Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 30 Mei 2018

Ini Tipe Orang Tua Ketika Mendidik Anak, Pola Yang Mana Sering Dilakukan Kita ?

Orang tua yang memiliki anak, seringkali menggunakan berbagai macam tipe untuk mendidik anak. Selain ingin menjaga pertumbuhan anak, beberapa tipe orang tua ketika mengasuh anak juga dipengaruhi berbagai penyebab psikologis. Dari banyaknya tipe orang tua mendidik anak, cara yang dipergunakan akan memberi dampak psikologis pada kelebihan dan kekurangannya untuk pertumbuhan anak.

Beberapa tipe yang dilakukan orang tua saat mengasuh anak




1. Parenting Otoritatif (Authoritative parenting atau propagative parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan otoritatif:
Orangtua telah menetapkan batas, memberi pengertian dasar kepada anak dan punya tanggung jawad dengan sikap tanggap pada kebutuhan emosional mereka.
Ketika orangtua mendidik anak dengan pola asuh otoritatif, suasana hormonis dan hangat antara anak dan orang tua.
Secara psikologis, anak dengan pola asuh otoritatif mampu lebih mandiri, mudah berteman dan cenderung sukses dalam akademis dengan berperilaku baik.

2. Parenting Permisif (Permissive parenting atau Indulgent parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Parenting Permisif:
Cara mendidik dengan pola asuh Parenting Permisif cenderung tanggap terhadap kebutuhan anak, tetapi mempunyai kelonggaran terhadap aturan yang diinginkan orang tua dan kurang dalam disiplin ketika anak melakukan pelanggaran.
Didikan orangtua jenis ini sangat jarang memberi tuntutan dan harapan kepada anak sehingga nak dibesarkan cenderung tumbuh tanpa sikap disiplin.

3. Parenting Acuh tak acuh (Uninvolved parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Uninvolved parenting:
Sikap yang diberikan orangtua sangat sedikit memberikan kehangatan kepada anak, jarang ikut campur kehidupan anak tanpa memberikan batasan dan cenderung tidak menuntut tanggung jawab anak, umumnya orang tua juga kurang tanggap dan terkesan cuek terhadap kebutuhan anak.
Jenis tipe mendidik jenis ini cenderung membuat anak sering merasa takut, gelisah, dan stres karena tak ada dukungan dari orangtuanya.

4. Parenting Sembrono (Neglectful parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Neglectful parenting:
Bentuk pengabaian orang tua pada anak terhadap faktor emosi dan opini anak, umumnya orang tua yang mendidik tipe Neglectful parenting tidak mempunyai simpati pada keinginan anak. Akibat pola didikan ini, anak akan berkembang tanpa disiplin, rasa kepedulian yang kurang pada lingkungan, cenderung cepat dewasa sebelum waktunya. Dalam tipe Neglectful parenting, orang tua dan anak sering bertengkar.

5. Parenting Otoritarian (Authoritarian parenting)

Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Parenting Otoritarian:
Orangtua memberikan aturan yang ketat dengan hukuman keras jika melanggar, memberikan sedikit pemahaman kepada anak dan kurang ramah kepada anak-anaknya.
Tipe mengasuh Parenting Otoritarian dapat diketahui saat orang tua mengatakan, "Saat ibu/ayah seusiamu, ibu/ayah sudah bisa ....".
Dampak psikologis pada anak adalah sikap pendiam, kurang percaya diri, kurang terampil secara sosial, dan kurang berprestasi di sekolah.

6. Parenting Kasih Sayang (Attachment parenting, Intuitive Parenting, atau Natural Parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Intuitive Parenting:
Hubungan erat secara emosional orangtua dengan anak. Ketika pola asuh anak kasih sayang berlangsung dapat dikenali dengan hukuman fisik se-minimal mungkin dan mengajarkan disiplin melalui interaksi antara orangtua dan anak. Anak cenderung manja dan terlalu tergantung kepada orangtuanya.

7. Parenting Positif (Positive parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Positive parenting:
Memberikan membimbing dan menasehati, orang tua menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Cara didikan Positive parenting dimana ketika orangtua mengajarkan cara positif dan menjelaskan pilihan mempunyai konsekuensi yang berbeda.
Dampak psikologis pada anak belajar untuk mempertimbangkan pilihan yang ada dan lebih bertanggung jawab.

8. Parenting Narsistik (Narcissistic parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Parenting Narsistik:
Tuntutan yang tidak pernah dicapai orang tua dibebankan pada pundak anak, diharuskan untuk mencapai semua impian dan cita-cita.
Tanda didikan Parenting Narsistik, orang tua sangat memuji kemampuan anak berlebihan, pada sisi lain sering merasa tersaingi.
Perkembangan psikologis anak dengan pola pendidikan ini kurang mendapat keleluasaan untuk mencari minat dan potensi mereka.

9. Parenting Pendampingan (Nurturant parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Nurturant parenting:
Orangtua punya keinginan anak dapat ksplorasi lingkungan dengan pengawasan orangtua.
Orangtua menerapkan batasan kepada anak dan mengharapkan orang lain akan mematuhinya juga.
Anak cenderung merasa empati kepada orang lain, bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, serta lebih percaya diri.

10. Parenting yang Berlebihan (Overparenting atau Helicopter parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Helicopter parenting:
Setiap saat orangtua terlibat langsung dalam setiap aspek kehidupan anak dan menyelesaikan semua permasalahan anak.
Perlindungan cenderung berlebihan dan tidak membiarkan anak menghadapi kesulitan.
Dampak psikologis perkembangan anak adalah tidak mandiri, kesulitan memahami kesalahan dan konsekuensi yang akan dihadapi.

11. Parenting menyesuaikan dengan keadaan (Slow parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Slow parenting:
Orangtua untuk terlibat sesedikit mungkin dalam kehidupan anak dan memastikan bahwa ada cukup waktu untuk dihabiskan bersama keluarga.
Orangtua membatasi anak untuk menggunakan peralatan elektronik dan menggantinya dengan mainan atau buku yang mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak.
Dampak psikologis pada anak mengetahui batas dan kemampuan mereka.

12. Parenting yang Meracuni (Toxic parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Toxic parenting:
Orangtua sering melakukan kekerasan pada anak dan juga mengabaikan kebutuhan anak, baik secara emosional maupun fisik.
Dampak psikologis pada anak yakni ketidakmampuan mengenali diri sendiri dan rasa percaya yang kurang.

13. Parenting Lumba-lumba (Dolphin parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Dolphin parenting:
Orangtua menghindari perencanaan kegiatan yang berlebihan bagi anak-anak mereka, menahan diri untuk tidak terlalu overprotektif, memperhitungkan keinginan, cita-cita, dan tujuan anak.
Orangtua dapat memperlakukan setiap anaknya secara berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian dari masing-masing anak.
Dampak psikologis pada anak mempunyai keterampilan sosial, percaya diri, kreatif, mudah beradaptasi, dan termotivasi untuk mengembangkan dirinya.

14. Parenting Ubur-ubur (Jellyfish parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Jellyfish parenting:
Orangtua dengan pola didik ubur-ubur menerapkan sedikit aturan dan memberikan sedikit harapan kepada anak.
Orangtua seringkali mengalah untuk menghindari konfrontasi/perlawanan dari anak.
Dampak psikologis pada anak menjadi kurang pandai dalam bersosialisasi dan bidang akademis, serta cenderung melibatkan diri dalam perilaku yang berisiko saat remaja/dewasa.

15. Parenting Hipnosis (Hypnoparenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Hypnoparenting:
Orangtua memberikan sugesti positif kepada anaknya berkaitan dengan perkembangan dan pendidikan anak.
Orangtua memberikan bantuan dan dukungan kepada anak secara emosional.
Dampak psikologis pada anak lebih terbuka dan berdiskusi dengan orangtua mengenai persoalan yang mereka hadapi.

16. Parenting Berlebihan (Hyperparenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Hyperparenting:
Orangtua memberikan kontrol berlebihan agar anak mencapai yang terbaik dalam segala hal.
Orangtua tidak memperbolehkan anak untuk membuat keputusan sendiri.
Dampak psikologis pada anak menjadi kurang berkembang, mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, dan cepat merasa stres.

17. Parenting ala Macan (Tiger parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Tiger parenting:
Orangtua mengharuskan anak mencapai kesuksesan dalam segala bidang, khususnya akademis.
Orangtua memberlakukan kedisiplinan ketat dan keras, mengontrol secara psikologis, dan memiliki harapan tinggi kepada anak.
Dampak psikologis pada anak menjadi mudah cemas, depresi, dan kurang percaya diri.

18. Parenting ala Gajah (Elephant parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Elephant parenting:
Orangtua tanggap terhadap kebutuhan anak dan melindungi anak agar tidak mengalami kesulitan dan persoalan.
Orangtua memberikan kasih sayang dan mendukung anak secara emosional.
Dampak psikologis pada anak menjadi kurang memahami batasan dan aturan.

19. Parenting Mercu Suar (Lighthouse parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Lighthouse parenting:
Orangtua membiarkan anak mereka untuk merasakan dan mengalami kegagalan dan berbagai konsekuensi yang menyertainya.
Orangtua memberikan nasehat, dukungan, dan dorongan agar anak mereka dapat belajar mengatasi masalah mereka sendiri.
Dampak psikologis pada anak menjadi menjadi individu tangguh dan cakap.

20. Parenting Holistik (Spiritual parenting/Holistic parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan
Orangtua dengan pola asuh anak holistik memberikan contoh yang baik kepada anak melalui perilaku orangtua itu sendiri.
Orangtua menghargai perbedaan kepribadian anak dan memberikan keleluasaan kepada anak untuk mengembangkan keyakinan mereka sesuai kepribadian dan potensi masing-masing.
Dampak psikologis pada anak lebih memiliki kesadaran batin dan menghargai lingkungan sekitarnya.

21. Parenting Tanpa Syarat (Unconditional Parenting atau Conscious Parenting)
Ciri-ciri yang dapat diamati ketika orang tua mendidik anak dengan Unconditional Parenting:
Orangtua menerima dan mendukung anak secara positif.
Orangtua memberikan pujian atas perilaku anak yang baik.
Dampak psikologis pada anak belajar memahami bahwa perilaku yang baik itu adalah perilaku yang diterima dan diperhatikan.

Dari beberapa tipe orang tua mendidik anak, pola yang digunakan tersebut akan memberikan pengaruh dalam kehidupan anak ketika dewasa.

Artikel ini bukan karya jurnalistik atau bentuk penelitian dan merupakan pendapat pribadi. Untuk informasi detail, silahkan melakukan konsultasi dengan tenaga ahli agar mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar