Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 22 Juni 2018

Kesalahan Umum Dalam Menabung Yang Membuat Uang Sulit Terkumpul

Menabung adalah tantangan yang sulit dilakukan banyak orang, ada banyak alasan yang menjadi pembenaran ketika menabung sulit dilakukan, terutama Anda hidup di kota besar dengan perputaran ekonomi tinggi. Penyebab uang sulit terkumpul dengan menjamurnya beragam barang dan jasa ditawarkan, kebutuhan hidup individu untuk sandang, pangan, dan papan, terlebih pembelian jaman modern secara online semakin memudahkan konsumen mengeluarkan uang. Akibatnya tercipta secara tanpa sadar kebiasaan belanja yang kompulsif pada orang tertentu.
Ilustrasi Kesalahan Umum Saat Menabung Yang Bikin Uang Sulit Terkumpul (okezone.com)

Beberapa alasan di atas bisa dibilang gambaran besar seseorang sulit menabung dan berakibat uang sulit terkumpul. Untuk melihat lebih dalam lagi, ini dia lima alasan utama kenapa seseorang kesulitan dalam menabung.

Kesalahan Umum Dalam Menabung Yang Membuat Uang Sulit Terkumpul


1. Memahami investasi dan konsumsi
Jika Anda beralasan membeli gawai keluaran terbaru yang mencapai puluhan juta dan menyebut investasi. Mungkin Anda berfikir gadget tersebut bisa jual jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana. Namun pernahkah berfikir, bahwa jika dijual nanti nilainya akan turun? Investasi adalah sesuatu yang Anda beli atau simpan dan di kemudian hari memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Anda bisa dibilang berinvestasi jika Anda, misalnya, membeli emas atau properti.
Ilustrasi Memahami investasi dan konsumsi (bankkertiawan.com)

Contohnya, jika Anda membeli gadget berupa telpon genggam dengan harga Rp 15.000.000. Dengan rata-rata penurunan harga 20% gadget dengan masa pakai setahun. Artinya, Anda hanya bisa menjual telpon genggam Anda dengan harga Rp 1.600.000 atau kurang. Sedangkan, jika Anda membeli emas, misalnya, dengan harga per gram  Rp 574.000 (harga per 22/6/’18) maka bisa Anda jual dengan harga lebih tinggi di saat yang tepat. Saat yang tepat untuk menjual emas adalah, saat dolar Amerika melemah dan di bulan-bulan biasanya pernikahan diadakan, dilansir liputan6.com memberitakan saat sembilan hari harga emas mengalami kenaikan Rp 2.000 per gram.

Dengan memahami investasi untuk waktu panjang dan lebih kritis lagi pada diri sendiri untuk melakukan batasan pembelian bersifat konsumsi, Anda akan memperoleh hasil yang akan terlihat pada suatu saat nanti. Banyak kesalahan umum yang menjadi kebiasaan seseorang ketika mengeluarkan uang tanpa perduli nilai investasi, gaya hidup yang tidak sehat dan sikap konsumsi menjadi awal perasaan yang membuat uang sulit terkumpul.

Mengatur Finansial Dengan Tepat Dapat Menambah Tabungan Anda


2. Menunda Mengatur Finansial
Kebiasaan umum saat Anda berusia produktif dan mendapatkan banyak pemasukan sering mengabaikan untuk memulai investasi. Banyak orang di Indonesia menunda untuk mengumpulkan uang dalam bentuk tabungan atau investasi. Bisa jadi karena mereka belum melihat adanya potensi kebutuhan dalam berinvestasi, atau mereka lebih senang berutang.

Mengutip laman Kompas.com menulis, Badan Pusat Statistik menemukan hanya 60 juta orang di Indonesia yang memiliki rekening. Selain itu, dilansir viva.com, hasil survey yang diadakan oleh Bank Dunia menunjukan bahwa 62% rumah tangga di Indonesia tidak memiliki tabungan.

Apakah Anda berada dalam kategori pertama atau kedua? Harapan saya adalah Anda ada dalam kategori pertama. Jika Anda berada dalam kategori kedua, jangan menunda untuk membangun dan membuat perencanaan keuangan yang sehat. Kemudian, mulailah untuk menabung.

Tidak perlu memulai dengan angka besar. Misalnya, gaji per bulan adalah Rp 4.000.000, maka Anda harus menyisihkan 10% di hari penerimaan gaji. Anggaplah Anda membayar diri sendiri sebesar Rp 400.000. Jika Anda masukkan dalam plan tabungan berjangka dengan setoran awal Rp 1.000.000, maka bisa dilihat simulasinya sebagai berikut.

Tabungan Rencana Anda  
Setoran Awal Rp 1.000.000,00
Setoran per Bulan Rp 400.000,00
Jangka Waktu 3 tahun
(36 bulan)
Bunga per Tahun 7% per tahun
Pajak atas Bunga 20%
Biaya Admin per Bulan Rp 7.500,00
Hasil Tabungan
Total Setoran Rp 15.000.000,00
Akumulasi Bunga (Sebelum Pajak) Rp 1.749.846,45
Akumulasi Bunga (Setelah Pajak) Rp 1.399.877,16
Akumulasi Biaya Admin (Rp 270.000,00)
Saldo Akhir Tabungan Rp 16.129.877,16

Source: Simulasi Kredit
Tentunya hasil simulasi di atas hanya gambaran dan bisa saja berbeda tergantung kebijakan masing-masing bank.

Membuat Daftar Kebutuhan Yang Diperlukan Dan Dapat Ditunda 


3. Memiliki Kebutuhan Yang Tidak Jelas
Dalam situasi Anda tenang untuk memikirkan, dimana memiliki banyak pengeluaran yang diakhiri dengan pertanyaan ke mana saja uang saya berakhir?”

Semua orang punya kebutuhan yang harus dipenuhi dan selalu masuk dalam situasi yang sama. Namun, dari sekian banyak hal yang dianggap kebutuhan, apakah memang benar kebutuhan?

Coba meneliti pengeluaran Anda, kemungkinan dari salah memasukkan hang out ke kolom kebutuhan primer. Atau tidak ada set budget yang tegas untuk berapa rupiah yang harus Anda habiskan untuk belanja kebutuhan sekunder dalam sebulan. Jadilah penghasilan Anda hanya berada pada level cukup, dan tidak ada yang bisa di tabung.
Ilustrasi Mengatur Keperluan Investasi dan Komsumsi (aturduit.com)

Untuk membantu proses budgeting, Anda bisa menggunakan contoh berikut.

No Pendapatan  
1 Gaji Rp 5.000.000
2 Bunga Tabungan Rp 250.000
3 THR/Bonus 0
4 Lain-lain Rp 1.000.000
Total Rp 6.250.000
No Pengeluaran
1 Zakat/ Charity Rp 125.000
2 Tabungan Rp 500.000
3 Keperluan rumah/Kos Rp 1.000.000
4 Makan Rp 750.000
5 Transportasi Rp 800.000
6 Hiburan Rp 350.000
7 Lain-lain Rp 1.250.000
Total Rp 4.775.000

Contoh tabel mengacu pada Uangpedia.
Dari contoh tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada sisa panghasilan sebesar Rp 1.475.000 yang bisa dialokasikan ke tabungan untuk keperluan atau rencana Anda di kemudian hari.

4. Menyia-nyiakan waktu luang
Jangan anggap waktu bukanlah uang. Menyia-nyiakan waktu luang juga bisa menjadi pemicu Anda sulit menabung.

Jika Anda merasa penghasilan Anda pas-pasan, kenapa tidak menggunakan waktu luang untuk mencari peluang? Anda bisa menggunakan waktu luang mencari penghasilan tambahan atau mencari pekerjaan lain yang menawarkan kesempatan yang lebih baik. Waktu luang juga bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu dan kemampuan sehingga Anda bisa meningkatkan penghasilan.

Misalnya, Anda menggunakan dua jam waktu luang Anda saat akhir pekan untuk mengajar di tempat les, atau memberikan les privat. Umumnya biaya les di Jakarta untuk usia SD dan SMP adalah Rp 110.000 hingga Rp 130.000 dalam hitungan jam, maka setidaknya dalam sebulan Anda bisa meningkatkan penghasilan hingga lebih dari Rp 1.000.000. Tentunya masih banyak pekerjaan sampingan lainnya yang dapat membantu kondisi finansial Anda. Sebagai contoh : memanfaatkan waktu luang dengan bekerja sebagai ojek online.

Menjadi ojek driver online dapat memberikan tambahan untuk Anda dalam situasi menambah pendapat. Misalnya : ketika Anda telah mengantar anak ke sekolah pada pukul 6.30, ambil istirahat sekitar 30 menit jika badan lelah. Jam 7.00 hingga 12 siang, dapat Anda gunakan untuk menarik penumpang dengan aplikasi ojek online. Sediakan waktu jeda sekitar 30 menit atau 1 jam untuk perjalanan menjemput anak saat pulang sekolah. Hal ini dapat Anda lakukan berulang kali.

Ada banyak pekerjaan yang dapat Anda kerjakan separuh waktu tanpa ikatan kerja, semakin Anda rajin mencari tambahan dengan memanfaatkan waktu luang, maka peluang mendapatkan tambahan tentu akan semakin besar dibandingkan hanya duduk atau tidur menunggu jam pulang anak Anda dari sekolah.

Pada saat tertentu, gunakan waktu luang untuk melakukan evaluasi dari yang Anda kerjakan dan membuat rencana agar Anda tahu pokok permasalahan finansial Anda. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan waktu luang.

5. YOLO (You Only Live Once)
Di satu sisi memang wajar jika di usia muda seseorang ingin mencoba banyak hal. Mulai dari liburan ke tempat-tempat yang menarik, sampai mencoba hobi yang mahal. Memang menikmati hidup bukan hal yang salah, hanya saja kalau sampai menjadikan Anda tidak memiliki tabungan atau bahkan harus berutang, maka Anda harus mengevaluasi gaya hidup Anda.

Jika Anda ingin berlibur, maka buatlah budget dengan rencana yang sudah disiapkan, dan mulailah menabung untuk keperluan liburan Anda. Jika Anda memiliki hobi mahal, maka tentukanlah cara untuk mendapatkan diskon atau hitunglah kebutuhan dananya. Jangan sampai keinginan untuk bersenang-senang memakan lebih dari 20% penghasilan Anda.

Cara yang dapat Anda gunakan jika memiliki rencana perjalanan atau ingin melakukan hobi mahal adalah dengan menabung. Gunakan plan deposito berjangka jika Anda berencana untuk jalan-jalan dengan biaya mahal. Anda bisa mengambil deposito berjangka untuk waktu enam bulan dengan bunga 7%.

Ke mana saja Anda pergi, harus diingat bahwa Anda harus memiliki pegangan sendiri berupa tabungan.

Jika Anda mengalami kesulitan menabung karena keinginan untuk terus mengambil uang di rekening maka cobalah deposito berjangka. Tanyakan pada bank Anda mengenai simulasi plannya, lalu pilih yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.


Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar