Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Senin, 18 Juni 2018

Cedera Olahraga Bulu tangkis dan Cara Mengatasinya

Cedera Olahraga Bulu tangkis dan Cara Mengatasinya - Bulu tangkis adalah salah satu olahraga yang sangat populer di negara Indonesia. Sebab bermain bulu tangkis sangat mudah, dengan raket, bola dan 2 orang, permainan bulu tangkis dapat dilaksanakan.  Bagi masyarakat umum, pengetahuan yang kurang dalam bermain bulu tangkis dapat menyebabkan cedera ketika akan latihan dan pertandingan. Sport Injuries yang timbul dalam olahraga seperti gangguan tulang, otot, tendon, serta ligamentum.
Sumber bola.com

Munculnya cedera  olahraga bulu tangkis banyak terjadi akibat kesalahan yang bersifat paksaan pada tubuh, yang bekerja tidak semestinya dalam cakupan sebagian atau keseluruhan. Ketika anda memaksa kemampuan tubuh melewati batasan dalam olahraga, maka cedera akan semakin besar diderita pemain.

Cedera olahraga bulu tangkis dan cara mengatasinya

1. Lepuh
Lepuh atau sering disebut melepuh adalah gangguan yang muncul akibat cedera karena gosokan kulit secara terus menerus terhadap suatu permukaan, seperti pada bagian sepatu atau alas permukaan yang menjadi pijakan penopang dan bagian gerakan. Kategori lepuh termasuk dalam cedera tingkat 1 (cedera ringan).
Sumber healthlynesia.blogspot.com

Dalam gangguan cedera ringan penderita tidak mengalami keluhan yang serius namun akibat cedera melepuh akan mengganggu gerakan dan akselerasi pemain jika tidak di obati. Beberapa akibat yang akan dialami seperti  lecet/ lepuh, memar, sprain ringan.

Cara Mengatasi Cedera Melepuh
Untuk mengatasi cedera lepuh akibat olahraga bulu tangkis, dibutuhkan cara yang tepat untuk mengobati luka ringan tersebut, antara lain:
Istirahat dan berhenti dari olahraga bulu tangkis untuk mencegah iritasi.
PAda bagian cedera lepuh dibersihkan dan ditutup dengan perban perekat untuk mencegah gesekan lain.

2. Luksasio - subluksasio dari artikulasio humeri
Sumber mydoktorhewan.blogspot.com
Cedera olahraga bulu tangkis lain akibat kurangnya pengetahuan adalah sendi bahu sering terjadi luksasio / subluksasio karena sifatnya globoidea (kepala sendi yang masuk ke dalam mangkok sendi kurang dari separuhya). Penyebab yang menjadi pemicu terjadinya cedera sendi bahu karena pemakaian sendi bahu yang berlebihan atau body contact sport. Perlu anda ketahui, bagian sendi merupakan sanfat lemah karena berhubungan dengan globoidea, sendi bahu hanya mendapat kekuatan dari ligamentum dan otot-otot bahu.

Ciri dan tanda luksasio - dislokasi dalam olahraga bulu tangkis
Ketika pemain olahraga bulu tangkis mengalami cedera luksasio, ada beberapa ciri dan tanda yang dapat dirasakan, diantaranya :
Gerakan lengkung bahu hilang atau sulit
Kemungkinan bagian sendi tidak dapat digerak-gerakkan
Gangguan lengan atas sedikit abduksi
Kesulitan pada lengan bawah sedikit supinasi

Dalam kategori olahraga bulu tangkis, cedera luksasio merupakan cedera tingkat 2 (cedera sedang). Akibat yang dialami pemain bulu tangkis ketika mengalami cedera tingkatan adalah kerusakan jaringan saraf lebih berbahaya yang menimbulkan pengaruh negatif pada performance dan gerakan yang semestinya. Tanda yang dapat dirasakan pemain saat mendapat cedera antara lain keluhan nyeri, bengkak, gangguan fungsi tanda-tanda inplamsi misalnya : lebar otot, strain otot, tendon-tendon, robeknya ligamen (sprain grade II).

Cara Mengatasi Cedera Luksasio Sebagai Pertolongan Pertama
Cara mengatasi cedera luksasio dalam olahraga bulu tangkis tidak dapat dilakukan sembarangan orang. Diperlukan tenaga ahli dan seorang petugas media untuk mencegah resiko yang lebih besar akibat cedera. Dalam situasi darurat, pemain yang mengalami cedera diperlukan reposisi sambil membawa penderita ke tenaga ahli.

Jenis Reposisi Dalam Pertolongan Pertama Pada Cedera Luksasio
Melakukan pertolongan pertama pada penderita luksasio adalah reposisi. Sambil menunggu tenaga ahli untuk pengobatan, reposisi yang dapat dilakukan adalah :

a.  Pertolongan Pertama Reposisi Metode Stimson
Metode Stimson adalah alternatif yang dapat digunakan pada penderita. Caranya penderita cedera 2 dibaringkan tertelungkup bagian lengannya yang mengalami luksasio, keluar dari tepi posisi tidur, menggantung ke bawah. Kemudian diberikan beban yang diikatkan pada lengan bawah dan pergelangan tangan, biasanya dengan dumbbell dengan berat tergantung dari kekuatan otot si penderita. Si penderita disuruh rileks untuk beberapa jam, kemudian bonggol sendi akan masuk dengan sendirinya.

b. Pertolongan Pertama Reposisi Penderita dibaringkan telentang di lantai
Cara mengatasi sebagai pertolongan pertama berikut adalah penolong duduk pada sisi sendi yang lepas. Kaki si penolong menjulur lurus ke dada si penderita, lengan yang lepas sendinya ditarik dengan kedua tangan penolong dengan tenaga yang keras dan kuat, sehingga berbunyi “klik”, ini berarti bonggol sendi masuk kembali.

3. Strain dari otot-otot atap bahu (rotator cuff)
Istilah rotator cuff dipergunakan untuk jaringan ikat fibrosa yang mengelilingi bagian atas tulang humerus. Ini dibentuk dengan bersatunya tendon-tendon atap bahu. Keempat tendon tersebut adalah :

  1. musculus supraspinatus
  2. musculus infraspinatus
  3. musculus teres minor
  4. musculus subscapularis

Sumber seripayku.blogspot.com

Yang paling sering kena adalah tendon supraspinatus. Biasanya terjadi karena tarikan yang tiba-tiba, misalnya, jatuh dengan tangan lurus atau abduksi yang tiba-tiba melawan beban berat yang dipegang dengan tangan.

Tanda-tanda Cedera Strain dari otot-otot atap bahu (rotator cuff)
Penderita mengeluh nyeri di ujung bahu. Kalau penderita menaikkan lengan ke samping setelah 45 derajat pertama, penderita mulai merasa sakit, lebih-lebih setelah lengan lebih tinggi. Tetapi rasa sakit berkurang lagi setelah lewat 120 derajat.

Cara Pencegahan dan Pengobatan Strain dari otot-otot atap bahu (rotator cuff)
Lengan digendong dengan mittela selama 2-3 hari, lalu diberikan metode RICE
B. Elbow injuries (cedera pada siku)
Tulang lengan bawah dapat mengalami kelainan congenital (kelainan sejak lahir), yaitu :
a. Cubitus valgus
 yaitu kedua lengan bawah dapat merapat satu sama lain.
b. Cubitus varus
 biasanya karena patahnya suprakondilus pada waktu kecil
c. Cubitus recurvatus

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar