Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Jumat, 18 Mei 2018

Memulihkan gairah wisata Surabaya Dari Ketulusan Bu Risma(1)

Dalam beberapa pekan 2018 bulan Mei, kita dikagetkan dengan berita yang terjadi di Surabaya dan beberapa wilayah lainnya. Berita yang memunculkan tindakan teror dengan jumlah korban dan pelaku yang tidak sedikit ini adalah meninggalkan luka mendalam untuk seluruh penduduk Indonesia.

Peristiwa teror bom yang terjadi ini, memberikan berbagai respon dari beragam kalangan, dari kalangan elite politik, pemuka agama hingga lembaga negara, aksi teror ini mendapatkan kecaman dari seluruh warga Indonesia dengan bentuk keprihatinan lewat media sosial maupun spanduk yang mendukung aksi aparat berwenang untuk menuntaskan kejahatan kemanusiaan ini. Sorotan dan perhatian dari dunia pun mengecam atas aksi teror yang dilakukan di Surabaya dan beberapa kota, mengutuk serangan berdarah di Surabaya dan memberi kekuatan bagi keluarga korban.


Propinsi Jawa Timur yang memiliki jarak kurang dari 1.000 km dari Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia mempunyai banyak kawasan wisata yang sangat populer di mata wisatawan lokal dan internasional. Ibukota Jawa Timur yang berada di Surabaya dan terdiri 29 kabupaten dan 9 kota ini dikelompokkan dalam tiga zona: zona selatan (plato), zona tengah (gunung berapi), dan zona utara (lipatan). Dataran rendah, dan dataran tinggi pada bagian tengah (dari Ngawi, Blitar, Malang, hingga Bondowoso) memiliki tanah yang cukup subur. Pada bagian utara (dari Bojonegoro, Tuban, Gresik, hingga Pulau Madura) terdapat Pegunungan Kapur Utara, dan Pegunungan Kendeng yang relatif tandus.

Pada bagian tengah terbentang rangkaian pegunungan berapi: Di perbatasan dengan Jawa Tengah terdapat Gunung Lawu (3.265 meter). Di sebelah Tenggara Madiun tedapat Gunung Wilis (2.169 meter), dan Gunung Liman (2.563 meter). Pada koridor tengah terdapat kelompok Anjasmoro dengan puncak-puncaknya Gunung Arjuno (3.339 meter), Gunung Welirang (3.156 meter), Gunung Anjasmoro (2.277 meter), Gunung Kawi (2.551 meter), dan Gunung Kelud (1.731 meter); pegunungan tersebut terletak di sebagian Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Kelompok Tengger memiliki puncak Gunung Bromo (2.329 meter), dan Gunung Semeru (3.676 meter). Semeru, dengan puncaknya yang disebut Mahameru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Di daerah Tapal Kuda terdapat dua kelompok pegunungan: Pegunungan Iyang dengan puncaknya Gunung Argopuro (3.088 meter), dan Pegunungan Ijen dengan puncaknya Gunung Raung (3.344 meter).

Pada bagian selatan terdapat rangkaian perbukitan, yakni dari pesisir pantai selatan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Malang. Pegunungan Kapur Selatan merupakan kelanjutan dari rangkaian Pegunungan Sewu di Yogyakarta.

Memulihkan gairah wisata Surabaya Dari Ketulusan Bu Risma, kota Pahlawan tempat wisatawan Kuliner dan hiburan


Ketika datang berkunjung ke Surabaya, 1 hari setelah pasca teror tiga gereja di wilayah Surabaya ibukota propinsi Jawa Timur, 14 Mei 2018. Warga kota Pahlawan menunjukan respon yang berbeda dari yang kita bayangkan, aktivitas yang berangsur kembali normal pasca serangan teror bom, menunjukkan bukti kepercayaan warga Surabaya pada penanganan yang komprehensif petugas dan aparat berwenang. Ada satu perasaan salut dan bangga untuk kita melihat pesan yang disampaikan masyarakat Surabaya pada kemampuan menjaga keamanan disana.

Surabaya memulihkan diri dari duka berkat peran serta warganya yang kompak dan bersatu memerangi aksi teror. Dukungan yang disampaikan warga Surabaya, tentu memberi andil yang besar untuk proses pemulihan. Kecepatan Polri melalui media center mengadakan konferensi pers tentang perkembangan terkini oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans barung Mangera, masyarakat mendapatkan kabar lebih jelas dan terpercaya sehingga tidak termakan hoak yang meresahkan. Polri pasti maksimal melakukan pencegahan dan pengamanan yang stategis lebih lanjut.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang akrab dengan panggilan Bu Risma pun tidak kalah gesit. Dukungan moril bunda Risma yang sangat penting terutama pada korban yang terkena teror bom. Beliau banyak mengadakan kunjungan kunjungan dan acara penting untuk menjaga keharmonisan di Surabaya.

Jika kita kembali ke belakang, nama bu Risma sudah familiar di hati masyarakat Surabaya dan warga Indonesia. Prestasi nyata yang dibuktikan menata Kota Surabaya dari yang buruk penataannya sejak dirinya menjadi Kepala DKP. Ia melanjutkan tugas tersebut sejak dilantik menjadi wali kota pada 2010. Pada masa kepemimpinannya di DKP, hingga menjadi wali kota, Surabaya menjadi lebih asri dan tertata dengan baik dibandingkan sebelumnya, lebih hijau dan lebih segar.

Sepak terjang bunda Risma tentu ada pro dan kotra. Salah satunya ketika sikap dan sepak terjang politik Tri Risma yang terkenal tidak kompromi dan terus maju berjuang membangun Kota Surabaya. termasuk menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya yang dinilai tidak akan bermanfaat untuk mengurai kemacetan dan lebih memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya yang juga akan bermanfaat untuk pemerataan pembangunan kota.

Kembali pada Bu Risma sebagai walikota Surabaya setelah teror yang terjadi. Aksi kunjungan pada korban lewat dukungan bantuan penanganan serta langkah strategis lain yang dikeluarkan walikota Surabaya,  meningkatkan sejumlah pertemuan kalangan pemuka agama.

Kejadian teror bom yang tidak bisa di duga ini, tentu punya konsekwensi pada acara yang sudah di angendakan Bu Rima, salah satunya wali kota Surabaya Tri Rismaharini membatalkan kegiatan tahunan Festival Rujak Uleg 2018 yang di gelar bertempat Kya Kya Jalan Kembang Jepung. Diharapkan pembatalan ini dapat di maklumi para peserta dan pengunjung. Skala prioritas yang terlintas dalam pikiran Bu Risma tentu diperlukan menangani peristiwa urgent sebagai pengambil keputusan untuk kebaikan kita bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar