Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Selasa, 26 Juni 2018

Mencegah Penyakit Ginjal Dengan Cara Tepat Dalam Hidup

Hidup Sehat dengan Mencegah Penyakit Ginjal Dengan Cara Tepat

Organ tubuh manusia adalah bagian saling terhubung dan mempunyai fungsi berbeda. Seperti yang kita ketahui pada ginjal, salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang bekerja secara umum menyaring racun yang masuk dalam darah lewat konsumsi makanan, minuman dan sumber lain.

Ginjal selain memiliki peranan penting melakukan detoksifikasi darah sehingga memulihkan tubuh dengan menyaring bahan limbah dan membuangnya, fungsi lain yang dilakukan ginjal yaitu mengatur kekurangan dan kelebihan air dari tubuh dengan mempertahankannya saat dibutuhkan.

Peranan penting ginjal lainnya seperti mengatur tekanan darah, beberapa tugas lain yang dilakukan dalam tubuh adalah mengatur kadar fosfat, kalsium, dan mineral lainnya di dalam tubuh. Karena memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh, menjadi keharusan untuk menjaga ginjal dapat tetap sehat dan bekerja secara optimal.

Mencegah Penyakit Ginjal Dengan Cara Tepat Dalam Hidup


Mencegah gangguan pada ginjal adalah kewajiban yang sangat penting untuk mendapatkan hidup sehat. Anda dapat memulai merawat ginjal dengan cara yang tepat jika ingin memperoleh pengalaman yang lebih baik dalam kesehatan.

Penyakit ginjal sebenarnya dapat diatasi dengan mudah jika saja dapat melakukan antisipasi sejak dini dan menjaga ginjal dengan baik. Dari beberapa faktor pemicu penyakit ginjal seperti riwayat genetik dan keturunan, diabetes, tekanan darah tinggi dan sebagainya.

Perlu Anda ketahui, ginjal menetralisir paling sedikitnya dua liter racun tiap harinya, umumnya racun tersebut berasal dari konsumsi makanan dan asupan minuman yang tidak sehat. Tidak berfungsinya ginjal untuk menyaring racun kemudian racun tersebut menjalar ke tubuh melalui peredaran darah, akan mendorong munculnya penyakit dan diagnosis gagal ginjal.

Gejala dan ciri-ciri seseorang ketika ginjal tidak berfungsi

  1. Penyakit ginjal yang dialami seseorang akan menimbulkan gejala dan ciri-ciri sebagai berikut :
  2. perubahan pola buang air kecil dan perubahan warna urine
  3. reaksi tubuh ketika racun menyebar dengan ciri-ciri sering muntah, sering pusing
  4. mulai mendapat masalah pernapasan, bau mulut, sering merasa dingin
  5. muncul rasa sakit yang tiba-tiba tanpa diketahui di dalam tubuh
  6. anemia, kelelahan, dan kulit gatal.



Selain itu, penyakit ginjal juga disebabkan oleh sumbatan yang terdapat pada saluran kandung kemih seperti batu (batu karang, tumor, akibat kanker, akibat kista, rusaknya sistem penyaring ginjal, serta konsumsi obat-obatan yang berlebihan dan tidak dapat diproses dengan baik oleh ginjal.

Kebiasaan berbahaya yang menyebabkan kerusakan ginjal

Banyak kebiasaan berbahaya yang sering dilakukan tanpa disadari justru menyebabkan kerusakan ginjal, antara lain :

1. Menunda keinginan buang air kecil
Kebiasaan berbahaya seseorang ketika menunda buang air kecil adalah salah satu penyebab utama kerusakan ginjal. Akibatnya pada ginjal adalah tidak kosongnya racun yang tersimpan pada kandung kemih sehingga cairan urine akan tetap berada di kandung kemih dan beresiko penumpukan untuk waktu yang tidak seharusnya.

Dalam dunia kesehatan, Urine adalah cairan sisa hasil metabolisme yang melewati penyaringan oleh ginjal dan kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh. Kandungan urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik.memungkinkan terjadi pembiakan bakteri. Bakteri dapat menyebabkan infeksi saluran kemih atau ginjal. Mempertahankan urine dapat menyebabkan inkontinensia urin dan gagal ginjal karena meningkatkan tekanan pada ginjal.

2. Asupan air yang tidak cukup
Kebutuhan tubuh terhadap air adalah sangat penting, jika tubuh kekurangan air, maka peredaran darah akan melambat sehingga menghambat aliran darah menuju ginjal untuk di saring. Asupan air yang tidak cukup menghambat kemampuan ginjal untuk membuang racun dari tubuh dan semakin banyak penumpukan racun di dalam tubuh. Beberapa pakar kesehatan sering menganjurkan agar rutin minum air putih, hal ini bertujuan supaya tubuh akan terhidrasi air dengan baik dan ginjal menjadi tetap sehat. Jumlah konsumsi air harian yang direkomendasikan yaitu 10 hingga 12 gelas.  Di sisi lain, jangan mengkonsumsi terlalu banyak air karena dapat mengeraskan fungsi ginjal.

3. Asupan garam tinggi
Banyak penelitian yang membuktikan, penggunaan garam yang berlebihan sangat berbahaya untuk tubuh. Konsumsi asupan garam dapat meningkatkan kuantitas protein urine yang merupakan salah satu pemicu penyakit ginjal.

Diet rendah garam disarankan bagi pasien penyakit ginjal karena bermanfaat untuk memperbaiki tekanan darah dan rentensi cairan. Bagi pasien penyakit ginjal, tekanan darah tinggi dan retensi cairan (tubuh menahan kelebihan garam dan air) merupakan kombinasi berbahaya. Kedua hal tersebut akan menyebabkan tekanan pada jantung dan pembuluh darah. Meski demikian, dokter sering kesulitan meminta pasien melakukan diet rendah garam.


Hal ini dikuatkan Dr.Rajiv Saran dari Universitas Michigan yang menyebutkan, "dengan mengurangi garam, bukan cuma efek jangka panjang hipertensi yang bisa dicegah tapi juga dapat mengurangi perburukan penyakit ginjal kronik,"

Diet rendah garam bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan garam dalam masakan dan memilih makanan yang rendah garam. Kenali juga produk-produk makanan yang mengandung garam tinggi, seperti makanan kalengan, daging yang diproses, makanan siap saji, serta kecap, saus sambal, atau mayonaise.

4. Komsumsi protein tinggi
Asupan yang berlebihan dengan kadar protein tinggi secara kronis meningkatkan tekanan glomerulus dan penyaringan hiper, sehingga meningkatkan beban metabolik ginjal dan risiko masalah ginjal.

Diketahui makanan sumber protein yang berlebihan, paling sering menyebabkan batu ginjal jenis asam urea. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menemukan, bahwa konsumsi makanan tinggi protein dalam 6 minggu berturut-turut menyebabkan kalsium ada pada urine dan aciuria (urin asam). Urine asam adalah kondisi tubuh mengalami perubahan pH menjadi asam. Saat kondisi tersebut terjadi terus-menerus maka akan memicu terbentuknya batu ginjal.

Hal yang sama dibuktikan oleh penelitian yang melibatkan sebanyak 45 ribu laki-laki yang rata-rata mengkonsumsi sumber protein hewani berlebihan. Riset ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan terkait antara konsumsi protein dengan kejadian batu ginjal. Konsumsi protein yang berlebihan, terutama protein hewani seperti daging sapi, daging ayam, telur, makanan laut, dapat menyebabkan penurunan jumlah zat sitrat di dalam tubuh yang sebenarnya berfungsi untuk mencegah batu ginjal.

5. Minum terlalu banyak alkohol
Kebiasaan berbahaya seseorang dalam minum kandungan alkohol dalam jumlah berlebihan, akan terjadi penumpukan asam urat yang disimpan di tubulus ginjal. Hal ini akan menyebabkan obstruksi tubular dan risiko gagal ginjal. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan menghambat fungsi ginjal normal.

Bahaya alkohol bagi ginjal berikutnya berkaitan dengan fungsi ginjal. Ginjal merupakan organ penting pada tubuh. Ginjal berkaitan dengan tekanan darah dan juga asupan cairan pada tubuh. Jika tekanan darah menjadi tinggi dan tubuh sering dehidrasi akibat konsumsi alkohol, maka tentu saja fungsi ginjal akan terganggu.


Apalagi, ada beberapa kandungan atau senyawa dari alkohol yang bisa jadi memang berbahaya bagi tubuh. Jika senyawa tersebut bercampur dengan darah dan harus disaring oleh organ ginjal, kinerja ginjal akan menjadi lebih berat dari sebelumnya. Dan ini bisa mengganggu fungsi ginjal baik jangka pendek, apalagi jangka panjang.

6. Merokok
Merokok meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menurunkan aliran darah dan menyempitkan pembuluh darah di ginjal. Kebiasaan tidak sehat dapat memperburuk penyakit ginjal dan mempercepat menurunnya fungsi ginjal. Cara terbaik untuk mencegah hal ini adalah berhenti merokok karena kebiasaan ini berbahaya bagi setiap bagian tubuh.

8. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein
Jika mengkonsumsi terlalu banyak kafein, tekanan darah akan meningkat yang akan membebani fungsi ginjal. Semakin lama, ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Kidney International telah menerbitkan sebuah studi tahun 2002, menurutnya konsumsi kafein sangat berkaitan dengan batu ginjal. Kafein dapat meningkatkan ekskresi kalsium dalam urine.

Namun penjelasan Profesor Chris Eden, Royal Surrey County Hospital menyebutkan,  jika kandungan kafein di dalam kopi diyakini memiliki sifat diuretik, sebuah kondisi dimana kopi mampu mempengaruhi proses penyerapan cairan di dalam darah dan akhirnya berdampak pada kondisi kesehatan dan fungsi ginjal. Hanya saja, hal ini juga hanya berlaku pada mereka yang memiliki masalah pada fungsi ginjalnya. Meskipun begitu, prof. Eden yakin jika konsumsi kopi dalam jumlah banyak dan dalam jangka panjang memang mampu membuat penyakit ginjal menjadi semakin memburuk.

9. Kurang tidur
Kebiasaan berbahaya yang sering disepelekan orang adalah jam tidur. Banyak orang mengabaikan pentingnya mendapatkan tidur yang tepat karena gaya hidup yang terlalu sibuk. Tidur 6 hingga 8 jam sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Menurut banyak penelitian, tidur yang tidak benar dapat menyebabkan penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi.

Studi dari Amerika Serikat menunjukkan, tidur yang cukup besar pengaruhnya terhadap kesehatan secara keseluruhan.  Para ahli di Brigman dan Women’s Hospital di Boston, Massachusetts, meneliti 4.000 orang selama  satu  dekade. Mereka menemukan bahwa mereka yang hanya tidur kurang dari lima jam, 65 % cenderung  mengalami penurunan fungsi ginjal dibanding mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam per malam.

Mendapatkan hidup yang sehat adalah memulai segala sesuatu yang baik juga untuk tubuh. Dengan mengetahui kebiasaan berbahaya yang sering dilakukan, tentunya dapat membuat kita lebih perduli pada kesehatan ginjal.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar