Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 27 Juni 2018

Pengaruh Cara Makan dan Hubungan Penyakit Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis, yang menyebabkan sel-sel kulit menumpuk dengan cepat, menghasilkan kemerahan, kerak, gatal-gatal, kulit kering, dan nyeri. Bercak-bercak kulit yang meradang ini dikenal sebagai lesi psoriasis. Mereka dapat muncul di mana saja di permukaan tubuh, meskipun paling sering muncul di kulit kepala, lutut, dan siku.

Seperti kondisi autoimun lainnya, penyebab psoriasis tidak begitu jelas, para ahli percaya kombinasi dari predisposisi genetik dan pemicu akibat pengaruh lingkungan punya peranan penting dalam penyakit psoriasis,

Psoriasis memiliki dampak negatif yang besar terhadap kualitas hidup, tidak hanya karena gejala fisiknya tetapi juga karena akibat psikologis yang muncul. Lebih dari 500 pasien psoriasis, 73% melaporkan bahwa mereka merasa stigmatisasi dalam beberapa cara karena penampilan mereka. Pasien juga melaporkan tingkat kecemasan, depresi, dan pikiran yang lebih buruk. Semakin buruk keparahan mereka, semakin besar tekanan harga diri, kesehatan psikologis, kehidupan sosial, dan kualitas keseluruhan dari kehidupan.

Hal yang menyedihkan adalah beban emosional psoriasis hanya salah satu aspek dari yang muncul. Pasien juga berisiko lebih besar terhadap penyakit autoimun, termasuk rheumatoid arthritis, dan penyakit radang usus. Penelitian menunjukkan bahwa psoriasis memiliki sekitar dua kali lipat kemungkinan didiagnosis dengan penyakit celiac.

Pengaruh Cara Makan dan Hubungan Penyakit Psoriasis 

Studi menemukan bahwa 42% dari pasien dengan penyakit celiac dapat dikaitkan dengan dengan sensitivitas gluten. Hal ini ketahui bahwa, pola makan yang menghindari gluten dapat meningkatkan gejala psoriasis. Banyak makanan memiliki efek berbeda pada orang yang berbeda.


Beberapa cara yang disarankan untuk penderita psoriasis adalah mengontrol penyebab gejala karena makanan. Hal ini akan membuat mereka kehilangan berat badan yang cukup cepat. Menurunkan berat badan dapat mengurangi psoriasis dan memperbaiki cara penderita ketika merespon pengobatan.

Dalam sebuah penelitian, 60 pasien obesitas dengan psoriasis dibagi menjadi  2 kelompok. Kelompok pertama yang makan 800 hingga 1.000 kalori per hari selama 8 minggu, diikuti oleh kelompok kedua dengan 8 minggu tidak lebih dari 1.200 kalori per hari. Setelah 16 minggu, kelompok kedua dapat menurunkan berat badan secara nyata dibandingkan dengan kelompok pertama.

Para peneliti kemudian melakukan penelitian lanjutan terhadap kelompok yang sama untuk mengamati efek jangka panjang penurunan berat badan, mengikuti peserta selama 48 minggu.  Menurut hasil mendapatkan hasil, penurunan berat badan jangka panjang menjaga resiko yang lebih besar munculnya penyakit psoriasis untuk jangka panjang.

Penyakit psoriasis dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2, kondisi ini menjelaskan mengapa sangat berhubungan dengan risiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi. Pada kenyataannya, psoriasis diklasifikasikan sebagai faktor risiko untuk penyakit jantung, sama berbahayanya dengan merokok, kelebihan berat badan, dan diabetes.

Makanan untuk gejala psoriasis

Makanan yang Harus Dihindari:


  1. Daging merah dengan kandungan lemak
  2. Produk susu
  3. Makanan olahan (daging olahan, roti, makanan enak, dll.)
  4. Gula yang dimurnikan
  5. Cabai, kentang putih, terong, dan tomat


Makanan yang disarankan:


  1. Buah-buahan dan sayuran segar (organik adalah yang terbaik untuk menghindari pestisida)
  2. Sayuran hijau gelap ( brokoli, brokoli rabe, kale, bayam, lobak hijau, sawi, arugula, selada air, kubis, dan sawi putih
  3. Makanan yang mengandung vitamin D: minuman yang diperkaya susu, jus jeruk, jamur, telur, ikan, dan minyak ikan
  4. Makanan kaya kalsium
  5. Makanan kaya omega-3: salmon, mackerel, herring, tuna albacore, walnut, minyak kenari, biji rami, minyak biji rami, minyak zaitun, dan biji labu
  6. Makanan kaya probiotik: makanan yang difermentasi seperti sauerkraut, kimchi, buttermilk, dan kefir
  7. Rempah-rempah dengan efek anti-inflamasi: kunyit, jahe, bawang putih, dan lada hitam.


Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar