Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 15 Juni 2018

Cara Mendapat Manfaat dan Kenali Risiko Air Soda untuk Kesehatan

Cara Mendapat Manfaat dan Kenali Risiko Air Soda untuk Kesehatan - Minuman dengan soda atau disebut air berkarbonasi adalah jenis minuman yang cukup populer dalam masyarakat modern. Melalui proses campuran gas karbon dioksida bersama molekul air, hasilnya akan tercipta gelembung dalam air ketika anda memperhatikan minuman bersoda. Gelembung minuman bersoda selain memberikan sensasi saat Anda meminumnya, selain itu juga ada efek yang baik dan kurang baik pada tubuh. Tentunya dengan takaran yang tepat, Anda dapat mendapatkan lebih banyak manfaat dan menghindari resiko air soda.
Sumber hellosehat.com

Beberapa Manfaat dan Resiko Air Soda Untuk Kesehatan diantaranya:




1. Manfaat air soda untuk sistem pencernaan
Air soda yang berkarbonasi tidak dipungkiri memberi sensasi yang berbeda dibanding dengan minuman cepat saji jenis lainnya. Kandungan asam lemah yang bersamaan dengan air berkarbonasi mampu menguatkan merangsang reseptor saraf di mulut Anda. Beberapa penelitian menunjukkan hal ini dapat meningkatkan kemampuan menelan Anda. Walaupun memiliki ph yang asam, namun nyatanya air berkarbonasi tidak sampai memengaruhi ph tubuh Anda. Pada beberapa gangguan sembelit ketika kesulitan buang air besar, air soda berkarbonasi juga dapat membantu Anda. Pencernaan akan lebih lancar setelah minum air berkarbonasi. Hal ini pun telah dibuktikan oleh beberapa penelitian.

Meskipun bersifat asam, air soda dengan karbonasi dapat membantu Anda dalam meredakan nyeri ulu hati karena meningkatnya asam lambung tanpa adanya gangguan organ lambung (functional dyspepsia). Hal ini karena air berkarbonasi dapat meningkatkan aktivitas lambung. Namun, perlu diketahui hal ini hanya efektif jika Anda mengkonsumsi air berkarbonasi tanpa tambahan kalori dari gula. Sayangnya, air berkarbonasi yang sering Anda temui adalah dalam bentuk minuman bersoda, di mana sudah ditambahkan dengan berbagai macam rasa dan gula dalam jumlah tinggi. Justru, minuman bersoda ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Bahaya air soda berkarbonasi pada kesehatan 
Disamping manfaat yang diberikan oleh air soda untuk kesehatan, efek kurang baik dari air berkarbonasi adalah pada bagian gigi. Penggunaan air soda berkarbonasi sering menjadi penyebab kerusakan gigi. Ketika Anda minum air soda, maka ph yang dibawa air soda dengan asam membuat lapisan email pada gigi bisa terkikis. Namun belum ada penelitian yang membenarkan secara jelas tentang efek air soda pada email gigi.

Beberapa penelitian umumnya membuktikan air soda berkarbonasi yang ditambahkan gula, seperti pada minuman bersoda, memang dapat menyebabkan kerusakan gigi, menurut beberapa penelitian. air berkarbonasi tanpa tambahan gula justru tidak terbukti dapat merusak gigi.

Asam dan gula yang terkandung pada minuman bersoda tampaknya memainkan peran penting pada kerusakan gigi. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan lapisan email gigi menjadi terkikis. Jadi, pilihlah air berkarbonasi yang tidak mengandung gula jika Anda ingin menjaga kesehatan gigi Anda.

Mitos Tentang Efek pada kesehatan tulang
Selama ini mungkin Anda sering dengar bahwa air berkarbonasi dapat menyebabkan tulang keropos. Namun, ternyata ini cuma mitos. Air berkarbonasi tidak berpengaruh pada kesehatan tulang.

Yang berpengaruh pada tulang keropos sebenarnya adalah cola. Cola berbeda dengan air berkarbonasi. Minuman cola mengandung banyak fosfor dan biasanya orang yang sering mengonsumsi minuman cola mempunyai asupan kalsium yang kurang, terutama wanita. Hal inilah yang menyebabkan mengapa cola dapat memicu tulang keropos.

Jadi, Anda harus tetap minum susu atau sumber kalsium lainnya, walaupun Anda sering konsumsi minuman berkarbonasi atau minuman cola. Jangan jadikan minuman berkarbonasi sebagai pengganti susu. Namun faktanya, remaja putri yang mengkonsumsi minuman berkarbonasi sering menjadikan minuman tersebut sebagai pengganti susu sehingga asupan kalsium untuk kesehatan tulang tidak terpenuhi dengan baik, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition Research.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar