Data TKA di Morowali Mengejutkan, Ini Kata Jokowi

Jokowi dan Jusuf Kalla

Infosingkat.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa ada tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Data yang ia dapat, jumlah pekerja di kawasan industri tersebut mencapai 3.121 orang.

Meskipun demikian jumlah tersebut masih kalah besar jika dibandingkan jumlah pekerja lokal di kawasan tersebut yang mencapai 25.447 orang. "Apa benar ada serbuan TKA China di Morowali, inilah faktanya," katanya seperti dikutip langsung dari akun resminya, Rabu (8/8).

Dengan jumlah tersebut, Jokowi mengatakan bahwa jumlah TKA di Morowali hanya mencapai 10,9 persen saja.

Para TKA itu pun kata Jokowi tak melakukan pekerjaan kasar. Mereka bekerja sebagai pengawas dan pekerja teknis untuk menjalankan alat yang memerlukan ketrampilan khusus.

TKA tersebut tidak boleh keluar dari lokasi kawasan industri.

Jokowi mengatakan TKA tersebut bekerja dengan mendapatkan gaji sama dan setara dengan tenaga kerja lokal. "Perlakuan juga sama, sampai makanan untuk mereka yang senilai Rp18 ribu per porsi," katanya.

Jokowi mengatakan bahwa keberadaan TKA tersebut juga tidak akan lama. Dalam tiga atau empat tahun ke depan, jumlah TKA ditargetkan berkurang hingga tinggal lima persen saja. Agar target tersebut terwujud, pemerintah tengah melakukan proses alih teknologi dan keahlian pengolahan logam.

Para TKA ini ditandemkan dengan tenaga lokal supaya proses alih teknologi dan keahlian bisa terjadi. "Jadi kabar tentang jutaan tenaga kerja asing menyerbu Indonesia hanya rumor belaka," katanya.

Keberadaan TKA, salah satunya di Morowali memang sempat dipermasalahkan. Beberapa waktu lalu Ombudsman RI menyatakan keberadaan TKA merugikan masyarakat. Pasalnya TKA banyak yang bekerja sebagai buruh kasar dan menghilangkan kesempatan kerja penduduk lokal. (CNN)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel