Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 07 Juni 2018

Mekanisme Pembelaan EGO Manusia Dalam Psikologi

Ego sebagai satu kesatuan yang utuh dalam manusia adalah bagian eksistensi awal yang muncul ketika ancaman muncul. Proses belajar manusia dalam memahami mekanisme pembelaan EGO pada situasi tertentu yang di indikasi sebagai benturan yang mengancam integritas pribadi. Munculnya mekanisme pembelaan EGO ini dipandang penting untuk menghilangkan dan membuat lunak resiko kegagalan, kecemasan dan juga untuk mengurangi perasaan sakit akibat pengalaman sebelumnya.

Manfaat untuk mempertahankan perasaan agar nyaman dan harga diri individu, mekanisme yang terlalu keras akan bergeser menjadi sesuatu yang merusak.

Dalam psikologi, mekanisme pembelaan ego tidak pandang bukan penyelesaian yang realistis, karena tidak secara real menanggulangi bentuk kecemasan, ketakutan akibat pengalaman sebelumnya. Seseorang yang sering menggunakan mekanisme pembelaan ego lebih cenderung berusaha menipu diri sendiri dan melakukan distorsi realita sebenarnya agar pribadinya merasa nyaman. Karena itu cara pembelaan ego memiliki kekurangan dan kelemahan karena tidak bekerja secara normal sehingga sulit di lakukan evaluasi dan penilaian.



Mekanisme pembelaan Ego yang sering manusia lakukan



  1. Fantasi
  2. Penyangkalan
  3. Rasionalisasi
  4. Identifikasi
  5. Introyeksi
  6. Represi
  7. Regresi
  8. Proyeksi
  9. Kompensasi
  10. Displacecement
  11. Pelepasan
  12. Penyekatan emosional
  13. Isolasi
  14. Pemeranan
Fantasi adalah upaya untuk memuaskan keinginan yang terhalang dengan melakukan prestasi dalam khayalan.

Penyangkalan adalah melindungi diri sendiri terhadap kenyataan yang tidak menyenangkan, dengan melakukan penolakan menghadapi masalah dan gangguan. Cara ini sering dikategorikan dengan melarikan diri menjadi kegiatan seolah-olah sibuk, sakit dengan melakukan hal yang lain.

Rasionalisasi adalah upaya individu selalu berusaha membuktikan bahwa tindakannya adalah masuk akal dan rasional sebagai pembenaran sehingga mendapatkan persetujuan dalam diri sendiri ataupun dari masyarakat.

Identifikasi adalah upaya individu untuk menambahkan perasaan harga diri lebih tinggi dengan melakukan persamaan dengan tokoh atau lembaga yang dikenal dan mempunyai sesuatu nilai yang lebih baik.

Introyeksi adalah kepribadian dengan menyatukan nilai dan norma luar agar dapat bersama dengan struktur ego, hal ini dilakukan untuk menghindari perasaan ketergantungan pada rasa kasihan yang diberikan orang lain pada dirinya yang membuat tindak nyaman.

Regresi adalah upaya individu untuk melakukan pencegahan pikiran yang tidak menyenangkan dan dipandang sebagai gangguan yang akan membahayakan alam sadarnya.

Regresi adalah kemampuan individu yang berusaha untuk mundur ke tingkat perkembangan yang lebih rendah dari standard. Umumnya terlihat pada respon yang kurang dewasa dan yang tidak mempunyai aspirasi.

Proyeksi adalah upaya individu untuk mengalihkan kesalahan pada orang lain mengenai hambatan dan kesulitan yang dialaminya.

Penyusunan reaksi adalah mencegah keinginan yang berbahaya bila dijalankan. Mereka cenderung terlihat melebih-lebihkan sikap dan perilaku.

Sublimasi adalah upaya mencari cara untuk pemuasan dan menghilangkan keinginan "berhubungan" dengan melakukan kegiatan "non-hubungan"

Kompensasi adalah upaya menutupi kelemahan dengan cara menonjolkan kelebihannya secara berlebihan pada satu bidang akibat kegagalan dalam bidang lainnya.

Displacecement adalah upay melepaskan perasaan terbelenggu dengan sikap permusuhan yang menyebabkan gangguan.

Pelepasan adalah cara menebus dan menghilangkan keinginannya sehingga tidak menjadi gangguan.

Penyekatan emosional adalah cara mengurangi keterlibatan ego dan juga cara cara menarik diri dengan terlihat pasif untuk melakukan perlindungan diri dari kekecewaan.

Isolasi adalah upaya untuk melepaskan pelepasan afektif karena keadaan yang bertentangan dengan yang diinginkannya dengan membentengi diri dengan pemikiran logika.

Simpatisme adalah cara untuk memperoleh simpatis dari orang lain dan upaya mengangkat harga dirinya.

Pemeranan adalah upaya untuk mengurangi kecemasan yang muncul karena keinginan dengan melakukan pembiaran ekspresi.


Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar