Ponsel Terbaru

Blog info singkat ponsel terbaru, berita kesehatan dan gaya hidup kekinian

Kamis, 24 Mei 2018

10 Penyakit yang Bisa Mematikan Hanya dalam 1 Hari

Dari banyaknya penyakit yang kita ketahui, seringkali kita akan mengatakan penyakit yang mematikan itu adalah jantung dan kanker. Tidak ada yang salah dengan jawaban ini, tetapi penyakit yang kita sebutkan tadi, ternyata jenis penyakit kronik dengan proses penyebaran atau munculnya dalam kategori bertahun-tahun. Di dunia modern sekarang ini, selain penyakit tadi, masing ada penyakit lain yang bisa berakibat fatal dalam waktu kurang dari 24 jam. Selain penyakit infeksi yang cepat menyebar, untuk pengobatannya sendiri belum diketahui dan hanya mengandalkan vaksin. Ini daftar 10 Penyakit yang Bisa Mematikan Hanya dalam 1 Hari.

10 Penyakit yang Bisa Mematikan Hanya dalam 1 Hari




1. Necrotising fasciitis 
Necrotising fasciitis disebut sebagai bakteri “memakan daging”, mungkin terdengar menakutkan. Faktanya necrotizing fasciitis dapat menyebar ke dalam tubuh dan membunuh jaringan lunak tubuh yang terjangkit. Ini adalah infeksi bakteri kulit yang sangat serius yang dapat membunuh penderita dalam waktu singkat.

2. Penyakit meningitis
Penyakit meningokukos sering disebut meningitis cerebrospinal. Pola penyebaran penyakit bakteri menular yang disebabkan oleh meningokokus (Neisseria meningitides) melalui kontak lewat pernapasan orang yang terinfeksi. Jenis penyakit yang dapat diderita bayi, remaja, dan dewasa muda.

3. Penyakit chagas 
Parasite protozoa biasanya ditemukan di Amerika Latin dan ditularkan ke manusia melalui kotoran serangga triatomine. Triatomine dikenal “serangga berciuman”. WHO memperkirakan sekitar 6-7 juta orang di seluruh dunia terinfeksi. Meskipun berpotensi mematikan, penyakit ini dapat disembuhkan jika pengobatan dilakukan sesegera mungkin setelah terinfeksi.

4. Penyakit stroke 
Stroke terjadi karena pembuluh darah pecah atau diblokir oleh gumpalan darah memotong pasokan oksigen. Selain itu penyakit stroke menyebabkan gangguan suplai darah ke otak sehingga berakibat kerusakan pada jaringan. Kabar baiknya, 80 persen serangan jantung dan stroke dapat dicegah. Diet sehat, aktivitas fisik secara teratur, dan tidak mengonsumsi produk tembakau adalah kuncinya.

5. MRSA 
MRSA singkatan dari methicillin resistan staphylococcus aureus, jenis bakteri kebal antibiotik. Secara umum infeksi MRSA menyerang kulit. Namun di rumah sakit dan fasilitas medis, MRSA menyebabkan infeksi darah yang mengancam jiwa, pneumonia dan infeksi di lokasi bedah.

6. Kolera 
Kolera adalah infeksi usus akut yang disebabkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi bakteri vibrio cholera. Penyakit ini sangat mematikan dan dapat membunuh dalam hitungan jam. Masa inkubasi singkat, mulai kurang dari satu sampai lima hari. Mereka yang diserang oleh infeksi ini mengalami diare berair yang dengan cepat,  mengakibatkan dehidrasi parah dan kematian jika pengobatan tak dilakukan dengan cepat. Sekitar 80 persen kasus dapat diobati dengan sukses dengan mengkonsumsi oralit.

7. Enterovirus D68
Penyakit yang banyak diderita jutaan anak-anak. Jika anak terinfeksi enterovirus akan menimbulkan batuk, bersin, dan demam. Pada tahun 2014, enterovirus yang paling sering menginfeksi anak-anak adalah EV-D68, menurut CDC. Bayi, anak-anak, dan remaja memiliki resiko lebih besar terkena enterovirus.  Mereka yang memiliki asma beresiko lebih besar terkenaEV-D68. Virus ini menyebar melalui air liur penderita, dan sekresi pernapasan lainnya ketika seseorang batuk atau bersin.

8. Wabah pes
Wabah pes pada abad keempat belas telah menyebabkan sekitar 50 juta kasus kematian. Penyakit pes disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi dari hewan kecil seperti tikus.  Orang yang terinfeksi wabah ini sering mengeluh seperti terkena gejala flu pada tahap awal. Pada stadium lanjutnya akan mengalami demam, menggigil, sakit kepala, lemah, muntah dan mual. Membiarkan wabah pes tidak terobati bisa berakibat fatal, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting. Antibiotik dan terapi yang mendukung bisa membantu mengobati penderita.

9. Ebola
Penyakit Ebola terbanyak muncul mayoritas di negara-negara Afrika Barat. Ebola adalah penyakit berakibat fatal, dengan rasio kematian hingga 90 persen. Penyakit ini mempengaruhi manusia serta primata, termasuk monyet, gorila dan simpanse. Lewat penyebaran kontak dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi Ebola.

10. Demam berdarah 
Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejalanya adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri hebat di belakang mata, nyeri sendi, nyeri otot dan tulang, ruam dan pendarahan ringan dari hidung atau gusi. Demam berdarah dengue ditandai dengan demam, yang berlangsung dari dua sampai tujuh hari. Ini adalah gejala paling jelas dari demam berdarah. Setelah demam mereda, penderita akan mengalami muntah terus menerus, sakit perut yang parah dan bisa membuatnya kesulitan bernapas. Tahap ini menandai awal dari sebuah periode 24 hingga 48 jam ketika pembuluh darah terkecil, kapiler, menjadi “bocor” dan memungkinkan komponen cairan bergerak dari pembuluh darah ke dalam lapisan rongga perut. Hal ini, pada akhirnya, dapat memicu kegagalan sistem peredaran darah, shock dan akhirnya kematian, jika dokter tidak dapat mengembalikan kerusakan dari sistem peredaran darah. Tidak ada obat khusus untuk mengobati demam berdarah. Namun jika di diagnosis dini terapi penggantian cairan terbukti efektif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar