Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Minggu, 13 Mei 2018

Tips Aman Puasa untuk Riwayat Gangguan Lambung, coba yuh

Melaksanakan ibadah puasa, bulan yang baik, dikenal dengan bulan ramadhan bagi umat Islam. Bermacam manfaat yang di ajarkan selama umat muslim berpuasa seperti kesehatan dan sikap perduli pada orang lain, karena puasa yang dilakukan tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus saja.

Dalam menjalankan puasa, sistem pencernaan manusia diajak untuk beristirahat menjalankan tugas yang pada umumnya dikerjakan ketika tidak berpuasa. Tidak adanya asupan makanan yang datang ketika kita menghentikan makan, organ tubuh seperti pankreas dan kandung empedu yang rutin mengeluarkan kelenjar hormon juga istirahat, proses detoksifikasi berlangsung tanpa kita sadari.

Pada fisiologi, detoksifikasi (bahasa Inggris: detoxification, detox) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh,dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.

Namun, ketika umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, sesungguhnya hal yang menganggu kerap muncul pada kesehatan, terutama kita yang punya penyakit gangguan lambung. Untuk mendapatkan ibadah yang maksimal, melakukan konsultasi pada dokter sangat disarankan.

Berikut tip aman puasa untuk riwayat gangguan lambung

1. Pantang untuk tidak makan ketika sahur

Pantangan yang tidak boleh dilanggar penderita gangguan lambung adalah hal makan saat sahur. Sahur yang menjadi sumber utama bagi kita mendapatkan cadangan asupan makanan, mengisi dan makan saat sahur sangat penting. Tubuh yang menjalankan puasa, kita tahu akan kosong hingga sore menjelang berbuka.

Hal yang akan terjadi ketika penderita riwayat gangguan lambung mencoba melakukan puasa, tanpa makanan saat berpuasa adalah memperparah asam lambung hingga naik ke tenggorokan.

2. Jangan menunda berbuka puasa ketika waktunya

Menjalani ibadah puasa bagi penderita gangguan lambung, hendaknya tidak menunda waktu berbuka dengan alasan tertentu. Resiko yang dialami adalah cepatnya peningkatan asam lambung perlu diisi dengan makanan sebagai pencegahan.

Dalam dunia kedokteran naiknya asam lambung dalam istilah kedokteran disebut GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan penyakit pencernaan yang umum dialami oleh 10 hingga 20 persen orang dewasa di dunia. GERD berbeda dengan penyakit maag.

Head of Personal Health Philips Indonesia, Yongky Sentosa, berharap memasuki Ramadhan tahun ini ada meningkatkan kesadaran akan penyakit GERD. Sebab jika tidak ditangani dengan benar maka penyakit ini dapat berakibat fatal.

Yongky mengatakan untuk dapat menjaga keseimbangan asupan makanan yang sehat tentu bukanlah hal yang mudah di zaman sekarang ini. Melalui produk dan berbagai kegiatan kampanye marketing, ia mendukung masyarakat untuk dapat menyiapkan makanan sehat dengan cara mudah dan praktis.

3. Berbuka puasa dengan makan perlahan

Sakit maag, gangguan lambung dan tukak lambung hendaknya makan secara perlahan lahan ketika menyantap menu utama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah usahakan untuk makan secara perlahan-lahan, karena jika seseorang makan terburu-buru dan ditambah dengan porsi yang besar maka akan banyak makanan yang tidak dicerna sehingga memicu timbulnya gejala.

Mengutip dr Hayatun Nufus, SpPD dari RSCM, "Kondisi ini juga berlaku ketika pasien maag melakukan puasa, disarankan tidak makan berlebihan saat sahur mau pun berbuka. Ketika berbuka disarankan porsi kecil dulu lalu dilanjutkan dengan makan besar setelah shalat magrib," ungkapnya.

Selain itu beberapa jenis makanan atau minuman juga harus diperhatikan oleh pasien maag seperti menghindari makanan yang mengandung banyak gas (sawi, kol), buah tertentu seperti pisang ambon dan angka, minuman bersoda, alkohol dan susu full cream.
"Orang dengan maag kronis disarankan makan dengan small frequency feeding, jadi makanlah dengan porsi yang kecil tapi lebih sering," ujar dr Hayatun Nufus, SpPD dari RSCM dalam acara Konferensi Pers Pusat Konsultasi Ahlinya Lambung di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar.
dr Hayatun menuturkan proses pencernaan berjalan sekitar 4-6 jam, jadi kalau memang punya sakit maag maka disarankan membawa bekal makanan di kantong atau tas seperti cracker yang sehat.

Lebih lanjut dijelaskan pencernaan merupakan suatu proses yang kompleks yang mana melibatkan enzim-enzim pencernaan, saraf yang kompleks dan juga kinetik atau peregangan.

Kalau seseorang makan terlalu banyak maka akibatnya lambung akan teregang, kondisi peregangan sendiri sudah membuat perut terasa begah atau terdorong. Selain itu juga membuat asam lambung meningkat akibatnya timbulah keluhan seperti perut kembung, mual, nyeri di ulu hati yang merupakan gejala maag.

4. Makan dalam porsi kecil

Berbuka puasa dengan konsumsi porsi kecil, sangat disarankan bagi penderita sakit lambung. Proses makan yang dilakukan dalam porsi kecil ini selain mencegah asam lambung naik, penyakit maag ini harus pandai pandai mengatur waktu, terutama menyantap makanan menjelang sahur sehingga tidak terburu buru untuk menghabiskan makanan yang terhidang.

5. Jangan tidur setelah makan

Waktu yang ideal ketika penderita sakit maag selesai makan, diperlukan waktu kurang lebih 3 jam setelah makan untuk tidur. Meski rasa ngantuk yang datang ketika melakukan sahur sudah selesai, menunda tidur ataupun rebahan setelah makan sangat penting untuk mencegah asam lambung yang naik.

6. Hindari hal-hal yang memicu asam lambung

Selama menjalani puasa, ada makanan dan minuman yang dilarang bagi penderita penyakit tukak lambung. Sakit maag yang dikenal sangat sensitif dengan asam, kejelian dalam memilih makan yang tepat sangat penting.

Jenis dan beberapa makanan yang memicu kenaikan asam lambung , antara lain :

Minuman berkarbonasi, seperti soda

Minuman dengan kafein, cokelat, dan teh

Citrus dan berbagai jenis jeruk

Tomat

Bawang

Makanan pedas

Makanan berlemak tinggi, seperti gorengan.


7. Atur posisi tidur

Mengatur posisi tidur sangat penting ketika kita sudah bersiap untuk istirahat. Bagi penderita gangguan lambung, cara tidur yang efektif untuk mengurangi naiknya asam lambung adalah posisi tidur.

Penderita maag perlu meninggikan posisi tidur kepala dari standar umum manusia normal akan tidur, sekitar 15 cm. Mungkin ketika posisi kepala yang lebih tinggi akan terasa kurang nyaman, idealnya posisi tidur untuk pasien sakit tukak lambung adalah landai, dengan posisi tinggi di bagian kepala.

8. Pakai pakaian yang nyaman dan longgar

Menggunakan pakaian longgar dan nyaman sangat disarankan ketika penderita gangguan lambung selesai makan. Juga untuk aktifitas pagi hingga sore, pakaian longgar yang dikenakan selain untuk menggurangi tekanan ketika diisi dengan makanan, manfaat lainnya adalah untuk mencegah asam lambung meningkat.


Kesimpulan dan pengetahuan umum tentang Maag

Penyakit maag, gangguan lambung dan tukak lambung adalah situasi adanya peradangan yang terjadi dalam perut.

Umumnya kasus penderita gangguan lambung dan maag telah melebihi angka 150 ribu kasus pertahun hanya di Indonesia.

Penderita tukak lambung untuk kategori ringan, untuk jangka pendek memerlukan pemulihan sekitar seharian, namun untuk gangguan lambung stadium lebih tinggi, proses pemulihan perlu waktu yang lama, waktu dapat mingguan.

Penyebab yang kerap dikeluhkan pasien saat gangguan lambung dialami adalah keluhan bagian perut, mual dan muntah.

Bersendawa, gangguan pencernaan, dan kehilangan napsu makan, juga menjadi gejala yang dirasakan penderita maag dan lambung.

Penyakit maag dan tukak lambung yang terbagi berdasarkan usia, usia terbanyak dialami 19 tahun hingga 60 tahun. Usia pada anak anak sekolah sangat jarang terjadi dan mengalami gangguan lambung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar