Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Sabtu, 23 Juni 2018

Kenali Benda Disekitar Rumah Yang Memicu Kanker

Penyakit kanker merupakan gangguan yang tidak normal akibat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang menjadi sel kanker. Kemunculan sel jaringan tidak normal dapat dialami semua orang pada bagian tubuh, namun seringkali penyakit kanker banyak dialami mereka yang memasuki usia 40 tahun.

Stadium Tingkatan Kanker Yang Perlu Mendapat Perhatian

Timbulnya penyakit kanker pada diri seseorang sering terjadi pada stadium 1, hal ini diakibatkan keterlambatan melakukan pencegahan. Dalam dunia kesehatan, umumnya dokter akan memberikan penjelasan tingkatan kanker berdasarkan stadium.

Beberapa stadium tingkat kanker yang perlu diketahui :

Ketika pasien atau keluarga terdekat diberi informasi tentang penyakit kanker, umumnya dokter akan menjelaskan stadium kanker menggunakan sistem angka. Diantaranya :
  1. Stadium X: Tumor tidak bisa terlihat atau terdeteksi dengan Scan atau biopsi. Kondisi ini juga disebut kanker yang tersembunyi.
  2. Stadium 0: Tumor sudah dapat di deteksi dengan ukuran sangat kecil. Sel-sel kanker belum menyebar ke jaringan paru-paru yang lebih dalam atau di luar paru-paru.
  3. Stadium I: Kanker ada di dalam jaringan paru-paru, namun tidak ada di kelenjar getah bening.
  4. Stadium II: Sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau di area dekat paru-paru.
  5. Stadium III: Sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan di bagian tengah dada.
  6. Stadium IV: Sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain, seperti otak, tulang, atau hati.


Dalam dunia profesi seperti kedokteran, penderita kanker perlu mengetahui informasi terkait stadium penyakit yang diderita. Informasi stadium penyakit dapat membantu penderita mengetahui tingkat dan pengobatan yang tepat untuk penyakit kanker.

Pada umumnya, ada 2 jenis utama kanker paru-paru, yaitu sel kecil dan nonsel kecil. Keduanya memiliki cara penentuan stadium yang berbeda. Dengan mengetahui stadiumnya, dokter akan terbantu untuk menentukan pilihan pengobatan yang tepat untuk pasien. Tingkat keberhasilan pengobatan juga sangat dipengaruhi dengan penentuan stadium yang tepat.

Dokter juga bisa menggunakan biopsi, yaitu sedikit jaringan dan tumor tersebut akan diambil untuk diperiksa di laboratorium. Jika penderita disarankan melakukan operasi, dokter bisa melihat stadium patologi kanker. Cara ini juga bisa mengidentifikasi seberapa jauh sel kanker tumbuh dan tersebar.

Gejala dan Ciri-ciri Penyakit Kanker


Gejala dan ciri-ciri umum ketika seseorang menderita penyakit kanker dapat beragam, namun Ada hal yang yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker. Beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit kanker yaitu:

  1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
  2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal.
  6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
  7. Adanya koreng atau borok yang tak dapat sembuh walau telah di obati.

Benda Disekitar Rumah Yang Dapat Memicu 


Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu hidup berdamping dengan benda di sekitarnya. Seringkali, ketidaktahuan akan bahaya benda tersebut menjadi penyebab munculnya kanker pada orang terdekat. Pada proses pembuatan benda yang menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga berdampur, yang terbukti bisa memicu kanker. Bahan kimia tersebut juga hadir dalam banyak produk yang biasa kita gunakan di rumah.

Beberapa barang di rumah biasanya mengandung karsinogen seperti formalin, racun reproduksi, dan gangguan hormon. Itu hanya satu dari sekian banyak bahan penyebab kanker. Berikut ini adalah beberapa beberapa produk rumah yang bisa menyebabkan kanker, seperti dilansir laman Cheat Sheet, antara lain :

1. Karpet

Proses membuat karpet yang menggunakan dengan bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker, seperti formaldehyde dan acetone. Cara membuat karpet yang tidak sesuai dengan peraturan kesehatan dan menggunakan bahan kandungan retardants bersifat karsinogenik.

Ciri-ciri Karpet Aman Untuk Kesehatan

Ruangan dalam rumah sering terasa kurang lengkap tanpa hamparan karpet di lantai. Dari sisi desain, sebuah karpet memang bisa membuat lantai terasa lebih ekspresif dan indah. Nuansa hunian pun terasa lebih hangat. Namun di sisi kesehatan karpet justru bisa menjadi sumber penyakit bagi seluruh penghuni rumah. Banyaknya debu dan kotoran yang menempel di karpet bisa menjadi sumber penyakit.

“Pelapis lantai adalah bagian paling rentan bibit penyakit. Karpet, terutama yang berbulu tebal bisa menjadi sarang kotoran dan debu,” kata Jonathan Bernstein, MD, profesor Division of Immunology and Allergy, University of Cincinnati, AS.

Dalam proses pembuatan karpet makin beragam, beberapa produksi karpet banyak menggunakan bahan serat sintetis dan bahan-bahan lain dengan kandungan zat kimia volatile organic compounds (VOC) yang mudah menguap di udara. Zat-zat kimia itu bisa masuk melalui pernapasan dan mengganggu pernapasan. Umumnya pemilik rumah memiliki alergi atau asma ketika menggunakan bahan jenis ini.

Pilih produk Karpet Ramah Lingkungan

Sebaiknya Anda pilih karpet yang terbuat dari bahan serat alami, seperti wol, katun, dan sebagainya. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan itu itu lebih sehat karena bebas zat kimia. Tapi Anda juga bisa memilih karpet yang memiliki label ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan.

Ukuran dan tekstur

“Semakin besar luasannya, semakin besar pula kemungkinan karpet menyebarkan alergen. Karpet ukuran kecil lebih baik karena lebih sedikit bibit penyakit yang bersembunyi di seratnya,” kata Bernstein.

Anda juga jangan memilih karpet bertekstur bulu tebal dan panjang. Bulu-bulu yang panjang dan tebal lebih sulit dibersihkan dari debu dan kotoran.

Tips merawat karpet
- Saat membeli karpet, sebaiknya jangan langsung dipasang di ruangan. Angin-anginkan terlebih dahulu di luar supaya VOC di dalamnya terlepas. Lalu bentangkan di ruangan yang tak ditempati, misalnya garasi atau teras supaya kadar VOC berkurang.
- Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap hari agar kotorannya tidak menumpuk. Sambil dibersihkan dengan vacuum cleaner, bentangkan di jemuran lalu pukul-pukul supaya debu dan kotorannya rontok.
- Cuci karpet setiap minimal sebulan sekali. Agar lebih bersih, bawa ke tempat pencucian khusus.

2. Sofa

Pada tahun 1975, California mengesahkan undang-undang yang mengharuskan sebagian besar furniture harus dilapisi dengan menghambat api. Tujuannya untuk mencegah kebakaran furniture yang disebabkan oleh rokok.

Begitu California mengesahkan undang-undang, sebagian besar perusahaan Furnitur menambah lapisan semua furniture dalam bahan kimia. Tetapi pengujian kemudian menemukan bahwa bahan-bahan kimia itu sebenarnya bisa menyebabkan kanker. Bahan kimia masih digunakan sampai sekarang.

3. Tirai Kamar Mandi

Pada tahun 2008, para ilmuwan Amerika meminta agar semua tirai shower mengandung PVC atau racun, bahan kimia penyebab kanker, dilarang dijual dari rak-rak toko.Meskipun toko tidak lagi menjual gorden ini, jika Anda memiliki satu di rumah Anda, itu mungkin membocorkan bahan kimia yang kemudian masuk ke tubuh.

4. Perabotan Dari Kulit

Sekitar setengah dari semua furniture kulit mengandung zat karsinogen yang dikenal sebagai kromium. Dalam proses pembuatan perabotan menggunakan bahan kulit ditemukan bahan kimia yang dapat memicu kanker. Pastikan saat membeli perabotan dengan memeriksa label untuk mengetahui apakah furniture bebas kromium dan hindari membeli furniture yang tidak ramah lingkungan dengan kandungan bahan kimia.

5. Cahaya Lampu

CFL (compact fluorescent light) yang direkomendasikan pemerintah sebenarnya bisa menyebabkan kanker. Bohlam lampu mengandung merkuri, yang dikenal sebagai karsinogen. Bohlam juga memancarkan radiasi ultra-violet tingkat tinggi. Jika lapisan pelindung bohlam retak, tingkat radiasi UVA dan UVB yang berbahaya bisa lolos. Ini berarti Anda bisa terkena kanker kulit, hanya dari lampu Anda.

6. Lantai Vinyl

Lantai vinyl mengandung PVC, yang dikenal sebagai carcinogen. Memasang di rumah adalah mengundang bahaya penyakit kanker untuk keluarga.

7. Cangkir styrofoam

Styrene adalah bahan utama dalam produk styrofoam. Proses pembuatan yang mengikuti sertakan karsinogen membuat bahan untuk makanan dan minuman berbahan styrofoam perlu dikurangi. Jika memerlukan peralatan makanan dan minuman, beberapa alternatif seperti bahan kertas yang lebih aman, atau memilih peralatan makan dan minum yang sesuai dengan standar kesehatan.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar