Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 15 Juni 2018

Cara Menghemat Listrik AC

Cara Menghemat Listrik AC - Kebiasaan yang sering dilakukan dalam penggunaan AC adalah sebab menjadikan biaya listrik dalam rumah sering mahal. Cara menggunakan AC yang sering tidak benar menyebabkan konsumsi daya listrik menjadi terlalu boros, disamping itu juga akan mempengaruhi umur AC menjadi lebih cepat rusak dibanding pemakaian yang disarankan.

Akibatnya dalam pemakaian AC yang salah dan membengkaknya jumlah tagihan, sering konsumen mengajukan komplain dan menyalahkan merk AC sebagai penyebabnya. Jika saja anda mengetahui cara menggunakan AC sesuai saran yang direkomendasikan pabrik, tentunya akibat tagihan listrik mahal dan cepat rusaknya pendingin ruangan dapat dihindari. Beberapa cara yang perlu anda ketahui dalam memanfaatkan AC dengan maksimal tanpa perlu membayar mahal tagihan listrik adalah:


1. Memilih Kapasitas AC yang Sesuai Untuk Ruangan.

Membeli pendingin ruangan untuk rumah tangga ataupun untuk ruangan kantor, perlu memperhatikan kapasitas AC untuk digunakan. Hal ini sering menjadi masalah klasik dalam penggunaan AC ketika konsumen tidak dapat menentukan jenis kapasitas yang sesuai dan diperlukan untuk sebuah ruangan.
Menghitung kebutuhan AC untuk ruangan yang benar jika hanya mengandalkan kapasitas pendingin ruangan lebih tinggi jelas akan membuat penggunaan listrik menjadi lebih boros listrik disamping anda akan mengeluarkan biaya lebih mahal untuk membelinya.
Sebagai contoh : jika anda memiliki ruangan seluas 4 x 3 meter maka dibutuhkan kapasitas AC 3/4 PK. Untuk kebutuhan 6.000 penggunaan AC 1/2 PK yang disarankan. Sedangkan jika kebutuhan yang lebih kecil pada ruangan 5.000 tentu dapat memilih AC lebih kecil.

Alasan memilih AC dengan ruangan yang sesuai sangat penting untuk mendapatkan pendinginan yang sesuai namun tidak memaksa pendingin ruangan bekerja secara terus menerus secara maksimal.  Bayangkan saja mobil anda setiap hari dipaksa terus menerus tanpa henti untuk bekerja maksimal, akan berakibat penurunan performa dan kinerja makin cepat rusak.

Rumus Menghitung PK AC Yang Diperlukan Sesuai Ruangan


Gunakan rumus dibawah ini untuk menghitung berapa kapasitas AC yang diperlukan.

= Luas Ruangan Dalam m2 x 500
= Lebar x Panjang x 500

Kalkulasi ini berasumsi bahwa tinggi ruangan yang anda hendak pasang AC adalah tinggi standar yang ada di Indonesia yaitu yang pada umumnya 2.50 – 3 meter.

Perhitungan diatas ini juga tidak memperhitungkan jika untuk ruangan yang banyak orangnya atau ruangan yang sering buka-tutup jendela atau ruangan terbuka, karena hampir mustahil untuk memperhitungkan jika banyak faktor yang berbeda-beda.

Rumus diatas akan menghasilkan angka dalam satuan Btu. Angka tersebut perlu untuk dicocokan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan Btu/h yang biasa ada di setiap AC. Orang lebih awam menggunakan satuan PK dalam menentukan AC sehingga disini ditampilkan bagan untuk membantu anda mengkonversi berapa PK yang anda butuhkan.

  1. 1/2PK = 5000 Btu/h (ukuran ruangan 10m2)
  2. 3/4PK = 7000 Btu/h (ukuran ruangan 14m2)
  3. 1PK = 9000 Btu/h (ukuran ruangan 18m2)
  4. 1 1/2PK = 12000 Btu/h (ukuran ruangan 24m2)
  5. 2PK = 18000 Btu/h (ukuran ruangan 36m2)


2. Jangan Menyalakan AC Ketika Listrik Mati Jepret
Kemampuan daya listrik rumah tangga yang sudah disesuaikan dengan kategorinya, dapat menyebabkan MCB jatuh jika penggunaan listrik melebihi kekuatannya. Saat MCB jepret menandakan banyaknya konsumsi listrik melebihi kapasitasnya dan anda menggunakan AC yang tiba-tiba mati karena listrik jebret atau tidak sengaja kepencet tombol off-nya, JANGAN langsung dinyalakan kembali.

Istirahatkan pendingin ruangan anda untuk membuat oli kompresor dan gas freon kembali ke kompresor dulu. Ini sangat berguna untuk memperpanjang usia AC dan istirahat menyalakan AC secara langsung, minimal 1 menit. Niscaya umur kompresor anda akan lebih panjang. Cara menggunakan AC yang benar ini adalah salah satu cara paling efektif dalam memperpanjang umur kompresor AC anda.



3. Jangan Mengunakan Suhu Paling Dingin 16 derajat dengan Fan Speed maksimum


Akibat kurang tahu dalam operasional pendingin ruangan, ada kesalahan terbesar pada saat anda menggunakan AC. Ingat AC adalah Air Conditioner dan bukan Air Cooler, seharusnya menggunakan AC dengan suhu remote 24 dan Fan speed 1 atau 2 sudah lebih dari cukup dinginnya.

Suhu luar ruangan di Jakarta pada dini hari adalah 25 – 26 derajat sepanjang tahun. Jadi sekali lagi TIDAK MUNGKIN suhu 16 derajat akan tercapai. suhu 20 derajat pun hampir tidak mungkin bisa tercapai kecuali anda menggunakan AC yang memiliki kapasitas JAUH lebih besar dibandingkan kebutuhan ruangan. Contoh untuk ruang server biasanya ukuran 3x3m dimana dibutuhkan Btu hanya 4.500 alias AC 1/2 PK sudah mencukupi, tapi dipasang AC 1.5 PK dengan kapasitas Btu 12.000, itu baru bisa tercapai suhu 20 derajat.

Sebenarnya cara kerja AC non-inverter adalah sebagai berikut. Suhu di remote misalnya 23 derajat. Pada saat AC dinyalakan akan terdengar bunyi “tek” yang menandakan kompresor AC menyala dan gas Freon akan dipompa dari kompresor ke evaporator AC di unit Indoor dan disemburkan oleh kipas AC sehingga angin yang keluar adalah angin dingin. Unit Thermostat di Indoor AC akan bekerja sama dengan unit komputer di AC untuk berusaha membuat ruangan mencapai suhu 23 derajat Celsius. Jadi saya tekankan suhu di remote AC TIDAK SAMA dengan suhu ruangan. Suhu di remote AC itu adalah kita sebagai pengguna AC meminta kepada AC supaya membuat ruangan mencapai suhu yang ada di remote AC.

Nah selama suhu ruangan belum tercapai, kompresor akan bekerja FULL 100% sampai suhu ruangan tercapai ATAU kompresor terlalu panas jadi akan di cut off atau dimatikan. Pada saat itu akan terdengar lagi bunyi “tek” yang menandakan kompresor AC mati. Apabila suhu sudah mencapai 21.9 derajat kebawah, kompresor akan mati menandakan suhu sudah tercapai. Angin yang keluar dari kisi-kisi AC akan jadi seperti kipas angin… Kemudian setelah suhu ruangan sudah diatas 24.9 derajat, kompresor akan kembali menyala ditandai dengan bunyi “tek” lagi.

Hal ini akan terjadi berulang-ulang selama AC dinyalakan. Nah sekarang bayangkan anda menyetel remote AC di suhu 16 derajat. Ruangan anda TIDAK AKAN pernah mencapai suhu 16 derajat sehingga kompresor AC hanya akan mati saat sudah terlalu panas. Tindakan ini tentu saja akan memperpendek umur kompresor AC. SEHARUSNYA dengan suhu hanya 23 atau 24 derajat saja dengan fan di tingkat kedua anda sudah merasa dingin banget. Kalau tidak dingin dan AC tidak ada masalah kemungkinan besar PK AC anda tidak cukup untuk mendinginkan seluruh ruangan.

Kalau cara kerja AC Inverter berbeda. Kompresor AC tidak pernah mati. Yang ditambah atau dikurangi hanya daya AC ke kompresor. Kelebihan utama dari Inverter selain listrik yang lebih hemat karena kompresor bekerja terus namun stabil.

Untuk AC non-inverter fluktuasi suhu ruangan adalah lebih kurang 2 derajat celsius. Sedangkan untuk AC Inverter adalah 0.5 derajat Celsius. Jadi secara teori yah, kalau di AC Non-Inverter anda set suhu remote 23 derajat, suhu di ruangan anda adalah antara 21 – 25 derajat Celsius. itulah kenapa biasanya pada saat pake AC Non-Inverter jam 4 pagi anda suka mematikan AC karena kedinginan.

Jadi kunci dari cara menggunakan AC yang benar adalah cukup setel suhu remote di 23 – 24 derajat tergantung tingkat tahan dinginnya anda. Pokoknya kalau tidur tanpa selimut masih bisa dan tidak kedinginan. Nah temukan suhu dimana anda bisa tidur tanpa pakai selimut. Set suhu remote anda di suhu itu, niscaya kompresor AC anda akan lebih awet karena tidak perlu kerja terlalu berat, dan suhu ruangan bisa tercapai sesuai dengan suhu remote.


4. Pastikan AC Rajin di Service Berkala

AC yang sudah kotor terutama di filter, evaporator dan di kipas AC akan membutuhkan daya extra untuk mencapai kondisi ideal pendinginan. Contoh kalau kipas dan filter AC sudah penuh debu misalnya, dari biasanya anda pakai fan kecepatan 1 sekarang harus maksimum baru dingin. Ini akan mengakibatkan pemborosan listrik yang tidak perlu. Begitu pula dengan unit outdoor, bila sudah kotor dan berdebu, pembuangan panas akan tidak bisa maksimal sehingga kompressor lebih sering mati karena terlalu panas padahal suhu ruangan belum tercapai.

Bahkan kalau ada yang merokok di dalam ruangan, atau dekat tempat yang banyak debu atau dapur maka AC wajib dicuci setiap 2 bulan sekali. Jika anda tinggal di daerah dekat pantai seperti di Pantai Mutiara, Pluit, Pantai Indah Kapuk, Ancol, dll. Kami sungguh menyarankan anda mencuci AC dengan AIR MINUM ISI ULANG bukan air tanah ataupun air PAM dan dicuci setiap 2 bulan sekali sehingga pembentukan karat akibat udara laut dapat diminimalisasi.

Jangan lupa juga Filter AC yang ada di Indoor unit juga kalau bisa setiap 2 minggu sekali dicuci, karena setelah 2 minggu pasti seluruh permukaan filter-nya sudah tertutup debu tipis.

5. Biasakan Menutup Pintu Ruangan AC

Ini juga masalah klasik dalam cara menggunakan ac. Apabila kita sering keluar masuk ruangan, pastikan pintu selalu ditutup kembali. Atau kalau kamar tidur kita ada kamar mandinya, pastikan supaya pintu selalu ditutup kembali. Mengapa? Karena begitu ada pintu yang terbuka, angin dingin akan langsung keluar ruangan, dan AC akan kembali berusaha menurunkan suhu di dalam ruangan. Nah apabila pintu terus terbuka baik ke kamar mandi atau bahkan ke ruangan lain di luar kamar, sebenarnya ukuran ruangan yang di dingin kan jadi lebih besar dari seharusnya. Ini akan berimbas dengan kompresor yang akan terus bekerja menjaga suhu ruangan agar sama dengan suhu remote. Itulah kenapa di semua mall di Jakarta pintu kaca yang menghubungkan tempat parkir dengan Mall pasti ada stiker di pintu kacanya yang kira-kira bertuliskan “Pintu harus selalu dalam keadaan tertutup”

Untuk anda yang belum membeli AC dan sedang mencari, pastikan PK AC anda cukup untuk mendinginkan ruangan plus orang yang tidur atau tinggal di dalam kamarnya. Rumus perhitungan yang simple atau yang ngejelimet tapi jauh lebih akurat sudah kami sediakan di artikel menghitung kebutuhan AC ruangan.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar