Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Selasa, 19 Juni 2018

6 Jenis Cedera pada Atlet Lari

Memiliki hobi olahraga lari atau keinginan menjadi atlet lari mungkin terlihat sangat mudah, pendapat sebagian orang. Ternyata hobi olahraga lari adalah olahraga yang sering menyebabkan cedera di bagian kaki. Cedera bagian kaki yang sering dirasakan para olahragawan lari, tidak hanya dialami oleh pemula saja, atlet pengalaman pernah mengalami cedera, baik ketika latihan atau bertanding. Gejala yang sering dirasakan penggemar olahraga lari ketika mendapatkan cedera seperti area punggung akibat otot piriformia yang menjadi penekan saraf skiatik.
sumber liputan6.com

Karena rasa sakit area punggung penderita, gangguan yang terasa dalam kondisi duduk maupun menaiki tangga terasa begitu nyeri. Sindrom ini terjadi ketika pemanasan dilakukan secara tidak benar, khususnya pada gerakan mengencangkan otot pinggul. Dalam kondisi ini, hindarilah tidur di alas tak rata juga karena hal ini bisa memperburuk kondisi cedera.



6 Jenis Cedera pada Atlet Lari


1. Cedera Lutut atau Runner’s Knee
Cedera lutut atau runner's knee merupakan cedera yang paling umum dialami pelari. Penyebab cedera lutut terjadi dari tulang bergeser di bagian area tulang lutut. Sejumlah gerakan berlari yang mengikutkan lutut menyebabkan terjadi pergeseran hingga muncul rasa nyeri. Apabila nyeri dialami pada area lutut pasca Anda berlari, sebaiknya jangan lakukan aktivitas apapun lebih dulu, segera melakukan kompres menggunakan es serta lakukan peregangan beberapa kali dalam sehari. Selain itu, lakukan istirahat dan hindari menggunakan lutut untuk berlari sementara waktu.
Cedera jenis ini dialami oleh atlet dengan rasa sakit yang muncul pada bawah lutut di dekat tumit hingga bagian tengah telapak kaki. Ketika cedera terjadi, rasa sakit akan lebih terasa di pagi hari, terutama sewaktu bangun dan bangkit dari tempat tidur.

Nyeri seperti ini biasanya terjadi akibat inflamasi alias peradangan dan cedera dapat terjadi karena sering berlari di atas permukaan yang tidak rata. Sepatu yang tak bisa menyerap tekanan bisa menjadi pemicu munculnya inflamasi. Jadi untuk mengatasi, berikan pijatan dan mengistirahatkan kaki sampai pulih benar.

2. Lenting atau Blister
Lenting atau Blister adalah jenis cedera yang banyak dialami atlet lari. Tanda seseorang mendapat gangguan Lenting atau Blister adalah luka gelembung pada kulit dan ketika bila dilihat secara berisi air di bagian permukaan kulit kaki. Penyebab terjadinya lenting atau blister karena gesekan antara permukaan bagian dalam sepatu dengan kulit kaki. Jenis cedera lenting yang tergolong ringan, namun tetap memerlukan perhatian untuk mencegah luka menjadi lebar. Saat bagian kulit terdapat luka gelembung berisi air, jangan sampai gelembung tersebut pecah secara tak sengaja atau disengaja. Pengelupasan kulit dikarenakan pecahnya gelembung hanya akan memicu luka. Bersabarlah dan diamkan, karena setelah beberapa hari luka akan hilang sendiri; pastikan selanjutnya juga tak memakai sepatu yang sempit apalagi tanpa kaos kaki.

3. Cedera Tulang Kering atau Shin Splint
Cedera pada bagian tulang kering adalah cedera dengan tanda bengkak dan nyeri pada bagian bawah lutut depan dan belakang kaki. Penderita akan mengalami rasa sakit yang tergantung dari cedera bagian otot, bagian tulang, atau justru keduanya. Umumnya penyebab cedera tulang kering akibat atlet berlari terlalu lama dan terlalu dipaksakan. Intensitas berlari sebaiknya dikurangi demi menyembuhkan kaki Anda dan pastikan perhatikan cara memilih sepatu lari yang tepat karena jika salah hanya akan menaikkan risiko cedera.

4. ITBS (Iliotibial Band Syndrome)
Cedera ITBS (Iliotibial Band Syndrome) adalah nyeri tendon bagian penghubung antara tulang bawah lutut dengan tulang paha. Inflamasi merupakan penyebab dari cedera ITBS (Iliotibial Band Syndrome) dan dipicu oleh pergerakan kaki yang sangat kencang, lemahnya tulang serta otot paha, atau terlalu seringnya berlari. Penyebab  munculnya gangguan cedera akibat atlet menggunakan gerakan kaki terlalu banyak. Sebelum berlari, pemanasan dan penguatan otot adalah hal wajib untuk dilakukan. Sebagai cara perawatan, cobalah gunakan es dan refleksikan tendon Anda pada sepanjang tulang kering dan tulang paha supaya tekanan pada bagian tersebut berkurang.

Cedera ini juga termasuk umum dialami oleh atlet lari, terutama otot penghubung kaki bagian belakang terkena cedera. Inflamasi penyebab nyeri kerap menyertai cedera ini dan Anda pun bakal merasakan tendon yang kaku. Lari jarak jauh seperti maraton adalah contoh aktivitas yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Untuk mengatasi dan pencegahan ITBS (Iliotibial Band Syndrome) lebih parah, mengistirahatkan kaki dan berusaha untuk menghindari tekanan sekaligus penarikan yang terlalu banyak di bagian tendon. Pastikan perawatan dan masa pemulihan dijalani dengan baik.

5. Muscle Pull
Muscle Pull adalah cedera yang terjadi karena robek kecil di bagian otot. Dalam dunia kesehatan sering disebut muscle strain. Atlet lari kemungkinan pernah atau masih sering melakukan peregangan yang berlebihan sehingga otot menjadi tak kuat yang akhirnya malah mengalami robek. Untuk mengobati cedera Muscle Pull yakni dengan melakukan istirahat bagian kaki selama sakit. Anda tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan berlebihan apalagi untuk berlari. Untuk mempercepat proses pemulihan, kompres es pada bagian luka.

6. Keseleo Pergelangan Kaki atau Ankle Sprain
Keseleo Pergelangan Kaki atau Ankle Sprain adalah cedera yang banyak dirasakan atlet lari. Penyebab keseleo bagian ankle sprain pergelangan kaki akibat robeknya ligamen atau peregangan berlebihan pada area pergelangan kaki. Tanda ankle sprain yang terjadi antar lain bila bagian keseleo ditekan atau disentuh saja akan menyebabkan rasa sakit. Untuk menyembuhkan Keseleo Pergelangan Kaki atau Ankle Sprain, pelari harus istirahat total bagian kaki dan tak boleh sembarangan menggerakkan.

Jenis cedera atlet lari masih ada beberapa kategori yang umumnya pada tingkat sedang dan parah. Umumnya cedera ringan yang disebutkan banyak terjadi akibat kurang pemanasan atau justru terlalu berlebihan,

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar