Kapitra: Kalau Jokowi Lawan Rizieq, Saya Pilih Rizieq

Kapitra Ampera

Infosingkat.com - Kapitra Ampera menyatakan tetap mendukung Rizieq Shihab bila tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu maju di pemilihan presiden 2019, meskipun Kapitra kini berada di kubu PDIP.

"Kalau calonnya Habib Rizieq, tenang, saya akan bela Habib Rizieq. Kalau pak Jokowi lawan Habib Rizieq saya izin ke PDIP saya pilih Habib Rizieq," kata Kapitra di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (24/7).

Kapitra mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif melalui PDIP. Pada Pemilu 2019, dia akan bertarung di daerah pemilihan Riau II.

Selama ini Kapitra dikenal sebagai salah satu anggota tim pengacara Rizieq Shihab. Kapitra kerap menjadi juru bicara Rizieq Shihab. PDIP dan Rizieq pernah berbeda haluan saat Pilkada DKI tahun 2017.

Ketika itu, partai berlambang banteng itu mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sedangkan Rizieq Shihab mendukung Anies Baswedan.

Kapitra menceritakan alasan utama dirinya memilih mendaftar sebagai Caleg PDIP. Menurutnya PDIP mampu untuk mengakomodasi tujuan politiknya untuk membela ulama dan membela Islam.

"PDIP membukakan saya pintu untuk bisa mewujudkan apa cita-cita yang manusia Indonesia inginkan, umat Islam dan umat lain dan itu yang saya mampu," katanya.

Kapitra menyayangkan bahwa tak ada satu partai politik manapun selain PDIP yang mau menawarkan dirinya untuk bergabung guna mewujudkan tujuan politiknya tersebut.
Lihat juga: Jadi Caleg PDIP, Kapitra Setia Dukung Rizieq Shihab Presiden

Ia bahkan menyebut parpol yang berseberangan dengan pemerintah seperti PAN, Gerindra dan PKS tak pernah menawarkannya bergabung guna mengakomodasi tujuan politiknya tersebut.

"Yang nawarin saya cuma PDIP. Karena PDIP itu tahu saya, bahwa kebersamaan Indonesia itu indah," kata dia.

Beberapa waktu lalu, Kapitra menegaskan jika ia tetap akan taat dan patuh dengan pesan yang disampaikan Rizieq Shihab walau berada di kapal yang berbeda.

Kapitra meminta semua pihak berpikir jernih dengan fakta yang terjadi di jagat perpolitikan saat ini. Harusnya, jika ingin menunjukkan konsistensi membela aspirasi umat Islam, partai-partai oposisi tersebut tidak perlu mengkhianati perjuangan mereka sendiri. (CNN)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel