Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Sabtu, 19 Mei 2018

Gaya Hidup Tidak Sehat Kita Mengundang Penyakit Bahaya Hingga Kematian, Perlu Anda Tau

Hidup sehat sebagai harapan yang diinginkan orang di dunia, tentu memerlukan tekad yang kuat dari tiap individu yang menginginkannya. Mulai dari cara makan yang sehat, olahraga rutin, tidur teratur dan juga cara memberikan respon pada tekanan hidup , semuanya akan memberikan hasil yang berbeda bagi tiap individu.

Semakin pesatnya perkembangan ekonomi dengan pertumbuhan industri modern, gaya hidup yang dilakukan tentu berbeda jika di bandingkan masa lampau. Gaya hidup yang cenderung serba cepat dengan alasan efisien ini,   dunia kesehatan sering menjumpai pansien dengan penyakit gaya hidup.

Bersumber laman (WHO), "cara komsumsi yang tidak sehat serta tidak adanya olahraga berbentuk kegiatan jasmani adalah faktor risiko kecenderungan pada kesehatan global yang utama. Penggunaan pola makan yang bersumber produksi makanan olahan cepat saji, pesatnya urbanisasi dan gaya hidup tak sehat membuat rentan terserang banyak jenis gangguan kesehatan, resiko diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Gaya hidup sehat yang dijalankan dapat meminimalkan  dari risiko kesehatan.





Kegiatan yang serba cepat dan selalu menuntut waktu ektra dalam kehidupan, orang dewasa dianjurkan untuk menyisihkan setidaknya dua setengah jam per minggu untuk merptahankan kesehatan yang prima. Lakukan olahraga aktivitas aerobik intensitas sedang misalnya berjalan dan berlari. Atau bisa menyisihkan satu jam dan 15 menit dalam seminggu untuk melakukan aktivitas aerobik intensitas tinggi, ditambah aktivitas penguatan otot, seperti push-up dan sit-up, setidaknya dua hari dalam seminggu. Buatlah kalendar aktivitas fisik dan target mingguan yang fleksibel, realistis, dan menyenangkan.


Gaya Hidup Tidak Sehat Kita Mengundang Penyakit Bahaya Hingga Kematian, Perlu Anda Tau



1. Kegemukan

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.


Pola hidup yang salah sering menjadi hal yang umum terlihat, menyantap makanan yang tidak sehat dengan porsi besar dan tidak dibarengi olahraga menjadi satu penyebab obesitas.

Penderita kegemukan dengan berat badan berlebih cenderung mengidap masalah pernapasan, tekanan darah, penyakit jantung, dan diabetes.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah bentuk umum dari diabetes mellitus. Tanpa adanya diagnosis dan perawatan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Diabetes tipe 2 disebabkan lemahnya insulin dalam tubuh sehingga membuat lonjakan gula darah naik pesat.

Sekitar 90 hingga 95% pasien diabetes didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Penyakit ini seringnya menyerang di usia dewasa, dengan usia 40 tahun atau lebih. Namun risiko terserang diabetes tipe 2 dapat meningkat dengan adanya obesitas di masa kanak  kanak.


3. Jantung

Penyakit jantung mengacu pada kelainan yang memengaruhi otot jantung dan dinding pembuluh darah. Penyebab utamanya merokok, diabetes, dan kolesterol tinggi. Jumlah pengidap penyakit jantung di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia.

Jenis makanan yang memiliki satu kesamaan yaitu mengandung banyak lemak atau kolesterol dapat menjadi penyumbatan pada pembuluh darah, kecuali garam yang ikut menjadi salah satu makanan yang cukup berbahaya adalah karena hipertensi. Hipertensi akan meningkatkan dan menghilangkan elastisitas saraf pembuluh darah sehingga berbahaya bagi kesehatan.

4. Hipertensi

Hipertensi (darah tinggi) dipicu berbagai alasan, seperti stres dan terlalu banyak konsumsi garam. Hipertensi berbahaya karena bisa memunculkan berbagai penyakit mematikan lainnya bagi penderita.

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan dalam pembuluh darah melebihi batas normal, yaitu 120/80 mmHg. Gaya hidup, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, memiliki pengaruh besar pada terjadinya kondisi tersebut.

5. Kanker

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali, yang memiliki kemampuan untuk menyusup dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.

Pada 2011, hampir 6 juta orang meninggal karena kanker. Penyakit kanker bukan masalah sepele. Sel-sel kanker bisa berkembang biak dengan cepat pada tubuh, yang berpotensi menyebabkan kematian pada pengidapnya.

Penyebab utama kanker adalah mutasi DNA pada sel, sehingga sel memecah diri dengan kecepatan melebihi normal. Akhirnya, terjadi penumpukan sel-sel baru yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sel baru ini akan terus tumbuh menjadi dewasa untuk kemudian membelah diri lagi, dan begitu seterusnya.

Gejala yang timbul akibat kanker sangat bervariasi bergantung kepada jenis kanker yang dialami serta organ tubuh yang terena kanker. Beberapa gejala yang umum yang dialami oleh penderita kanker adalah:
Kelelahan dan merasa lemas.
Perubahan berat badan tanpa dikehendaki, dapat berupa penurunan atau kenaikan berat badan.
Munculnya benjolan atau penebalan yang terasa di bawah kulit.
Perubahan pada kulit, seperti menguning, menggelap, atau memerah. Dapat juga berupa kelainan atau luka yang nyeri dan tidak kunjung sembuh.
Demam dan keringat malam dalam jangka waktu lama.
Perdarahan dan memar yang tidak jelas sebabnya.


6. Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke otak mengalami penyumbatan. Akibatnya, asupan oksigen berkurang di area otak sehingga melumpuhkan bagian tersebut. Studi di India menunjukkan bahwa 15 persen stroke menyerang orang di bawah usia 40 tahun.

Ada beberapa jenis makanan yang harus Anda waspadai dan batasi konsumsinya sedini mungkin.


1.Daging merah 

Para ahli menyimpulkan bahwa wanita yang mengonsumsi daging merah dalam porsi besar setiap hari memiliki peluang lebih tinggi terkena stroke sebesar 42 persen. Temuan ini berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 10 tahun terhadap 35.000 para peserta yang semuanya adalah wanita.

2. Makanan kaleng dan fast food 

Para ahli nutrisi menilai, sejumlah makanan kaleng yang didalamnya mengandung kadar sodium dan garam (natrium) kelewat tinggi tidak disarankan untuk sering dikonsumsi. Pasalnya, garam atau sodium secara langsung dapat memengaruhi risiko terkena stroke.  Asosiasi Jantung dan Stroke Amerika Serikat merekomendasikan, asupan sodium tidak boleh lebih dari 1.500 mg setiap hari.

3. Soda

Mereka yang mengkonsumsi minuman bersoda setiap hari memiliki risiko menderita stroke sebesar 48 persen. Sebuah riset di Columbia University melibatkan 2.500 orang usia 40 tahun atau lebih tua dan menemukan bahwa peminum soda harian memiliki 60 persen lebih tinggi terserang stroke, mengalami serangan jantung, dan penyakit arteri koroner dibandingkan mereka yang tidak konsumsi soda.

4. Daging olahan dan rokok 

Daging olahan dan rokok merupakan kontributor jahat untuk faktor risiko pencetus stroke. Daging olahan umumnya memiliki kandungan natrium yang tinggi dan bahan pengawet. Para ahli berkesimpulan, natrium nitrat secara langsung dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan arteri mengeras dan menyempit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar