Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Selasa, 22 Mei 2018

Gejala Kekerasan Pada Anak Perempuan, Bunda Wajib Tahu

Perlakuan orang tua dan orang terdekat pada anak pasti selalu membawa kenangan dalam kehidupan saat mereka dewasa. Dari berbagai macam perlakuan, dari yang baik hingga kekerasan, anak sebagai subyek sering memberikan respon yang perlu orang tua ketahui untuk mendeteksi terjadinya kekerasan yang dirasakannya.
Sumber infonawacita.com

Kekerasan yang diterima seorang anak dapat berupa kekerasan secara fisik, pelecehan seksual, penganiayaan yang mempengaruhi kedewasaan emosi secara psikologis, dan pelecehan seksual.

Dilansir laman metrotvnews.com yang mengungkap fakta cukup mengejutkan, jumlah anak yang mengalami kekerasan seksual di Indonesia berkisar 600 ribu sampai 900 ribu orang. Jumlah yang terungkap ini bisa lebih besar, sebab ada orang tua atau lingkungan yang menutupi peristiwa kekerasan seksual ini," sambung Sekretaris KPPA, Wahyu Hartomo di Markas Polda Metro Jaya.

Disaat yang bersamaan, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan pun mengatakan "fenomena pergeseran kasus kejahatan seksual yang dialami anak mengalami pergeseran."


Gejala Kekerasan Pada Anak Perempuan, Bunda Wajib Tahu


Gejala kekerasan pada anak perempuan secara psikologi


Kekerasan yang didapatkan anak perempuan, umumnya memerlukan waktu yang lama terungkap jika orang tua tidak memahami gejala dan tanda tanda kekerasan yang di dapatkan anak.

Hal ini dikarenakan anak yang perlakukan kekerasan, biasanya adalah individu yang mereka kenal dan dihormati.

Beberapa gejala dan tanda kecenderungan anak mendapatkan kekerasan, antara lain :


  1. Menghindar dan mengisolasi dari teman, orang tua dan orang tertentu
  2. Sikap yang mudah marah, kasar dan agresif dan gelisah
  3. Penurunan prestasi secara draktis dan tidak wajar dalam pendidikan
  4. Memberi respon tanda stres dan depresi dengan pola ketakutan yang berlebihan
  5. Merosotnya sikap kepercayaan diri
  6. Penolakan dan sikap memberontak
  7. Selalu menarik diri pada situasi tertentu 
  8. Muncul tindakan bahaya seperti upaya bunuh diri


Pencegahan Kekerasan Pada Anak


1. Orang tua memiliki pola pengasuhan yang baik untuk menghindari cara memperlakukan anak yang salah. Peningkatan pengetahuan seperti penyelesaian konflik tanpa kekerasan, kemampuan mengola stress dan komunikasi yang efektif pada anak.

2. Memberi pemahaman pada anak yang sesuai dengan umur tentang kekerasan secara fisik, pelecehan seksual, dan penganiayaan. Mengajarkan anak untuk berani berbicara pada orang tua.

3. Tidak meninggalkan anak sendirian tanpa pengawasan.

4. Ikut terlibat aktif dalam kegiatan yang dilakukan anak.

5. Mengenali tanda awal sebagai gejala kekerasan yang sudah ditulis, beberapa gejala dan tanda kecenderungan anak mendapatkan kekerasan

Kekerasan secara fisik, pelecehan seksual, penganiayaan dapat terjadi pada semua kalangan keluarga, dari golongan atas hingga bawah.

Namun kekerasan seksual pada anak kebanyakan terjadi di kalangan menengah ke bawah, oleh karena itu kurangnya pengetahuan akan kekerasan seksual menyebabkan orangtua tidak memiliki perhatian penuh terhadap anak-anaknya.

Saat orang tua dan keluarga besar telah mendapatkan kepastian terjadinya kekerasan secara fisik, pelecehan seksual, penganiayaan pada anak, cari bantuan dan dukungan dari orang lain dan tenaga ahli seperti dokter dan polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar