Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 17 Mei 2018

Bahaya Kesehatan Jika Bunda Salah Menghangatkan Menu Puasa, No 1 sering banget

Masak memasak, wah ini kegiatan yang menyenangkan banget untuk Bunda, apalagi menjelang sahur dan berbuka, aktivitas didapur akan semakin sering dilakukan. Bersama keluarga yang kita cintai, menikmati menu sahur dan buka puasa itu memberikan kebahagian tersendiri bagi Bunda. Ya tentu saja, sayapun sering dan dapat merasakan, bagaimana bahagianya kita yang sudah cape cape masak untuk keluarga, ketika saatnya makanan, mereka antusias dan memberi respon positif, ini adalah kebanggaan tersendiri untuk kaum wanita.


Bunda, tentu sudah siap untuk menjalani rutinitas yang berbeda selama satu bulan nanti. Bulan puasa aktivitas tidur dan bangun tentu berubah. Mempersiapkan makanan sahur, memikirkan menu untuk berbuka nanti sore, dan bahan makanan yang akan disiapkan pada pagi berikutnya. Banyak mahmud dan beberapa ibu, terkadang malas untuk membuat menu makanan, terutama saat sahur. Membuat makanan saat sahur itu, rasanya berat, seperti mengangkat kepala dengan beban dari tempat tidur, mungkin ada alasan seperti ini yang dikemukakan mahmud dan sebagian ibu yang dilanda malas bangun.

Bunda, ternyata menghangatkan makanan untuk sahur dan berbuka itu tidak semuanya aman, ada beberapa bahan makanan dan makanan yang sudah di masak, tidak boleh kita hangatkan lagi. Umumnya karena untuk alasan kesehatan dan beberapa hal atas saran dokter untuk penderita yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Meskipun menghangatkan masakan yang sudah matang untuk memberikan kesan yang praktis, hemat waktu atau alasan lainnya. Bunda harus menghindari untuk menghangatkan makanan yang dituliskan berikut.

Bahaya Kesehatan Jika Bunda Salah Menghangatkan Menu Puasa, No 1 sering banget




1. Nasi

Bunda, nasi adalah makanan pertama yang penulis sebutkan supaya tidak dihangatkan kembali. Nasi yang kita ketahui sebagai penunjang akan karbohidrat untuk tubuh, memberikan dampak berupa kalori yang akan digunakan pada kegiatan sehari hari. Terlebih kegiatan saat sahur dan berbuka puasa, nasi adalah masakan pertama yang perlu di jaga, supaya jangan dihangatkan.

Nasi sisa atau biasanya yang tidak habis dimakan untuk waktu tertentu, cenderung menimbulkan pertumbuhan spora, terlebih ketika suhu dingin sudah melikupi bagian nasi. Sering beberapa mama muda mematikan rice cooker dengan alasan untuk menghemat listrik, ternyata mematikan kontak listrik bagian rice cooker akan menciptakan suasana lembab pada bagian dalam penampungan nasi, uap dan jatuh ke dalam nasi.

Spora spora yang muncul pada nasi akan berkembang menjadi kuman dan bakteri, gejala umum dan sering terjadi pada beberapa kasus, umumnya menyebabkan diare dan muntah muntah pada orang yang makan.

Menurut penelitian dari Martin Goldberg, ahli mikrobiologi, dijelaskan bahwa memanaskan kembali nasi ternyata tidak direkomendasikan. Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses masak. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit terutama pencernaan.

Tips untuk Bunda saat akan memasak nasi, sesuaikan beras yang akan dimasak dan sesuai kebutuhan. Jangan memasak berlebihan, terutama jika Bunda berpikir untuk digunakan secara bersamaan pada waktu yang berbeda.


Jika dalam situasi khusus yang mengharuskan menghangatkan nasi yang sudah dimasak. Nasi harus tersimpan dalam kulkas untuk mencegah berkembangbiak kuman dan bakteri. Gunakan penutup yang rapat dan kedap udara untuk menghindari masuknya udara yang ada didalam kulkas.

Menurut Food Standards Agency, sebenarnya yang bikin beracun bukan memanaskan nya, tetapi cara menyimpan nasi sebelum dipanaskan lagi. Kalau nasi tidak disimpan dengan benar akan memunculkan spora bakteri yang tidak akan mati meskipun nasi dipanaskan.

2. Ayam

Kebutuhan daging untuk digunakan sebagai asupan protein keluarga tentu banyak pilihan. Bunda bisa menggunakan banyak jenis daging untuk di buat menjadi masakan yang enak. Namun daging ayam satu bahan makanan yang kurang baik jika kita hangatkan, menghangatkan daging ayam secara berulang ulang punya dampak buruk pada pencernaan, disamping itu, ketika Bunda menghangatkan daging ayam berulang ulang akan membuat protein pada  ayam berubah.

3. Bayam

Menu makanan bayam sudah tidak asing lagi untuk keluarga Indonesia. Selain kadar air yang tinggi, menu masakan bayam memiliki banyak zat besi, vitamin, mineral dan kaya akan serat.

Namun menghangatkan bayam untuk dimakan kembali, jangan dilakukan Bunda, menu bayam sisa yang akan dimakan ini akan berubah menjadi nitrit dan punya sifat zat karsinogen. Zat ini salah satu zat yang berperan dalam memacu kanker.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eufic.Org (The European Food International Council), Sayur bayam mengandung nitrat dengan konsentrasi tinggi. Semakin tinggi nitrat pada bayam, maka semakin tinggi pula bahayanya. Nitrat tersebut dapat diubah menjadi nitrit, lalu ke nitrosamin yang berbahaya bagi tubuh. Nitrosamin terbentuk karena enzim yang hadir dalam bakteri, akan mengubah nitrat menjadi nitrit. Hal ini terjadi, bila bayam dipanaskan, disimpan lebih dari lima jam, dan kemudian dipanaskan lagi. Kondisi asam juga mendukung pembentukan nitrosamin dan nitrit.

4. Kentang

Jenis kentang yang sering kita temui di pasar, adalah menu umum yang sering ada di berbagai tempat makanan. Kentang jenis ubi jalar memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Dari hasil penelitian yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Makanan Nasional Swedia dan ilmuwan dari Universitas Stockholm pada tahun 2002, diketahui bahwa pembentukan akrilamida selama proses pengolahan makanan dan terjadi pada berbagai macam bahan makanan akibat pemanasan pada suhu tinggi terutama makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti kentang goreng.

Apabila kamu khawatir, kurangi risiko dengan merebus atau memanggang kentang utuh dengan microwave tanpa dikupas dan merendam irisan kentang dalam air sebelum dimasak.

Menghangatkan makanan yang menggunakan kentang memiliki resiko kandungan gizi pada kentang akan menguap dan hilang. Ada baiknya kentang dikonsumsi sekali saja setelah makanan usai dimasak.

5. Jamur

Jamur banyak digunakan sebagai menu masakan modern dan klasik. Menghasilkan sumber protein yang tinggi, jamur yang di olah sebagai masakan yang sehat punya dukungan untuk tubuh kita dalam memenuhi kebutuhan mineral, vitamin, asam amino dan anti oksidan. Cara makanan yang  menyajikan jamur adalah saat kondisi hangat, memakannya pada situasi ini, manfaatnya masih ada.

Menu makanan jamur adalah satu hidangan yang disarankan untuk dihangatkan kembali. Proses menghangatkan jamur selain merubah kandungan yang ada didalamnya, memanaskan jamur beresiko pada gangguan pencernaan.

6. Telur

Telur ayam adalah satu menu yang sangat mudah untuk disajikan Bunda. Banyak variasi yang dapat kita buat untuk keluarga menggunakan bahan telur. Menu yang simpel dan umum seperti telur dadar, mata sapi atau telur rebus. Untuk menu yang lebih rumit, tentu diperlukan waktu yang cukup untuk mengolahnya menjadi makanan yang lezat di hidangkan.

Telur punya banyak manfaat. Sebagai sumber protein dan nutrisi untuk tubuh, telur juga menyediakan vitamin yang terbilang lengkap. Mulai dari vitamin A, Vitamin B6, B12, dan kalium serta fostor.

Menghangatkan telur untuk dimakan kembali tidak disarankan lo Bunda. Ketika untuk situasi khusus, ketika Bunda ingin menghangatkan telur yang sudah matang, gunakan api yang paling kecil saja.

Penggunaan api besar pada proses masak yang kedua pada telur beresiko menciptakan zat racun yang ada dibagian kuning. Racun yang muncul dan dimakan mampu menganggu sitem pencernaan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar