Akan Diselidiki KASN, Anies Terancam Diberhentikan

Infosingkat.com - Mungkin panik dan tidak ingin disalahkan terkait pemberhentian empat wali kota dan rotasi sebelas pejabat pemprov, Anies Baswedan meminta wartawan untuk tidak melanjutkan polemik tersebut di media massa.

“Menurut saya yang dingin lah teman-teman (wartawan) enggak usah kompor-komporin, KASN juga enggak usah panas-panasin mau kenceng-kencengan,” kata Anies, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

Tak lupa juga dirinya menyeret-nyeret nama gubernur di era pemerintahan sebelumnya, yakni pemerintahan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama yang juga kerap merotasi pejabat di lingkup DKI Jakarta.

“Jika Anda lihat 5 tahun terakhir coba liat record-nya gimana, bandingkan,” kata Anies.

Anies juga menjelaskan bahwa pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dan bagian dari regenerasi posisi dari pejabat tua ke pejabat muda. Ia pun menyebut telah melakukannya sesuai prosedur yang ada.

Akan tetapi, pernyataan Anies ini berbeda dengan pengakuan wali kota Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur yang diberhentikan. Mereka mengaku belum menerima surat keputusan pemberhentian tertulis dan hanya mendapatkan pemberitahuan lewat Whatsapp atau telepon saja.

Sedikit mengenai pemberhentian via telepon, ternyata Anies menggunakan nomor asing saat menyampaikan pemberhentian tersebut. Kenapa? Takut disadapkah?

Menurut rekan penulis saya, dirinya mencium ada sedikit kekhawatiran Anies di sini. Rekan saya pun berharap, semoga Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak mundur dalam mengusut proses pencopotan pejabat yang salah prosedur itu.

Saya sendiri merasakan hal yang sama dan setuju dengan pendapat rekan saya itu, apakah pembaca juga merasakan hal yang sama? Coba kita perhatikan, pertama dirinya meminta agar tidak memperpanjang polemik ini di media massa, termasuk juga KASN yang dimintanya jangan “kenceng-kencengan”?. What’s wrong Anies? Panik?

Kalau semua dilakukan dengan prosedur yang benar, kenapa harus panik atau khawatir?. Saat media dan masyarakat meributkan masalah pohon plastik, trotoar, bendera yang dipasang dengan bambu, Anies santai saja dan terlihat sangat menikmati berbagai hujatan dari masyarakat. Tiada tampak rasa khawatir sedikit pun. Namun giliran pemberitaan soal pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN), Anies meminta jangan dijadikan polemik?.

Memang benar, soal rotasi pejabat itu adalah hal yang lumrah seperti yang dikatakan Anies, dan saya percaya bila jumlah pejabat yang dirotasi semasa Jokowi yang kemudian dilanjutkan oleh Ahok, jauh lebih banyak.

Tapi bukan banyak sedikitnya yang jadi permasalahan, Anies mau rotasi 100 pejabat pun kalau mengikuti prosedur yang benar, ya silahkan saja. Namun walau satu pejabat yang dirotasi dengan cara yang tidak benar, itu sudah jadi masalah, konon lagi yang dirotasinya kali ini adalah empat wali kota dan sebelas pejabat. (Indovoices)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel