Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Rabu, 09 Mei 2018

10 perlakuan pada ponsel baru bikin smartphone cepat rusak, tragisnya garansi hangus

Mempunyai smartphone di jaman 2018 sekarang bukanlah sesuatu yang terlihat aneh dalam pikiran kita, kadang kita sering melihat seseorang membawa beberapa ponsel. Kemunculan ponsel pintar atau smartphone yang membanjiri pasar dunia telekomunikasi, tidak hanya memberikan sinyal yang positif pada hubungan sosial, kemudahan berinteraksi lebih mudah, ponsel juga memberi hiburan tersendiri lewat aplikasi aplikasi keren.

Namun apakah kita mengetahui, perlakuan dan penggunaan yang salah pada smartphone, seringkali dilakukan pemilik ponsel tanpa sengaja. Cara kita merawat dan menjaga dengan tujuan ponsel lebih awet, seringkali mempercepat ponsel rusak, yang lebih menyedihkan ketika garansi tidak berlaku karena kesalahan akibat konsumen.

Berikut 10 perlakuan kita pada ponsel membuat smartphone baru lebih cepat mengalami kerusakan :




1: Menyimpan dan meletakkan smartphone pada suhu berlebihan

Terkadang kita sering lupa ketika meletakkan smartphone pada tempat yang tidak seharusnya, kita sering berpikir hanya sebentar, namun karena asyiknya bicara dengan lawan bicara yang asik, waktu terus berjalan hingga mendapati ponsel mengalami gangguan fungsional, resiko yang paling fatal ketika kita mendapatkan sudah keadaan kondisi rusak.

Tahukah anda, suhu panas dan dingin tidak normal adalah musuh yang dapat mengakibatkan  smartphone menjadi cepat rusak. Terkadang kita sering meninggalkan telepon dalam mobil saat cuaca panas dan dibawah sinar matahari, atau semalaman di suhu dingin, cara perlakuan ini hanya menunggu waktu saja untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ponsel.

Jangan meninggalkan telepon Anda dalam mobil atau tempat yang mengeluarkan hawa panas, karena sesuatu yang mengeluarkan suhu panas dan berdekatan dengan ponsel akan memainkan peran utama untuk membuat smartphone menjadi semakin panas.
Sumber : istockphoto.com

Ponsel yang disimpan dalam mobil dengan suhu panas juga dapat dapat mengakibatkan kondisi yang lebih serius seperti smartphone meledak.

Cara penggunaan smartphone yang baik lainnya adalah menghindarinya untuk memakai di bawah sinar matahari langsung. Menghindarkan penggunaan smartphone dibawah sinar matahari langsung selain menjaga kondisi tetap optimal, menggunakan smartphone di bawah matahari yang terik berakibat pada suhu smartphone akan meningkat.

Dilansir dari PCworld yang melakukan uji coba pada beberapa smartphone dan ponsel berbagai merk, penelitian menunjukkan bahwa perangkat telepon memiliki ketahanan bervariasi pada suhu dingin. Mulai suhu -5 derajat hingga -40 derajat, pada suhu dingin ini ponsel mulai mengalami gangguan sampai mati total.

2: Salah melakukan rooting

Melakukan root pada smartphone sering menjadi tawaran cepat untuk meningkatkan kinerja ponsel. Standar penjualan smartphone ketika pembeli yang mendapati kondisi ponsel tidak ready root, sering membuat pembeli mencoba melakukannya. Melakukan root tanpa pengalaman sangat berbahaya dan tidak disarankan untuk mencoba, beberapa resiko yang timbul ketika kita berencana root smartphone seperti garansi hangus dan tidak berlaku, tidak bisa melakukan update sistem operasi secara OTA (Over The Air), resiko celah keamanan yang semakin besar, stuck booting, dan brick.
Sumber : Tribunnews.com

3: Mengabaikan malware

Malware tidak hanya ada di dalam desktop dan notebook anda, kenyataannya malware bisa melakukan ancaman lebih buruk dan menimbulkan kerusakan pada smartphone. Karena smartphone malware dapat melacak lokasi dimana pun anda ada.
Sumber : Networkworld.com

Mengabaikan ancaman malware sangat beresiko, selain memiliki kemampuan untuk mengambil data sensitif dan informasi penting, resiko lain dari malware dapat membuat smartphone anda mengalami gangguan fungsi hingga pada tingkat ponsel tidak dapat digunakan lagi. Sangat penting untuk berhati-hati ketika menginstall aplikasi pada smartphone.

4: Kondisi ROM penuh

Spesifikasi smartphone sekarang ini banyak menawarkan ROM yang relatif cukup besar untuk menyimpan aplikasi, foto dan video favorit. Ketika smartphone pada ambang semakin penuh, memiliki ruang penyimpanan berkapasitas kecil haruslah kita hindari.
Sumber : Intisari.com

Kita dapat beralih menggunakan microSD untuk menyimpan dan memindahkan banyak data ketika ROM hampir penuh. Beberapa akibat dan resiko yang muncul ketika media penyimpan penuh antara lain : aplikasi berjalan tersendat dan kadang macet, pada kondisi tertentu menyebabkan aplikasi akan keluar ketika digunakan, kemampuan smartphone menjadi lambat merespon, tidak mampu menjalankan update aplikasi, daya tahan baterai cepat habis, suhu ponsel lebih cepat panas.


5: Menggunakan SIM Card sebagai Pin ponsel

Satu fitur yang ditawarkan smartphone untuk mengamankan ponsel adalah kartu sim-card sebagai pin. Selalu ada alasan yang baik menempatkan kunci pin pada kartu SIM, antara lain menjaga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat menggunakannya.
Sumber : infogadgetbaru.com

Namun ketika terjadi kerusakan atau masalah pada salah satunya, anda harus bersiap menyediakan waktu untuk mengunjungi gerai operator ponsel untuk mendapatkan ganti kartu SIM baru. Selama smartphone tidak bersama SIM Card yang cocok, smartphone anda tidak akan berfungsi. Lakukan dengan pertimbangan jika anda merasa perlu untuk menempatkan kunci smartphone pada kartu SIM.


6: Meletakkan pada jeans atau saku sempit

Dunia kehidupan yang praktis dan cepat, sering generasi muda yang membawa ponsel cenderung untuk menyimpan smartphone mereka ke dalam saku belakang jeans. Pertama, jelas, risiko adalah layar pecah dan kerusakan.
Sumber : Beritagar.id

Kita tahu jika jeans tidak memiliki cukup kain dan sangat ketat saat digunakan, dan saat duduk tanpa ingat smartphone ada di saku belakang, ponsel mendapat tekanan besar dan berakhir layar pecah. Risiko lain saat meletakkan smartphone pada saku sempit, terjatuh tanpa sadar ketika kita akan berdiri dan bergegas pergi.

7: Memakai ponsel dalam kondisi pengisian baterai

Memakai ponsel dalam kondisi pengisian baterai sering kita lakukan untuk alasan sedang tanggung atau sedang asik dengan sesuatu hal. Namun tahukah anda cara ini tidak disarankan. Tidak menggunakan ponsel saat pengisian daya selain mempercepat smartphone penuh, juga memberi waktu istirahat setelah kita gunakan sepanjang hari.
Sumber : Viva.co.id

Menggunakan telepon saat pengisian memiliki resiko membuat tekanan pada Charger telepon, membuat panas meningkat cepat dan pada beberapa kejadian mengakibatkan sesuautu yang berbahaya.

Pada beberapa kejadian yang pernah di dunia, terdapat kecelakaan penggunaan ponsel saat bersamaan dengan mengisi daya baterai.


8: Tidak menutup aplikasi yang tidak digunakan lagi

Ketika kita menggunakan satu aplikasi, setelah tidak digunakan lagi seringkali kita tidak pernah menutupnya untuk menghentikan proses bekerja RAM dibelakang layar. Dari seringnya kita membiarkan aplikasi yang terus bertambah dan bekerja di latar layar, penumpukan aplikasi yang tidak ditutup akan berakibat pada penggunaan RAM yang terus terkuras.
Sumber : Kompas.com

Tidak menutup aplikasi yang sudah tidak digunakan secara perlahan akan membuat smartphone terasa lemot. Ponsel terasa lebih lambat dari sebelumnya, hal ini karena kapasitas memori penyimpanan atau RAM terbebani.


9: Ketika smartphone mengisi daya ( hoax )

Tidak ada perkiraan pasti untuk berapa lama waktu yang tepat mengetahui baterai penuh ketika kita mengisi daya smartphone. Waktu pengisian daya smartphone yang dipengaruhi oleh kesehatan baterai, persentase dan amper adaptor yang digunakan, ketika berlangsung pengisian daya juga semakin lama saat digunakan untuk bermain game atau sekedar chat.

Ketika kita melakukan pengisian daya smartphone, idealnya saat kita tahu sudah penuh adalah mencabut sambungan listrik yang mengaliri adaptornya, namun kadang kita dapat mencabut ketika lampu indikator sudah berwarna hijau. Ketika lampu indikator smartphone berwarna hijau, persentase batere sudah berada diangka 90 persen ke atas.

Sering kita membaca bahwa mengisi baterai 24 jam dapat merusak smartphone, berita dan kabar ini tidak benar. Smartphone modern tahun 2018 dirancang dengan teknologi yang lebih baik. Tambahan perangkat keras yang dibenamkan di ponsel, memiliki chip bertugas untuk mengatur proses charging, chip ini memantau kondisi baterai, tegangan dan suhu, dan menyesuaikan proses charging.

Ketika smartphone terisi penuh dan kita lupa mencabutnya ketika ditinggal tidur sampai pagi, sebetulnya tidak akan terjadi masalah apapun pada ponsel normal. Proses pengisian daya pada smartphone normal ketika hampir penuh, proses charging juga melambat untuk mendinginkan suhu. Proses chip smartphone berlanjut pada trickle charging ketika baterai sudah penuh sehingga tidak ada over charging yang membuat baterai panas.

Untuk membuktikannya, kita dapat mencobanya sendiri pada suatu waktu. Ketika pagi hari terbangun dari tidur dan memegang smartphone yang di isi daya dari semalam, ponsel normal menunjukkan kondisi dingin yang sesuai dengan suhu kamar, bukan hangat apalagi terasa panas akibat pengecasan ponsel.


10: Mengisi baterai ketika 0 %


Baterai smartphone saat ini sudah menggunakan teknologi baterai Li-Ion, jenis baterai yang sudah berbeda dengan baterai generasi sebelumnya. Pada generasi sebelumnya, ponsel masih banyak memakai baterai Ni-MH atau Ni-Cd. Ni-MH atau Ni-Cd memiliki 'memory effect' sehingga harus dihabiskan sebelum di-charge ulang. Baterai Lithium Ion justru kebalikannya, usahakan melakukan pengisian daya jangan disaat kondisi benar-benar 0% alias habis.
Sumber : timesindonesia.co.id

Baterai teknologi pada smartphone 2018 butuh usaha yang ekstra ketika kita akan mengisinya. Untuk mengisi baterai Li-Ion kondisi kosong butuh tegangan besar dan membuat baterai mudah panas. Suhu panas berlebihan saat pengisian daya habis di baterai Lithium Ion, membuat kemampuan menyimpan sering cepat habis dan umur lebih pendek.

Umur baterai dihitung dari jumlah cycle, proses 100% charge dan discharge. Misalnya baterai kita sekarang 100%, kemudian digunakan hingga tersisa 50%, kemudian diisi lagi sampai 100%, ketika digunakan sampai 50% lagi berarti terhitung 1 cycle.

Setiap baterai tidak memiliki kepastian berapa cycle hingga kemampuannya kemudian menurun, ini tergantung dengan cara kita menggunakannya. Rata-rata baterai handphone memiliki kemampuan cycle antara 300-500 cycle. Jika sering menggunakan baterai hingga hampir habis atau habis, cycle baterai akan lebih sedikit.

Beberapa ahli baterai menyarankan saat baterai masih 60-70% dan kita charge, jumlah batas cyclenya akan bertambah, karena baterai mudah diisi dengan panas yang tidak berlebihan.

Saat kita bangun pagi dengan kondisi baterai smartphone 100%, kemudian digunakan sampai tiba di kantor dan sisa 70%, charge saja, tidak perlu menunggu hingga tanda baterai kuning apalagi merah. Bebarapa ahli menyarankan jika ingin memiliki baterai berumur panjang, charging sebelum isinya di bawah 40%.

Teknologi baterai rata-rata sekarang, setelah digunakan 1 tahunan, kapasitas full-nya tidak akan 100% lagi, tapi rata-rata 80%. Teknologi baterai smartphone terbaru, sudah bisa lebih baik, hingga setelah digunakan 1 tahunan, kapasitas full-nya hanya berkurang 5%.

Jadi cara yang terbaik untuk memperlakukan baterai smartphone Li Ion dapat berumur panjang seferalah untuk pengisian baterai Li-ion ketika angka terlihat kisaran dari  40 - 80 persen. Cobalah untuk tidak membiarkan baterai turun di bawah 20 persen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar