Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Selasa, 12 Juni 2018

Hindari Kebiasaan Yang Salah Untuk Mencegah Rambut Rusak

Hindari Kebiasaan Yang Salah Untuk Mencegah Rambut Rusak - Mendapatkan rambut sehat dan indah menjadi kebutuhan penting untuk anda yang sering berjumpa dengan orang banyak, tidak hanya itu saja, dengan memiliki rambut sehat pun secara psikologis akan membuat kepercayaan diri seseorang meningkat. Tidak mengherankan jika banyak orang melakukan perawatan agar rambut selalu sehat dan indah, terlebih wanita. Namun tahukah anda ? disamping melakukan perawatan, sebenarnya beberapa kebiasaan yang salah menjadi sebab rambut mengalami kerusakan. Dan banyak pemilik rambut tidak mengetahuinya.
Sumber hariangadis.com




Beberapa kebiasaan yang salah perlu anda hindari untuk mencegah rambut rusak, diantaranya:


1. Stres
Mengalami stres tidak hanya mempengaruhi pola pikir dan kesehatan mental saja, ternyata seorang yang sering mengalami stres akan memengaruhi kondisi rambut menjadi rusak. Ketika kamu dalam tekanan stres, secara alami rambut akan memasuki fase telogen (rontok), yang mana kerontokan  rambut masih dapat terjadi hingga tiga bulan setelah stres selesai. Pada bulan ke enam sampai sembilan bulan, rambut mulai bertumbuh normal.

Studi tahun 2003 yang diterbitkan Jurnal Patologi Amerika menyatakan bahwa folikel rambut merupakan target yang penting bagi pemicu stres. Pengaruh neurohormon, neuropeptida dan neurotransmitter selama stres secara signifikan dapat mempengaruhi aktivitas siklik folikel rambut.

Penelitian lain yang menguatkan tentang stress dan pengaruh kerusakan rambut pada tahun 2007 yang dipublikasikan Akademi Dermatologi Amerika, bahwa stres dapat menyebabkan masalah kulit, seperti jerawat, kuku rapuh atau bahkan rambut rontok.

2. Diet Buruk
Pertumbuhan rambut normal membutuhkan vitamin dan mineral yang cukup. Ketika anda mengambil diet yang tidak sehat, secara tidak langsung akan mengurangi asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan akar rambut. Dalam studi tahun 2002 yang diterbitkan Dermatologi Klinis dan Eksperimental, menyoroti hubungan antara faktor gizi dan rambut rontok. Studi ini menunjukkan peran asam amino esensial, protein, zat besi dan seng serum untuk pertumbuhan rambut.

Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kedokteran Korea menunjukkan bahwa zat besi memainkan peran tertentu, terutama di pola rambut rontok perempuan premenopause.
Demi mendapatkan rambut sehat, kamu harus menyertakan makanan sehat dan alami yang kaya akan protein, vitamin E dan zat besi dalam dietmu. Kamu juga harus menyertakan makanan yang kaya mineral, seperti seng dan tembaga.

3. Pemakaian Alat Penata Rambut Yang Salah
Penggunaan alat penata rambut memang diperlukan pada kondisi tertentu. Namun banyak kebiasaan yang cenderung dilakukan adalah rutin menggunakan alat penata rambut secara terus menerus. Penggunaan pengering rambut untuk sehari-hari memicu kerusakan rambut yang mengakibat kering akibat panas. Akhirnya kerusakan rambut menjadi mudah rontok karena serum dari rambutmu tidak dapat melindungi helai rambut anda.

Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam Sejarah Dermatologi melaporkan bahwa menggunakan pengering rambut menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan dari pada pengeringan secara alami. Bahkan, menggunakan pengering rambut pada jarak 15 cm dengan gerakan terus menerus menyebabkan kerusakan yang relatif lebih sedikit.

4. Menggunakan Produk Kimia Pada Rambut
Saat ini banyak produk perawatan rambut dengan bahan kimia berbahaya, selain menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut, penggunaan yang berlebihan dapat memicu gangguan penyakit lainnya. Untuk menjaga rambut tetap sehat dan alami, disarankan untuk menggunakan produk yang memiliki nama.

5. Berenang dalam Air yang Mengandung Klorin (Kaporit)
Berenang dengan air yang mengandung klorin (kaporit) adalah kebiasaan buruk dan dapat menyebabkan rambut rusak. Penumpukan klorin pada rambut selain membuat rambut rusak, kusut dan rapuh, hal lain dari gangguan kaporit dapat menghilangkan minyak alami yang menutup akar rambut. Hal ini menyebabkan hilangnya kilau dan kelenturan rambut, serta membuat rambut mudah  patah.

Dalam studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam Jurnal Dermatologi, peneliti memeriksa 67 ahli perenang dan 54 non-perenang,  61 persen dari perenang menunjukkan gejala perubahan warna rambut dibandingkan dengan non-perenang.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar