam vitamin C, kalsium dan Asam folat. Kekurangan vitamin dan zat penting yang dibutuhkan akan menyebabkan peradangan gusi.

Hindari konsumsi makanan yang memiliki tekstur keras, seperti kerupuk, keripik, kacang goreng, makanan pedas, dan sebagainya.

7. Cukup Minum Air
Kebiasaan Anda yang gemar menunda minum air sangat beresiko pada tubuh, saat tubuh kekurangan cairan dan menyebabkan dehidrasi akan membawa rentetan pada penyakit. Saat Anda minum akan membantu mengusir dan membawa sisa makanan dan bakteri dari mulut, sehingga dapat membatasi pembentukan plak berlebihan. Sering minum air diketahui dapat membuat produksi air liur, menjadi lebih banyak dalam membunuh bakteri.

8. Stres
Hindari stress yang menyebabkan penurunan stamina tubuh. Kelelahan yang diakibatkan stres berpengaruh membuat lemah daya tahan tubuh dan membuat seseorang menjadi rentan terkena gusi bengkak.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar