Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 17 Mei 2018

Memberi Waktu Tidur Nyaman Untuk Kesehatan Anak

Tidur adalah memberikan istirahat pada tubuh dan organ lain setelah bekerja seharian. Untuk Bunda yang memiliki anak, terutama anak berusia balita dan remaja, perlu membiasakan mereka untuk memberi kesempatan pada tubuh beristirahat. Aktivitas tidur yang selalu berbeda pada tiap umur, masing masing kebutuhan tidur ideal tidak dapat kita sama ratakan.

Seiring pertumbuhan bayi hingga masuk masa remaja, membiasakan waktu tidur yang ideal pada mereka memberi banyak manfaat. Selain menjaga perkembangan dan pertumbuhan untuk maksimal, manfaat lain kepada anak saat mendapat jam tidur yang baik mempengaruhi kesehtan mereka menjadi lebih baik. Bayi dengan usia kisaran 0-1 tahun memerlukan waktu tidur yang sangat lama, waktu ideal antara 14-15 jam. Pembagian waktu tidur untuk bayi seperti 8 jam tidur malam, dan 6-7 jam tidur siang.


Usia batita 1- 3 tahun punya jam tidur yang tidak berbeda jauh dengan bayi. Mereka perlu istirahat dengan tidur 12-14 jam, pembagian umum waktu balita untuk tidur 11 jam tidur malam, dan 2-3 jam di siang hari.

Usia preschool 4-6 tahun adalah usia anak mulai mengenal dunia mereka. Usia preschool disarankan memiliki waktu tidur sekitar 11-13 jam. Jam tidur malam kisaran 10-11 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari.

Pada usia sekolah 7-12 tahun kegiatan mereka semakin padat,  yang berakibat pada berkurangnya jam tidur yang tepat. Untuk usia sekolah disarankan memiliki jam tidur selama 10-11 jam. Jam tidur malam sekitar 8-9 jam malam dan 2 jam di siang hari.

Dalam membiasakan anak tidur, banyak bunda yang sering mengabaikan waktu tidur yang tepat untuk mereka. Meski banyak orang tua menyadari pentingnya mereka untuk tidur, kesulitan anak untuk tidur mempunyai beberapa penyebab.

Mengutip asiantown.net, tidur yang terbaik untuk anak anak dipengaruhi juga oleh suasana kamar mereka. Untuk memberi manfaat yang maksimal pada kesehatan anak, disarankan agar kita tidur dengan lampu mati atau redup. Paparan cahaya yang terlalu terang saat malam terutama waktu tidur bisa memiliki banyak efek buruk buat kesehatan. Efek tersebut mulai dari risiko depresi, kurang fokus, sesak hingga efek mengerikan seperti risiko kanker.


Membiasakan anak untuk tidur dengan suasana lampu terang dan menyala tidak disarankan para ahli

Bersumber dari penelitian yang dipublikasikan jurnal ilmiah Physiological Reports. Peneliti di University of Colorado Boulder, Amerika Serikat menemukan bahwa efek paparan cahaya lampu saat anak tidur bisa berpengaruh pada kualitas tidur anak, kesehatan mata juga berpengaruh pada temperatur tubuh, tekanan darah dan metabolisme glukosa di tubuhnya.

Prof. Monique LeBourgeois dari Departemen Fisiologi Integratif, Universitas Colorado Boulder mengatakan bahwa cahaya lampu adalah penunjuk waktu utama otak. "Anak punya pupil mata lebih lebar dan lensa lebih transparan. Ini bisa membuatnya sensitif terhadap cahaya di malam hari terutama saat tidur, kondisi ini juga membuatnya lebih rentan pada perubahan jam tidur serta kualitas tidur mereka." 

Sementara itu, Lameese Akacem dari universitas yang sama mengungkapkan, "Efek buruk cahaya terhadap orang dewasa sudah ditemukan dan cukup membahayakan. Tapi untuk anak-anak kita baru melakukan penelitian. Kita menemukan anak-anak ternyata sangat sensitif terhadap cahaya lampu."

Para ahli menyarankan agar orangtua membiasakan anak tidur dengan cahaya lampu tidak terlalu terang saat malam demi kesehatannya maupun kesehatan bersama. Tak hanya lampu, orang tua juga disarankan mematikan media elektronik digital di dalam rumah minimal satu jam sebelum tidur.

Kebiasaan yang sudah terbentuk sejak kecil yang diajarkan bunda pada anak, secara tidak langsung memberi andil pada jumlah jam tidur anak. Anak akan mendapatkan kebugaran tubuh, mudah menerima pelajaran yang di ajarkan guru di sekolah, kemampuan fokus dan kosentrasi dan menjaga berat badan.

Anak yang tidak mendapat waktu cukup saat beristirahat, terutama jam tidur yang dibutuhkannya. Memiliki beberapa masalah dan dampak pada mereka. Gangguan kesulitan tidur yang umum pada anak disebabkan beberapa pencetus, seperti bermain, kegiatan sosial di luar, terlalu asik dengan game, dan menonton tv.

Pengaruh anak yang kurang tidur antara lain, tidur di kelas, kurang konsentrasi, pemarah, penurunan IQ, problem emosi, berat badan dan resiko diabetes.

Sebuah studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa kurang tidur pada anak dapat menyebabkan obesitas. Diketahui, untuk setiap jam tambahan tidur pada anak, risiko berat badan turun sebesar 9 persen. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan tidur 92 persen lebih mungkin mengalami kegemukan pada saat dewasa daripada mereka yang cukup tidur.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan dan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa sleep apnea, mendengkur dan gangguan tidur lainnya dapatmemberikan kontribusi terjadinya ADHD pada anak-anak. Orang tua dari anak-anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD) biasanya menilai anak-anak mereka lemah dan sering gelisah saat tidur. Bahkan pada beberapa kasus ditemukan anak tersebut lebih sering bangun pada malam hari dibandingkan teman sebaya mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar