Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 30 Mei 2018

Mythomania, Penyakit Psikologis Ketika Orang Suka Berbohong Demi Pengakuan

Berbicara kebohongan di dunia ini, mungkin kita semua setuju jika manusia pernah berbuat bohong selama kehidupan. Kebanyakan dari orang melakukan kebohongan, yang dilakukan adalah menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta pada orang lain. Kebohongan tersebut dapat dilakukan untuk melindungi sesuatu atau memang rencana untuk menipu seseorang. Namun sayangnya, kebiasaan buruk ketika kita berbicara dengan orang lain dan tidak jujur, dapat merubah psikologis pelakunya tanpa disadari.

Penyakit kompulsif yang muncul ketika orang mudah berbohong, bisa jadi memberi pengaruh kelanjutan hidupnya dan disebut Mythomania dalam dunia psikologi.

Secara umum, Mythomania sebagai kondisi seseorang ingin mendapatkan perhatian dari orang lain, namun karena keinginan yang kuat ini, sering menceritakan sebuah cerita bohong agar dipercaya dan diperhatikan oleh orang lain. Penderita mythomania dibagi menjadi tahap ringan dan hanya menceritakan beberapa cerita karangan yang tidak berdampak besar bagi orang lain dan hanya untuk mendapatkan perhatian. Mereka yang sudah mengalami permasalahan mental akut, dimana kepribadiannya sudah cenderung memanipulasi segala hal, sangat narsis dan memperhatikan penampilan, serta cenderung mudah berinteraksi sosial dengan cara membual.

Dalam ilmu psikologi, Mythomania merupakan serangkaian penyakit jiwa yang berhubungan dengan gangguan kepribadian. Biasanya, orang yang memiliki mythomania memiliki banyak faktor kegagalan dalam hidupnya, khususnya masalah keluarga ketika harapan yang tinggi untuk mendapatkan keluarga harmonis. Beberapa penyebab lain yang menyebabkan Mythomania adalah Kegagalan dalam pertemanan, percintaan, studi, atau bahkan masalah pekerjaan memicu seseorang mencoba memungkiri masalah ini sehingga menjadi pembohong untuk melarikan diri dari apa yang Ia alami selama ini. Dengan membuat orang lain percaya dengan kebohongannya, Ia merasa lebih mudah untuk lari dari semua masalah ini.

Gangguan Mythomania banyak dijumpai pada penderita skizofrenia dengan gejala sekunder. Menurut ahli psikologi, hal ini terjadi pada seseorang yang menderita kelainan fiktif yang membuat penyakit timbul.

Untuk mengobati mythomania, diperlukan kesadaran diri secara utuh bahwa kebohongan-kebohongan yang diciptakan membuat dirinya masuk dalam labirin tanpa jalan keluar. Penderita mythomania yang berusaha mengatasi gangguan ini disarankan melakukan konsultasi dengan psikolog dan melakukan menjalani psikoterapi.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar