Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 24 Mei 2018

Ternyata Penyebab Pendengaran Kita Makin Rusak, No 5 Sering Dilakukan Anak Jaman Now

Sebagai sosok pecinta musik, sejujurnya kuping menjadi sangat penting untuk dapat mendengarkan musik indah yang dimainkan artis idola. Mungkin menjadi bencana besar ketika pendengaran rusak hanya karena kebiasaan buruk yang kita lakukan.

Tapi faktanya memang cara yang kita lakukan, memberi dampak yang serius pada indera pendengaran.

Lebih dari 30 juta orang Amerika membiarkan kebiasaan bahaya memperburuk kesehatan kuping mereka setiap hari.

Penelitian di University of Texas, Dallas, mengungkapkan bahwa kecenderungan kita mendengarkan musik keras tidak hanya menghancurkan struktur di telinga, tetapi juga mendistorsi cara otak memproses suara dan ucapan.


Tidak semua masalah pendengaran disebabkan oleh kebiasaan buruk, tetapi ada beberapa langkah pencegahan yang dapat kita ambil untuk melindungi kuping dari kerusakan. 
Sumber littlethings.com



1. Merokok
Kita semua pernah mendengar bahwa merokok itu punya pengaruh negatif bagi kesehatan jantung, tetapi apakah kita tahu juga mempengaruhi pendengaran ? Bahan kimia yang terkandung oleh rokok mempengaruhi kemampuan telinga bagian dalam untuk mengirimkan getaran. Semakin banyak merokok, semakin besar risiko kerusakan, bukan hanya pendengaran saja, tetapi juga pendengaran orang-orang yang kita cintai. Studi menunjukkan bahwa remaja yang terpapar asap rokok hampir dua kali lebih kemungkinan mengalami gangguan pendengaran frekuensi rendah dibandingkan mereka yang tidak terpapar.

2. Kegemukan
Ada alasan yang lebih baik untuk menganti cara makan yang sehat pada makan malam, selain menghemat uang karena tidak harus membeli pakaian baru akibat badan makin gemuk. Kelebihan berat badan punya resiko pada jantung dan tidak baik untuk sistem peredaran darah. Kelebihan berat badan juga membuat kita berisiko terkena diabetes, penyakit yang diketahui merusak pembuluh darah kecil seperti yang ada di telinga bagian dalam.

3. Terlalu Banyak Alkohol 
Ahli kesehatan menyarankan bahwa segelas anggur merah sehari-hari punya kebaikan untuk kesehatan jantung, namun jika kita terlalu banyak minum alkohol dapat merusak kesehatan. Pakar kesehatan mengatakan bahwa alkohol dapat mengganggu kemampuan otak untuk menafsirkan suara, terutama yang berada di frekuensi lebih rendah.

4. Jarang Periksa Telinga 
Meskipun kebanyakan orang mengalami presbikusis atau gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, terkadang ada alasan lain mengapa Anda tidak mendengarnya. Fisik orang yang semakin tua mengalami penurunan dan gangguan pendengaran terkait dengan penyumbatan atau masalah kesehatan lainnya.

5. Penggunaan Headphone
Mendengarkan suara keras melalui headphone atau earbud adalah salah satu penyebab utama mengapa akhir akhir ini telinga mengalami masalah. Suara-suara keras terutama dalam kehidupan sehari-hari, dapat merusak sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam yang bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi sesuatu yang dapat ditafsirkan otak.

6. Tidak Memakai Perlindungan Telinga
Tidak semua headphone dibuat sama rata untuk masing masing kegunaan. Beberapa alat dirancang untuk melindungi telinga dari suara keras pengaruh eksternal yang menyebabkan kerusakan. Orang-orang yang bekerja di industri yang rentan terhadap kebisingan keras harus melindungi telinga mereka. Sebagai contoh, musisi profesional sering menggunakan pelindung telinga selama pertunjukan untuk mengurangi volume musik. Industri lain yang membutuhkan perlindungan telinga termasuk:
Militer
Pertambangan
Manufaktur
Pekerjaan tukang kayu
Pipa saluran air

7. Mengabaikan Infeksi
Infeksi telinga kronis sangat berpengaruh pada sel-sel rambut yang berakibat penurunan pendengaran. Seringkali kita malas untuk melakukan pemeriksaan ke dokter ahli dan konsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan perawatan. Infeksi yang masih aktif di telinga, seiring waktu, bakteri akan merusak telinga tengah dan dalam yang berpotensi mengancam abses otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar